e toll
e toll

31 Oktober, Jasa Marga Tidak Terima "Dibayar Tunai"

05 Okt 2017 | 10:10 WIB
Guna mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan Bank Indonesia tahun 2014 lalu,  PT Jasa Marga Persero Tbk, terus memaksimalkan persiapan menuju transaksi 100 elektronik. Seperti diketahui, mulai 31 Oktober 2017 semua pintu tol tidak lagi menerima transaksi tunai. Lantas, sudah siapkah masyarakat menerima regulasi baru ini dan sudah berapa persen yang menggunakan transaksi menggunakan uang elektronik sekarang ini, di Indonesia?


31 Oktober, Jasa Marga Tidak Terima "Dibayar Tunai"


"Dari data pengguna e-Toll secara nasional itu 33,5 persen, di Jabodetabek kisarannya 38-40 persen, kalau Bali 17 persen. Kita harapkan akan ada peningkatan dari sosilaisasi yang sudah dilakukan," ucap Direktur Operasi II PT Jasa Marga Subakti Syukur, Senin (4/9/2017). 

Tidak sampai disitu, Subakti juga sempat mengatakan bahwa Jasa Marga sedang mengupayakan optimalisasi pada 11 cabang dan ada 22 anak perusahaan. Jadi diharapakan pada 31 Oktober ini semua akan sudah bisa beroperasi tanpa adanya transaksi tunai lagi. "Karena ini program dari pemerintah, pemerintah yang mau jadi kita ikuti.

Sampai saat ini kesiapannya sedang berjalan terus, jadi nanti saat awal Oktober 2017 sudah mencapai 90 persen, dan pada 31 Oktober 2017 sudah 100 persen semua pengguna tol Jasa Marga wajib melakukan pembayaran pakai e-toll," kata Subakti.

Penerapan 100 persen pembayaran non-tunai didasari atas surat dari kementerian PUPR Nomor JL.0304.P/232 pada 6 Juli 2017 mengenai Dukungan Pelaksanaan Transaksi Non Tunai di jalan tol. Hal ini juga menjadi perwujudan dari program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.

Foto : Internet 
Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 07 Mei 2020 | 14:29 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

etollnontunaiuangelektronikGNNTjasamargaoktober