Rotasi Ban Mobil
Ban Mobil Bekas

Ban Mobil Bekas Jadi Bagian Yang Wajib Dicek

27 Jun 2020 | 11:00 WIB

Cek kondisi mesin sudah, cek kondisi bodi sudah, tapi masih ada satu lagi yang perlu di cek jika ingin memilih mobil bekas Sahabat Garasi. Yaitu ban mobil bekas, ada tidak ban cadangan dipilihan mobil bekas Sahabat Garasi. Kalau ada, itu jadi poin plus untuk pilihan mobil bekas Sahabat Garasi.

Selain mendapatkan ban mobil bekas beserta peleknya, ban mobil bekas cadangan ini jelas akan sangat membantu Sahabat Garasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena seperti diketahui bersama, kondisi lalu lintas dan jalanan di Indonesia yang kurang bersahabat mengharuskan kita selalu membawa ban mobil bekas cadangan. Kamu juga bisa baca Jadi Piranti Penting,Kamu Wajib Mengerti Ban Mobil.

Ban Mobil Bekas Jadi Bagian Yang Wajib Dicek

Terlebih saat setelah memilih mobil bekas, dan langsung memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh. Sudah pasti kesiapan mobil dan ban mobil bekas cadangan itu sangat dibutuhkan.

Lalu jika ban cadangan ada pada pilihan mobil bekas pilihan kita, apa lagi yang perlu diperhatikan ya? Pastinya harus waspada dan selalu berkendara dengan baik dan benar. Karena jangan pernah merasa aman saat berkendara, dengan membawa ban mobil bekas cadangan.

Soalnya, biasanya ukuran ban mobil bekas cadangan pada kendaraan itu lebih kecil, daripada ban mobil bekas yang dipakai. Hal ini diperuntukkan untuk space saver, dan tidak bisa dipakai semau kita, karena ban cadangan ini memiliki maksimum km penggunaannya. Dan disarankan saat bertemu bengkel atau toko ban terdekat melakukan perbaikan atau mengganti ban.

Kenapa Ban Cadangan Penting?

Sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 57 dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 6 dan Pasal 43, kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi perlengkapan kendaraan bermotor, termasuk ban mobil bekas cadangan. Namun nyatanya, ban mobil bekas cadangan yang dibuat banyak memiliki ukuran lebih kecil pada bagian tapak ban.

Hal ini terkait dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan pasal 47, dimana ban mobil bekas cadangan harus memiliki ukuran sama dengan ban mobil bekas yang terpasang pada kendaraan, namun ban cadangan juga dapat memiliki lebar tapak berbeda, tetapi memiliki diameter keseluruhan sama.

Lalu Kenapa Ukuran Ban Cadangan Lebih Kecil?

Menurut Rudy Novianto Defensive Driving Trainer Sentul Driving Center, ban mobil bekas cadangan memang sengaja dibuat lebih kecil pada bagian tapak, namun memiliki ketinggian yang sama.

"Nah yang perlu kita luruskan, ban cadangan bukan untuk (digunakan) ban sehari-hari. Jadi dimaksudkan jika terjadi masalah pada satu ban, maka ban diganti dan ini cukup dipakai untuk sampai ke tempat servis ban supaya ganti dengan normalnya," jelas Rudy, melansir dari laman Liputan6.

Ban Mobil Bekas Jadi Bagian Yang Wajib Dicek

Sebaliknya, kata Rudy, pabrikan otomotif menganggap ban mobil bekas cadangan sudah didesain cukup. Bahkan telah lebih dahulu memperhitungkan baik dan buruknya.

"Jadi jangan khawatir. Bicara aspek rasio, ban yang sama tingginya tidak membuat timpang atau offset. Kalau pakai ban lebih kecil di depan, bagaimana? Harus disesuaikan juga cara mengemudinya," ungkapnya.

"Katakanlah, mobil ini akan memiliki performa yang tidak sama jadi akan ada yang berkurang. Namun ban itu cukup aman sampai dipakai untuk ke tempat servis terdekat," sambungnya.

Bagaimana dengan tekanan anginnya? Menurut Rudy, tekanan angin yang digunakan sama seperti tertera di ambang pintu atau pada spesifik dinding ban mobil bekas.

Namun usahakan selalu berkendara dengan mengutamakan safety driving. Agar ban cadangan tidak perlu digunakan, dan terus melakukan pemeriksaan ban sebelum berkendara.

Selain mengecek ban cadangan mobil, yang perlu Sahabat lakukan usai membeli mobil bekas adalah merotasi ban mobil bekas.

Lakukan Rotasi Ban Mobil Bekas

Buat Sahabat Garasi yang sudah memilih mobil bekas, ada baiknya segera melakukan rotasi ban mobil bekas. Karena namanya mobil bekas, bisa dipastikan sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh.

Terlebih sebenarnya melakukan rotasi ban mobil bekas memang wajib dilakukan tidak hanya untuk mobil bekas. Karena merotasi ban bisa membuat tingkat keausan tiap ban (depan maupun belakang) tetap sama. Otomatis ban mobil bekas bisa digunakan lebih lama lagi alias jarak tempuh yang lebih jauh lagi.

Ban Mobil Bekas Jadi Bagian Yang Wajib Dicek

Disarankan buat Sahabat Garasi, untuk melakukan rotasi ban mobil di setiap 2.000 kilometer. Jarak ini disesuaikan dengan kondisi jalan yang kurang bagus. Namun dipastikan jika terjadi keausan di ban mobil bekas lebih awal, segeralah melakukan rotasi pada ban. Agar bisa berkendara dengan aman dan nyaman.

Lalu bagaimana cara melakukan rotasi ban mobil bekas yang benar ya Sahabat Garasi. Tenanglah, itu sangatlah mudah. 

Cara Melakukan Rotasi Ban Mobil Bekas

Seiring berjalannya waktu, pastinya ban mobil bekas akan aus atau botak. Namun, biasanya ban mobil bekas yang lebih cepat aus atau botak yaitu ban mobil bagian depan, terutama bagi mobil – mobil yang memiliki mesin penggerak roda depan atau FWD (Front Wheel Drive). Hal ini disebabkan karena ban depan memiliki pekerjaan yang sangat banyak seperti:

Pada saat start, ban depan bekerja keras "menarik" seluruh komponen kendaraan agar kendaraan dapat melaju atau bergerak.

Selain sebagai penarik pada saat start, ban depan juga berfungsi sebagai pengatur arah gerak mobil, agar mobil berada dalam posisi yang ideal.

Pada saat pengereman, ban depan menjadi tumpuan seluruh berat kendaraan termasuk penumpang.

Nah, dengan begitu banyaknya pekerjaan yang dimiliki oleh ban mobil bagian depan, maka tidak heran jika ban mobil bagian depanlah yang sering sekali mengalami keausan lebih cepat dibandingkan dengan ban mobil bagian belakang.

Untuk rotasi ban mobil penggerak roda bagian depan, berikut tata caranya :

FWD (Front Wheel Drive)

Ini merupakan cara untuk rotasi ban mobil bekas penggerak roda depan dengan ban serep.

1. Ban depan kanan mundur menjadi ban serep
2. Ban depan kiri mundur menjadi ban belakang kiri
3. Ban belakang kanan maju kedepan menjadi ban depan kiri
4. Ban belakang kiri maju kedepan menjadi ban depan kanan
5. Ban serep bisa menjadi ban belakang kiri

RWD (Rear Wheel Drive)

Ini merupakan cara untuk rotasi ban mobil penggerak roda belakang dengan ban serep.

1.Ban depan kanan mundur menjadi ban belakang kiri
2. Ban belakang kiri maju kedepan menjadi ban depan kiri
3. Ban belakang kanan maju kedepan menjadi ban depan kanan
4. Ban depan kiri masuk menjadi ban serep
5. Ban serep menjadi ban belakang kanan

    Nah selanjutnya setelah melakukan rotasi pada mobil bekas pilihan Sahabat Garasi,  juga pastikan untuk melakukan spooring. Langkah spooring ini dilakukan untuk membenarkan kembali posisi keempat roda. Disarankan melakukan setiap 5.000 km.

    Sahabat bisa melakukan spooring dengan paket perawatan ban dengan fitur Jasa dan Servis Garasi.id, bekerjasama dengan sejumlah bengkel ternama baik di dalam dan luar kota Sahabat bisa melakukan spooring dan balancing kendaraan dengan mudah.

    Informasi tambahan, bila semua langkah diatas sudah dilakukan tapi masih terasa kurang nyaman mungkin memang sudah waktunya Sahabat ganti ban. Karena ban mobil juga mempunyai umur pakai, nah untuk Sahabat yang berencana ganti ban mobil bisa cek Garasi.id. 

    Ban Mobil Bekas Jadi Bagian Yang Wajib Dicek

    Bekerjasama dengan Otomax, Sahabat bisa beli lalu ganti ban dan velg dengan layanan ke rumah serta jasa pasang, balancing dan isi nitrogen gratis. Menarik bukan Sahabat, untuk info lebih lanjut Sahabat bisa menghubungi Officer Garasi.id atau Chat WA langsung di +62-817-0250-888 atau email di clara@garasi.id.


    Foto : Garasi.id

    Ditulis oleh ANJAR
    Terakhir diupdate: 27 Jun 2020 | 11:00 WIB
    Bagikan

    Kata Kunci Pencarian

    tipotomotifperawatanbanmobilgarsiidSolusiPuas