Kabar peraturan berkendara
Peraturan berkendara

Beberapa Peraturan Berkendara Yang Tak Terdengar Lagi

06 Nov 2019 | 11:17 WIB

Peristiwa perkelahian di jalan raya yang disebabkan pengguna kendaraan yang membuang sampah dari kendaraannya sempat viral 2 tahun lalu. Ini membuat perhatian pada perilaku berkendara yang seenaknya tanpa memperhatikan orang lain dan peraturan berkendara ternyata masih sering ditemui di jalan raya.

"Tidak cuma buang sampah sembarangan, membuka kaca lalu mengeluarkan tangan untuk merokok itu juga bentuk perilaku berkendara yang seenaknya. Tidak memikirkan akibat untuk orang lain misalnya terkena mata lalu terluka," ucap Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Beberapa Peraturan Berkendara Yang Tak Terdengar Lagi

Peraturan berkendara mengenai membuang sampah ini sebenarnya sudah diatur larangannya pada peraturan daerah nomor 3 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah. Dalam pasal 126 poin H disebutkan setiap orang dilarang membuang sampah dari kendaraan. Pada pasal 130 poin c disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja atau terbukti membuang sampah dari kendaraan, dikenakan uang paksa paling banyak Rp 500.000. Perilaku membuang sampah sembarangan ini dapat mengakibatkan kecelakaan pada pengguna jalan lain. Ini juga masuk dalam peraturan berkendara mobil yang sudah diatur dalam undang-undang no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Pada pasal 310 ayat 2, 3 dan 4 pada peraturan berkendara, diatur mengenai setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya menyebabkan korban luka ringan, berat sampai meninggal dunia, dipidana maksimal mulai satu tahun sampai enam tahun dan denda paling besar mulai Rp 2 juta sampai Rp 12 juta.

"Contoh perilaku ini mencerminkan tidak adanya empati terhadap sesama pengguna jalan lainnya. Sangat disayangkan hal-hal seperti melanggar peraturan berkendara ini masih sering ditemui dan berpotensi jadi konflik di jalan," ucap Jusri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji berharap peran serta masyarakat untuk berpartisipasi melaporkan kendaraan yang melanggar peraturan berkendara seperti membuang sampah sembarangan di jalan raya. Cukup foto pelat nomor kendaraan lalu laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, agar pemilik kendaraan dapat ditindak.

Menangapi hal tersebut, bagaimanakah peraturan berkendara soal larangan membuang sampah sembarang dari dalam mobil ditahun 2019 ini? apakah masih berlaku? atau sudah banyak pengendara patuh akan larangan tersebut?

Agar Sahabat Garasi tetap aman dan tidak melanggar peraturan berkendara tersebut, lebih baik mulai sekarang sediakan tempat sampah di kendaraan kesayanganmu ya. Kalau kamu tidak mau dipenjara karena membuang sampah sembarangan ke jalan yang bisa membahayakan pengendara lain.

Selain peraturan berkendara yang melarang membuang sampah dari dalam mobil, pemerintah juga pernah mengeluarkan peraturan berkendara yaitu wajib punya garasi bila memiliki kendaraan pribadi. Namun bagaimana kelanjutan peraturan berkendara itu, mari kita simak. 

5 dampak yang sempat muncul dari peraturan berkendara

Sahabat Garasi, seperti yang kita tahu pemerintah sebenarnya sudah merilis peraturan berkendara yaitu wajib memiliki atau menguasai garasi jika ingin punya mobil di ibu kota. Peraturan yang rilis di tahun 2014 tersebut, seperti biasa, ditanggapi dengan pro dan kontra.

Beberapa Peraturan Berkendara Yang Tak Terdengar Lagi

Sebenarnya dampak dari peraturan berkendara ini, baik itu positif maupun negatif, tergantung dari kacamata apa yang kita gunakan dalam menyikapi peraturan berkendara tersebut. Jika kita melihatnya dari kacamata warga negara yang taat peraturan, tentu peraturan berkendara itu adalah angin surga. Tapi jika kita melihatnya dari kacamata warga negara pelanggar, peraturan berkendara ini adalah momok mengerikan.

Nah, sudah tahu mau pakai kacamata yang mana untuk menanggapi peraturan berkendara tersebut? Berikut ini 5 dampak yang akan terjadi jika peraturan itu mulai berlaku ya Sahabat Garasi.

1. Mengurangi Minat Masyarakat Akan Mobil

Dampak peraturan berkendara bagi masyarakat yang tidak memiliki garasi di rumahnya sudah pasti akan mengurungkan niat buat membeli mobil karena dengan adanya peraturan ini, mereka tidak akan bisa menyelesaikan proses pembeliannya.

Buat kamu yang belum tahu, surat pernyataan memiliki atau menguasai garasi yang harus dilampirkan saat membeli mobil wajib ditandatangani oleh pejabat daerah setempat.

2. Membantu Menekan Pertumbuhan Kendaraan di Ibu Kota

Nah, dampak berikutnya dari peraturan berkendara tersebut adalah orang-orang yang tadi mengurungkan niatnya membeli mobil akan beralih menggunakan kendaraan umum; entah itu angkutan umum, moda transportasi online maupun moda transportasi masal.

Namun sifatnya masih berupa menekan pertumbuhan kendaraan baru di ibu kota ya, bukan mengurangi kemacetan.

3. Bagi Para Pemilik Mobil, Jangan Berani-Berani Parkir Sembarangan

Karena jika kamu memarkir kendaraan kamu sembarangan, mobil kamu bisa saja di derek oleh petugas dishub yang berpatroli di jalan raya hingga di jalan komplek rumah kamu.

Ya, bahkan mobil yang diparkir di jalan komplek pun bisa di derek karena dianggap menyalahi peraturan tersebut.

4. Kamu Bisa Melaporkan Jika Ada Mobil Yang Parkir Sembarangan

Katakanlah suatu hari ada mobil yang parkir di bahu jalan komplek di dekat rumah kamu dan mobil itu, membuat kamu sulit sekali melewatinya. Nah kamu bisa melaporkan hal itu ke lurah maupun ke dishub untuk mendapat tindakan.

5. Semakin Sulit Memiliki Mobil di Jakarta

Karena Jakarta sudah terlalu penuh dengan kendaraan. Jika ini dibiarkan lama kelamaan Jakarta dipastikan macet total. Maka itu pemerintah memang menggenjot kelanjutan pengerjaan berbagai moda transportasi massal guna membujuk masyarakat untuk meninggalkan mobilnya di garasi dan berpindah.

Peraturan ini pun tentu akan memicu munculnya berbagai peraturan lain yang pada intinya, dibuat untuk menekan pertumbuhan kendaraan di Jakarta.

Nah, Sahabat Garasi, siapa yang udah lihat-lihat mobil bekas di Garasi.id tapi ternyata baru ingat tidak punya garasi di rumahnya? Atau, malah ada yang sudah punya garasi tapi mobilnya belum ada? Nah lewat Garasi.id, kalian bisa lho liat ribuan listing mobil bekas berkualitas untuk mengisi garasimu yang kosong itu ya Sahabat Garasi. Kamu juga bisa baca Mobil Bekas Fortuner 2015, Sangar Tapi Jadi Pilihan Keluarga.

Beberapa Peraturan Berkendara Yang Tak Terdengar Lagi

Semoga Jakarta makin lancar ya dengan digalakannya kembali peraturan berkendara ini oleh pemerintah setempat.

Yang terakir dalam peraturan berkendara yang pernah diberlakukan adalah larangan memasang rotator atau sirine ilegal di mobil pribadi. 

Pasang Rotator Dan Sirine Ilegal, Bisa Masuk Penjara?

Pada peraturan berkendara, penggunaan sirine dan lampu isyarat berwarna berkelip yang menyalahi aturan (rotator/strobo), sungguh mengganggu kenyamanan di jalan dan menyalahi peraturan berkendara. Lebih lagi ketika penggunananya terlalu agresif dan mengintimidasi pengguna jalan lain.

Pihak Korlantas Polri sebebelumnya pernah melakukan razia di November 2016 lalu, dan menindak mobil pribadi yang menggunakan dua aksesori "khusus" tersebut sebagai pelanggar peraturan berkendara. Namun, nampaknya tak membuat jera mereka yang nakal.

Beberapa Peraturan Berkendara Yang Tak Terdengar Lagi

Untuk mengganjar si pemilik kendaraan yang nakal melanggar pertauran berkendara dan tertangkap menggunakan strobo dan sirine, sesuai Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 pasal 287 ayat 4, bukan hanya bisa ditilang tetapi juga dipenjara selama satu bulan karena melanggar peraturan berkendara.

Berikut bunyi lengkap pasalnya,"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar ketentuan, mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan, atau denda paling banyak Rp 250.000."

Nah Sahabat Garasi, mulai sekarang lebih baik gunakan aksesori yang standar dan tidak menyalahi aturan saja ya kalau tidak mau di penjara karena melanggar peraturan berkendara.

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 13:43 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

beritanewsmobilotomotifperaturanbuangsampahdendapenjarasanksigarasiidpemerintahtindaklanjutisu