Garasi.id
Mobil Pilihan Garasi.id

Berniat Beli SUV Yang Tongkronganya Simpel dan Elegan? Simak Ini

06 Des 2018 | 20:00 WIB
BAGIKAN

Toyota Fortuner sangat familiar untuk orang Indonesia, sejak tahun 2005 silam, mobil ini diperkenalkan dan menjadi pelopor SUV 7 seater di Indonesia. Namun sayangnya kelahiran mobil ini tidak disambut baik dikarenakan penggunaan mesin bensin 2.700 cc yang menjadi pilihan satu-satunya di Toyota Fortuner.

Di tahun 2007, opsi mesin diesel masuk ke Indonesia, kemudian penjualannya sedikit lebih baik dan langsung menjadi volume maker bagi Toyota Fortuner. Dan di tahun 2009, Mitsubishi Pajero Sport hadir di Indonesia dan menjadi primadona pada saat itu. Uniknya, dengan hadirnya Pajero Sport pada waktu itu tidak membuat penjualan Toyota Fortuner menyusut, justru penjualannya ikut menanjak karena tren perubahan SUV 5 seater monocoque yang di dominasi oleh Honda CR-V kini justru beralih ke Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.

Berniat Beli SUV Yang Tongkronganya Simpel dan Elegan? Simak Ini

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Kamu Butuh Bekal Ini

Saat ini sudah 11 tahun Toyota Fortuner hadir di Indonesia, dan di tahun 2016 ini, Fortuner generasi kedua memiliki basis baru yang sangat berbeda dibandingkan dengan model lama. Lantas apakah lebih baik dari model sebelumnya? Melansir dari AutonetMagz, berikut pembahasan seacara  komprehensifnya.

Eksterior

Sangat mudah untuk menerima tampilan keseluruhan Fortuner baru ini, utamanya karena pengaplikasian chrome di eksteriornya tidak sebanyak rival yang chrome-nya bikin silau mata. Di depan, chrome hanya ada di gril, logo Toyota, aksen housing foglamp dan garis yang menghias di sekitar headlamp, membentuk alis. Tidak ada lagi nuansa sporty via air scoop di kap mesin seperti pada Fortuner VNT lawas, karena lubang udara untuk intercooler sekarang ada di bumper depan.

Lampu depannya kini bentuknya sipit, sedikit ada nuansa ala-ala Range Rover Evoque karena sipitnya itu. Ingat, sedikit doang ya. Biar tidak kalah dengan pesaing, tipe SRZ dan VRZ sudah punya lampu projector dan LED DRL, berikut bohlam LED yang tidak hanya melayani fungsi lampu jauh, tapi juga berfungsi untuk lampu dekat. 

Berniat Beli SUV Yang Tongkronganya Simpel dan Elegan? Simak Ini

Beranjak sedikit ke fendernya. Jika Fortuner lama fendernya gembung, fender Fortuner baru sudah ikut program liposuction alias sedot lemak sehingga ukurannya mengecil dan lebih rata, tapi dipermanis dengan over fender warna hitam. Untuk tipe yang mahal, pelek 17 inci palang 6 jadi standar, sementara untuk tipe yang lebih mahal akan mendapat pelek 18 inci two-tone yang menurut kami proporsinya pas antara diameter pelek dengan ukuran ban. Waktu peluncuran, kami perhatikan ada Fortuner yang pakai Bridgestone, tapi ada juga yang pakai Dunlop.

Selain lampu sein, spion Fortuner punya welcome light yang akan menyala saat kita mendekat dan membuka kunci via remote. Jika sudah memperhatikan atap Fortuner, maka kelihatan lagi bahwa Fortuner tidak punya sunroof maupun panoramic roof di tipe tertentu, padahal Pajero Sport dan Everest punya. Keyless entry dengan tombol start-stop sih ada, tapi untuk tipe SRZ dan VRZ saja, tapi side step sudah ada di tipe manapun.

Toyota sangat bangga memamerkan tarikan desain ala Gunung Rinjani di garis kaca bawahnya, tapi memang unik sih, karena dicampur dengan aksen floating roof di pilar C dan D. Hasilnya oke, tidak norak sama sekali. Di bagian samping, chrome hanya bisa kita temukan di lis jendela serta door handle pada tipe SRZ dan VRZ. Dibanding Kijang Innova, bagian dalam spakbor Fortuner jauh lebih terlindung dengan baik dan tidak kopong, meski rem belakangnya masih teromol. ABS, EBD dan BA sudah standar di semua varian.

Semua Fortuner sudah punya sensor parkir di depan dan belakang, tapi hanya tipe VRZ dan SRZ yang punya kamera parkir. Perlu diingat, mobil ini besar, jadi memarkirkannya bakal jadi isu tersendiri, terutama kalau baru pertama kali membawa mobil sebesar Fortuner. 

Desain lampu Fortuner jauh lebih wajar dan masuk ke selera banyak orang dibandingkan desain lampu Pajero Sport. Fortuner sudah punya pintu bagasi elektrik di tipe VRZ dan SRZ, lengkap dengan memori ketinggian serta sensor safety anti terjepit. Jika sewaktu-waktu fitur ini tidak diperlukan, motor listriknya bisa dimatikan, tombolnya ada di sisi kanan pengemudi di bawah cup holder. Overall, desain Fortuner itu simpel dan elegan.

Interior

Begitu membuka pintunya, kami jelas tidak kaget kalau desain keseluruhan interiornya sama dengan Kijang Innova maupun Hilux, mengingat mereka bertiga sejatinya adalah mobil yang sama. Itu baru secara visual, tapi saat kami mengandalkan indera peraba kami, ketahuan kalau ada yang beda. Jika Kijang Innova masih didominasi bahan plastik dan fabric bahkan hingga tipe termahal, maka tipe termahal Fortuner dipersiapkan dengan baik, karena mayoritas panel yang masih kelihatan mata penumpangnya sudah dilapis kulit sehingga terkesan mewah. 

Ingat, itu hanya panel yang dilapis kulit, bukan soft touch seperti Mercedes Benz misalnya. Plastik keras pun masih ada, contohnya pada bagian dashboard atas dan doortrim depan-belakang, tapi upaya seperti ini layak diapresiasi. Sementara varian terendah hanya mendapatkan jok fabric, tipe yang mahal sudah mendapat jok kulit berwarna cokelat tua. 

Berniat Beli SUV Yang Tongkronganya Simpel dan Elegan? Simak Ini

Pengemudi Fortuner baru kini punya banyak mainan. Bukan hanya tombol-tombol setir yang terdiri dari tombol MID, audio, telepon dan paddle shift saja, namun pengaturan setir tilt dan telescopic kini sudah bisa dinikmati. Tambahan untuk tipe VRZ adalah jok pengemudi elektrik, supaya sepantaran dengan Pajero Sport Dakar dan Everest Titanium. Di balik setirnya, duduk manis sebuah panel instrumen yang identik dengan Kijang Innova dan Hilux. Tidak seperti lampu kabin mobil lain yang berwarna kuning, lampu kabin Fortuner SRZ dan VRZ bertipe LED yang bersinar putih.

Mengandalkan head unit yang sama dengan Kijang Innova dan Hilux, kami suka layar sentuhnya yang responsif serta menu yang lengkap. Sebut saja MiraCast, MirrorLink, iPod, Bluetooth,media player, dan lain-lain. Tidak seperti Kijang Innova, Fortuner punya fitur navigasi yang tergolong fleksibel. Fungsi air gesture masih ada. Turun sedikit, ada AC digital dengan pengaturan putar, tapi bukan putar-putaran murahan dan sudah tersedia mode Auto juga. Ventilasi AC tersedia sampai baris ketiga dengan pengaturan AC penumpang depan dan belakang terpisah.

Nah Sahabat, begitulah review yang bisa diberikan seputar Toyota Fortuner VRZ. Buat Sahabat yang tertarik ingin membeli, Sahabat bisa langsung cek ke Mobil Pilihan Garasi.id.


Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 06 Des 2018 | 20:00 WIB
BAGIKAN