Takata
Airbag Takata Tak Mengembang

Dihujani Masalah, Takata Jual Diri

28 Nov 2017 | 15:00 WIB

Dihujam masalah bertubi-tubi lantaran malfungsi kantung udara hingga hampir bangkrut, Takata memutuskan menjual diri ke perusahaan lain. Perusahaan Key Safety Systems (KSS) sebagai penyuplai suku cadang bagian safety skala global, siap membeli perusahaan Takata. Seperti diberitakan situs Autonews, KSS akan membeli Takata dengan mahar 1.6 miliar dolar. Sesuai pengumuman sebelumnya, pada Juni 2017, KSS mendapat hak hampir sepenuhnya dari aset-aset Takata. Dalam perjanjian termasuk mempertahankan 45 ribu karyawan. Sedang inflator kantung udara amonium nitrat yang menjadi sumber masalah dan menyebabkan recall secara global ditutup. Sektor bisnis itu, masih dipimpin Takata baru yang sudah diorganisir ulang. Nantinya bakal dihilangkan sepenuhnya.


Dihujani Masalah, Takata Jual Diri


Sebagian pembiayaan untuk membeli Takata didapat KSS dari berhutang, sisanya ekuitas. Sedang perjanjiannya, diharapkan bisa selesai pada kuartal pertama 2018, selama pihak pengadilan terkait di Jepang dan Amerika memberikan persetujuannya. KSS mengatakan, dengan perjanjian itu menempatkan perusahaan sebagai pemimpin global di sektor penyedia suku cadang keselamatan bisnis otomotif, dengan lebih dari 60.000 karyawan di 23 negara dan pendapatan lebih dari 7 miliar dolar. KSS sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di Detroit, Amerika Serikat. Tapi pemiliknya, perusahaan asal Cina, yakni Ningbo Joyson Electronics. Mereka berhasil menang untuk membeli perusahaan Jepang Takata, setelah mengajukan pernyataan bangkrut awal tahun ini.


Dihujani Masalah, Takata Jual Diri


Malfungsi inflator kantung udara Takata merupakan masalah serius dan skalanya mendunia. Banyak merek mobil pengguna kantung udara Takata di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia, harus mengalami recall. Mei lalu, Honda memperingatkan konsumen untuk mengganti airbag dari banyak model yang beredar di tanah air. Mobil-mobil Toyota juga berpotensi menggunakan airbag cacat produksi seperti Toyota Corolla, Yaris, Vios dan Camry produksi 2001-2008. Masalah diperparah dengan adanya laporan 18 nyawa melayang akibat kecelakaan dan kantung udara Takata tak mengembang. Dengan terpaksa, Takata yang sudah berbisnis di sektor safety selama 84 tahun harus melaporkan kebangkrutannya. Takata merupakan perusahaan penyuplai peranti keselamatan yang digunakan paling banyak merek otomotif dibanding merek lain. Maka, ketika terjadi hal yang tak diinginkan pada supplier ini, hal yang tak diprediksi pun bisa terjadi, seperti kebangkrutan ini.


Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 05:13 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

beritanewsmobilbarubekastakataairbagkantungudararecalldunianegaraindonesiaeropajepangjermanUSA