Bahan Bakar Minyak
Bio Diesel dan Hidrogen

Godok Rumput Laut Jadi bahan Bakar, Pemerintah Mau Rumput Laut Dulu Baru Hidrogen

21 Nov 2017 | 13:11 WIB

Untuk menekan emisi gas buang, dan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM), pemerintah mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Dengan program low carbon emissin vehicle (LCEV), nantinya bakal ada fasilitas bagi produsen yang menjual mobil listrik, hybrid, gas, ataupun hidrogen.

Setelah mobil ramah lingkungan berjalan, seperti  hybrid atau gas sebagai jembatan menuju era mobil listrik, pemerintah juga mendorong penciptaan bahan bakar alternatif, seperti biofuel atau biodiesel.


Godok Rumput Laut Jadi bahan Bakar, Pemerintah Mau Rumput Laut Dulu Baru Hidrogen



"Riset terhadap biofuel ini harus dilakukan, karena Indonesia merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Kita juga punya rumput laut. Keduanya sedang dilakukan riset, dan pemerintah siap memberikan insentif," jelas Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia (RI), saat uji mobil listrik Nissan Note e-Power di ICE, BSD, Tangerang Selatan yang dilansir dari liputan6.

Lanjut Airlangga, selain biodiesel, bahan bakar alternatif yang bisa dikembangkan adalah hidrogen, dan hal tersebut sudah dilakukan oleh Jepang.

"Indonesia juga punya kemampuan itu (hidrogen), karena bisa diambil dari batubara dan gas. Hidrogen juga emisinya hampir nol, karena buangannya air," tegasnya.

Untuk diketahui, pemerintah memang telah menargetkan jika pada 2025, penjualan mobil listrik harus 20 persen dari total pasar. Artinya, jika nanti pasar mobil di tahun tersebut mencapai 2 juta unit, sebanyak 400 ribu unit harus bertenaga listrik.


Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 02:58 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

BBMbiodieselBiofuelminyakpemerintahKelepasawaitjagungramahlingkungan