Merawat Mobil Matic
Merawat Mobil Matic

Kebiasaan Ini Bikin Mobil Matic Kamu Tidak Laku Dijual di Pasaran

04 Sep 2021 | 10:00 WIB

Kebiasaan Ini Bikin Mobil Matic Kamu Tidak Laku Dijual di Pasaran

Sahabat Garasi, kamu pernah mengalami kemacetan yang parah kan? Buat kamu pengendara mobil pasti mengalami kelelahan karena harus memainkan gas dan rem dengan tepat. Apalagi, jika mobil kamu bertransmisi manual. Sudah tentu, kamu mengalami pegal-pegal di bagian kaki. Akhirnya, banyak yang memilih untuk membeli mobil bertransmisi otomatis atau matik.

Selain praktis, mobil matic juga bisa mengatasi masalah-masalah tersebut. Kemudahan ini yang biasanya membuat pemilik atau pengemudi menjadi terlena dan melakukan kesalahan. Inilah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pengendara mobil matic.


Salah Mengoperasikan Perseneling

Salah Mengoperasikan Perseneling


1. Salah perseneling

Mobil matic memiliki beberapa tuas dengan masing-masing fungsi. Tuas D berarti jalan, digunakan saat mengemudi. Tuas P artinya parkir yang digunakan saat hendak memarkirkan kendaraan.

Tuas N berarti netral yang digunakan saat ingin berhenti untuk sementara waktu, tapi mesin dalam keadaan hidup, misalnya saat lampu merah. Tuas L artinya low, digunakan saat perseneling rendah dan tuas R artinya mundur. 

Apabila pemilihan perseneling tidak sesuai, maka dapat menyebabkan mobil matic cepat rusak. Misalnya saat ingin mundur, tuas harusnya ada di posisi R, tapi kamu malah memilih di posisi D. Tidak semua pengendara dapat berkendara dengan santai. Terkadang justru harus terburu-buru karena alasan tertentu, biasanya karena adanya urusan mendadak yang harus segera diurus. 

Dalam kondisi seperti ini, besar kemungkinan terjadi yang namanya perpindahan perseneling tidak sempurna. Saat kendaraan masih berjalan dengan laju pelan, misalnya, kamu malah mengarahkan tuas ke posisi PKebiasaan yang sejatinya dapat membuat mobil matic lebih cepat rusak dari seharusnya. 

Kalau ingin memarkirkan kendaraan, ada baiknya tunggu dulu sampai kendaraan berhenti secara sempurna. Demi keawetan kendaraan, kamu pun harus bisa mengemudikannya dengan benar.


Pilih Bahan Bakar Yang Sesuai

Pilih Bahan Bakar Yang Sesuai


2. Bahan bakar tidak sesuai

Kamu harus tahu, mobil memiliki rasio kompresi yang berbeda-beda, tergantung dari jenis, tipe, dan merek mobilnya. Yang kerap kali menjadi masalah adalah banyak pengendara mobil yang kurang perhatian terhadap rasio kompresi kendaraannya. Membuat pengendara salah memilih bahan bakar yang sesuai dengan kadar oktannya.

Kebiasaan kamu ini dapat mempercepat kerusakan pada mesin kendaraan pribadi. Kalau rasio kompresi misalnya 10.1 – 11.1, maka bahan bakarnya adalah Pertamax, bukan Pertalite. Boleh mengisi bahan bakar yang tidak sesuai, tapi hanya dalam kondisi tertentu saja, Misalnya saat bensin sudah sekarat, tapi bahan bakar Pertamax lagi kosong. Setelah itu, kamu harus kembali mengisi bahan bakar yang sesuai saat bensin habis lagi.


Mobil Harus Sering Dirawat

Mobil Harus Sering Dirawat


3. Kurang perawatan

Dalam enam bulan, kapan kamu membawa mobil matic ke bengkel untuk perawatan? Ada yang satu kali, tapi ada juga yang sama sekali tidak pernah. Malah ada yang membawa mobil matic ke bengkel hanya saat mogok atau rusak parah. Kebiasaan seperti inilah yang sejatinya mempercepat kerusakan mobil matic. 

Sebagai pengguna, kamu disarankan untuk melakukan perawatan rutin terhadap kendaraan pribadi milikmu agar mesinnya awet dan performanya tetap terjaga. Ujung-ujungnya memang menambah pengeluaran, tapi lebih baik mengeluarkan sedikit demi sedikit daripada sekali banyak karena kerusakan yang sangat parah. Sebab, perawatan yang diperlukan setelahnya pun harus lebih ekstra untuk menjaga performa kendaraan tetap baik.

Cara Cek Mobil Matic yang Benar dan Berkualitas

Saat ini, mobil matic digemari masyarakat Indonesia karena dianggap lebih mudah dikendarai. Saat ingin membeli mobil matic, banyak konsumen yang memilih mobil bekas karena harganya yang lebih terjangkau. Meski begitu, kamu masih bisa mendapatkan mobil matic bekas dengan kualitas yang baik. 

Namun, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Jika kurang teliti, bisa jadi kamu malah mendapatkan mobil dengan kondisi yang tak optimal.

Periksa Kondisi Body Mobil 

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek body mobil. Pastikan body mobil masih dalam kondisi yang baik dan bebas dari penyok maupun lecet. Jika penampilan luar bermasalah, kamu kemungkinan akan mengeluarkan banyak uang untuk memperbaikinya. 


Perhatikan juga kondisi lampu, kaca, dan ban. Jika terdapat lecet dan penyok pada bagian-bagian tertentu, kemungkinan mobil pernah mengalami kecelakaan atau tabrakan. Oleh sebab itu, teliti lah secara mendetail untuk setiap bagian body mobil. 

Untuk mempermudah saat pemeriksaan, lebih baik lakukan di siang hari. Goresan pada body mobil juga akan mempengaruhi harga jual dan beli. 

Sejarah Mobil

Kamu perlu mengetahui mobil matic bekas pernah mengalami kejadian seperti tabrakan atau banjir. Jika pernah mengalami tabrakan keras yang menimbulkan shock, dikhawatirkan akan ada piranti elektronik dan komputer yang terpengaruh. Cara mencari tahunya pun bisa dengan datang ke bengkel resmi.

Cek Kondisi Oli 

Sebaiknya pilih mobil matic bekas dengan kondisi oli yang masih bagus. Cara mengecek oli matic yaitu dengan menghidupkan mobil dalam posisi netral (N). Biarkan mesin mencapai suhu kerja dan matic dalam kondisi panas. Kemudian periksa warna oli. Jika cenderung hitam, kemungkinan oli sudah lama tidak diganti atau terdapat masalah dalam transmisi. Pastikan juga ketinggian oli matic sesuai dengan spesifikasi. 


Selain memperhatikan kondisi eksterior, jangan lupa untuk mengintip kondisi peranti transmisi otomatisnya. Periksa ada oli yang tercecer atau terdapat debu yang bercampur oli. Selain itu, lihat sumber rembesannya. Bisa dari celah blok transmisi atau karet seal. Kalau rembesan berasal dari celah blok, lebih baik jangan membelinya. 

Cek Tuas Transmisi

Tes mobil dari kondisi mesin belum dipanaskan. Setelah mesin menyala, masukkan tuas transmisi ke posisi D. Kalau mobil bergerak sendiri tanpa diinjak pedal gas, berarti kondisi mobil matic masih baik. Sebaliknya, jika mobil tidak jalan, kemungkinan ada masalah. Kemudian, dengarkan suara mobil secara seksama. Jika ada suara berdenging yang tidak lazim, mungkin usia transmisi mobil tidak akan lama lagi. 


Selain itu, saat mesin dalam kondisi hidup dan tuas transmisi digeser ke posisi R, D atau yang lainnya, perhatikan ada suara aneh yang muncul dalam unit transmisi. Perhatikan juga mobil menghentak dengan tidak lazim atau tidak. Jika menghentak dan ada bunyi 'jedak', besar kemungkinan transmisi matic bermasalah. 


Ditulis oleh RIZKY YUNIHARTO
Terakhir diupdate: 04 Sep 2021 | 10:00 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

tipsotomotifmobilmaticawet