Mobil Listrik dan Mobil Bensin
Mobil Listrik atau Mobil Bensin

Mobil Listrik Masih Redup, Mending Mobil Bensin

22 Nov 2017 | 15:31 WIB
BAGIKAN

Beberapa waktu lalu Gembar gembor mobil ramah lingkungan mulai mencuat. Bahkan pemerintah memprediksi kalau tahun 2025 produksi mobil listrik akan mencapai target 400 ribu unit. Hingga saat ini Mobil Listrik tengah berkembang pesat di seluruh dunia. Banyak prediksi, cepat atau lambat, mobil ramah lingkungan ini bakal menggantikan peran mobil bensin atau Diesel di jalan raya.


Mobil Listrik Masih Redup, Mending Mobil Bensin



Berdasarkan survei yang dilakukan PT Nissan Motor Indonesia (NMI), kecenderungan konsumen untuk membeli mobil listrik masih kecil. Pasalnya, mobil listrik belum sepopuler mobil bermesin konvensional.

"Kami melakukan survei kepada 1.700 responden soal elektrifikasi. Pertama, kecenderungan membeli kendaraan berdasarkan tipe energi, dengan ranking satu, dua, dan tiga. Mobil Internal Combustion Engine (ICE) itu 97,6 persen, ada di ranking satu dan dua," jelas Davy J Tuilan, Vice President Director of Marketing and Sales PT NMI, di ICE, BSD, Tangerang Selatan, yang dilansir dari liputan6.com.

Lanjut Davy, ketika masuk mobil Diesel juga tidak terlalu populer. Menariknya, ketika melihat hasil mobil hybrid, sebesar 20 persen, dan ini sudah termasuk kendaraan listrik.

"Jadi, kecenderungan belinya sangat kecil," tambahnya.

Saat ini kecenderungan masyarakat terkait kehadiran mobil listrik memang sangat rendah. "Mengetahui mobil hybrid hanya 24 persen, dan listrik 15 persen. Tapi kalau secara umum, yang mengetahui mobil listrik hanya separuh dari mobil hybrid. Jadi, awarness di mobil listrik masih sangat rendah," tutupnya.

Nah gimana Anak Garasi? kira-kira bakal bertahan sama mobil bermesin konvensional atau akan beralih ke mobil listrik?


Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 22 Nov 2017 | 15:31 WIB
BAGIKAN