Bunyi mobil
Bunyi mengganggu mobil

Muncul Bunyi Mengganggu Pada Mobil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

15 Jul 2021 | 14:29 WIB

Membeli sebuah mobil tidak hanya melihat kondisi tampilan luarnya saja, tetapi kita juga harus mengecek kondisi bagian interior, eksterior hingga performa dari mobil itu sendiri. Tidak semua orang paham bahwa pengecekan kondisi mobil harus dilakukan secara mendetail dan menyeluruh termasuk dari kesehatan kaki-kaki mobil.

Muncul Bunyi Mengganggu Pada Mobil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kaki-kaki mobil terdiri dari banyak komponen mulai dari komponen pengendalian mobil, suspensi mobil dan komponen lainnya. Usut punya usut, kerusakan pada komponen kaki-kaki mobil bisa menyebabkan pengendalian mobil berkurang. Namun tenang Sahabat, kamu bisa mengetahui kerusakan sejak dini dari bunyi atau tanda-tanda yang berasal dari bagian tersebut. Apa saja sih tanda-tanda kerusakan kaki-kaki mobil yang membahayakan pengendalian mobil. Yuk simak di bawah ini.

Komponen Constant Velocity Joint (CV Joint)

Bunyi-bunyian yang umumnya terjadi pada komponen kaki-kaki mobil ada di bagian suspensi mobil yang dinamakan Constant Velocity Joint (CV Joint) atau as kopel (outer shaft). Adanya kerusakan suspensi pada komponen ini akan menimbulkan bunyi yang selalu muncul saat mobil berbelok.

Muncul Bunyi Mengganggu Pada Mobil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

CV Joint biasa digunakan untuk mobil berpenggerak roda depan yang berfungsi untuk meneruskan putaran ke roda penggerak. Masalah yang kerap terjadi di komponen ini diawali pada karet pelindung CV joint yang rusak atau akibat pemakaian dan usia. Jika karet pelindung ini sobel, secara otomatis akan membuat pelumasnya keluar dan mudah dihinggapi kotoran. Alhasil, CV Joint makin lama akan semakin aus karena kotoran dan debu.

Komponen Link Stabilizer

Muncul Bunyi Mengganggu Pada Mobil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Selain CV Joint, komponen lain yang sering mengalami kerusakan adalah link stabilizer. Umumnya kerusakan pada link stabilizer didahului dengan bunyi saat kemudi diputar atau belok. Adanya suara tersebut jelas sedikit mengganggu kita saat berkendara. Bunyi yang ditimbulkan tersebut disebabkan karet support pada link stabilizer yang sudah aus atau pecah. Kalau kerusakan pada link stabilizer ini sudah parah, bunyi yang dikeluarkan akan semakin keras dan handling mobil akan terganggu. Jika sudah begitu, satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan mengganti link stabilizer.

Komponen Rack Steer

Kerusakan kaki-kaki mobil lainnya ada pada komponen rack steer. Kerusakan pada rack steer umumnya terjadi akibat umur pemakaian, kondisi jalan atau perilaku mengemudi yang agresif. Biasanya kerusakan yang terjadi pada rack steer bermula dari robeknya karet boot roda, lalu masuk kotoran dari luar akan menempel pada bagian gigi penghubung yang sudah dilumasi dengan gemuk atau grease, sehingga putaran gigi penghubung jadi berat dan berpotensi merusak gigi rack dan pinion-nya.

Muncul Bunyi Mengganggu Pada Mobil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Khusus untuk mobil yang sudah menggunakan sistem electric power steering (EPS), jika pergerakan gigi sudah aus akan mengakibatkan pembacaan sensor gerak menjadi berantakan. Jika didiamkan, lama kelamaan akan merembet ke peranti lain seperti sensor EPS-nya. Indikasi awal adanya masalah kaki-kaki mobil khususnya pada komponen rack steer di mobil yang sudah menggunakan electric power steering, biasanya setir jadi loss atau dapat berputar tetapi terasa berat karena tidak mampu meng-assist.

Komponen Tie-rod dan Long Tie-rod

Sebagai penghubung antara kemudi dengan roda, tie rod memiliki beban kerja yang cukup besar. Seiring pemakaian, komponen ini tentunya akan mengalami kerusakan. Ketika rusak, tie rod akan menimbulkan banyak gejala seperti gejala kemudi yang terasa oblak dan melayang dan ada bunyi ‘klek’ saat roda dibelokkan.

Muncul Bunyi Mengganggu Pada Mobil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara yang paling ampuh untuk memeriksa kondisi tie-rod adalah dengan mendongkrak kedua roda depan hingga tidak bersentuhan dengan permukaan jalan lalu gerakkan roda dengan cara memegang sisi kanan dan kiri ban memakai tangan. Goyang-goyangkan agak kuat ke depan dan belakang, lalu cermati gejala yang muncul atau tidak. Saat tie rod atau long tie rod rusak, akan muncul gejala roda yang oblak dan kamu harus segera membawanya ke bengkel untuk dilakukan pengecekan.

Ciri kerusakan pada suspensi mobil

Suara Berdecit Saat Melewati Polisi Tidur

Suspensi Mobil Bermasalah? Kenali Ciri dan Cara Merawatnya

Pernahkah Sahabat sedang melewati polisi tidur di daerah rumahmu atau tanjakan yang tidak terlalu tinggi dan mendengar bunyi berdecit dari mobil yang kurang enak untuk didengar. Suara yang muncul tersebut juga disertai guncangan di mobil yang berlebih. Jika kamu merasakan hal tersebut di mobil kamu saat ini, bisa jadi suspensi mobil kamu perlu perhatian lebih. Sebab, bisa jadi bunyi dan guncangan yang terjadi di mobil Sahabat diakibatkan oleh rusaknya suspensi mobil yang sudah tidak bisa lagi meredam guncangan dengan baik.

Peredaman Suspensi Mobil Rusak

Selain bunyi berdecit, mobil juga akan sulit untuk melakukan pengereman secara optimal jika suspensi mobil rusak. Keadaan tersebut diakibatkan oleh lemahnya proses peredam dan tekanan ban yang berkurang sehingga ketika Sahabat melakukan pengereman menjadi tidak stabil.

Suspensi Mobil Bermasalah? Kenali Ciri dan Cara Merawatnya

Seperti yang dilansir dari Kumparan, menurut kepala bengkel Auto2000, gejala kerusakan suspensi mobil yang diakibatkan oleh tekanan ban akan berimbas pada suspensi dan mobil akan terasa limbung ketika sedang digunakan. Selain itu, ban juga bisa dijadikan indikasi yang vital dalam mencari tahu kerusakan suspensi. Bila tekanan angin ban cepat habis dan permukaan ban tidak rata, seperti bergelombang akan membuat suspensi mobil Sahabat tidak seimbang.

Suspensi Bocor

Hal yang paling mudah untuk melihat apakah suspensi mobil Sahabat rusak atau tidak adalah dengan mengidentifikasi adanya kebocoran pada suspensi atau tidak. Jika ditemukan suspensi dalam keadaan basah karena oli, itu bisa disebabkan oleh robeknya karet seal suspensi atau as shock yang tergores atau baret.

Suspensi Mobil Bermasalah? Kenali Ciri dan Cara Merawatnya

Tanda kerusakan suspensi mobil yang paling umum adalah dengan melakukan pengecekan oli suspensi yang rembes atau tidak. Jika oli rembes, maka bisa dikatakan kalau suspensi Sahabat perlu dilakukan perbaikan karena seal suspensi robek atau getas karena waktu.

Bodi Mobil Tidak Stabil

Hal terakhir yang bisa kamu ketahui sehat atau tidaknya suspensi mobil kamu adalah dengan mendeteksi kondisi bodi. Sahabat bisa melihat rata atau tidaknya bodi mobil saat melewati tanjakan. Jika saat menanjak mobil terasa tidak stabil alias miring, itu bisa diakibatkan oleh rusaknya suspensi mobil.

Suspensi Mobil Bermasalah? Kenali Ciri dan Cara Merawatnya

Selain itu, Sahabat bisa juga memastikannya dengan menekan kap bagasi. Bila saat ditekan mobil terasa mengayun-ayun, berarti ada yang tidak beres dengan suspensi kamu. Masalah yang terjadi tersebut bisa disebabkan oleh berkurangnya kemampuan suspensi dalam menahan beban yang ada di mobil. Sahabat juga harus memperhatikan jumlah muatan yang akan dibawa, jangan sampai terlalu banyak karena akan memperburuk kerusakan suspensi mobil dan membahayakan.

Foto: Garasi.id

Ditulis oleh RIZKY YUNIHARTO
Terakhir diupdate: 15 Jul 2021 | 14:29 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

perawatanmobilgarasiidtipsperawatan
Logo Garasi.id
Copyright © 2024 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family