E-Toll
E-Toll Belum 100 Persen

Penggunaan E-Money di Jalan Tol Belum 100 Persen

04 Jan 2018 | 16:26 WIB

Penggunaan uang elektronik atau e-money untuk jalan tol masih belum mencapai target sepenuhnya. PT Jasa Marga selaku salah satu pengelola jalan tol mengungkapkan dari target 100 persen hingga batas 31 Oktober 2017, penggunaan uang elektronik baru menyentuh 98,4 persen.

Penggunaan E-Money di Jalan Tol Belum 100 Persen


Jasa Marga sendiri saat ini melayani 3,5 juta pengguna tiap harinya di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Jabotabek angka penggunanya mencapai 2,3 juta per hari.

"Sebenarnya secara keseluruhan sudah 100 persen. Yang 1,6 persen itu lebih ke kasus-kasus tertentu," ucap Raddy R. Lukman selaku VP Operations Management Jasa Marga, seperti yang dilansir dari Otosia.com.

Adapun kasus yang dimaksud yaitu kekurangan saldo khususnya saat melewati jalan tol terintegrasi. Pasalnya gerbang tol terintegrasi memang tak dilengkapi sistem sortir saldo uang elektronik.

"Khususnya di gerbang terintegrasi, seperti kurang saldo. Karena ketika masuk di-tap palang terbuka, begitu di-tap di tujuan ternyata kurang saldo. Kalau kita patok harga maksimal di awal, belum tentu orang mau. Karena memang di gerbang masuk kita loloskan, tidak difilter saldonya," jelas Raddy.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Jasa Marga pun telah menyediakan kantong-kantong pengisian saldo uang elektronik di sekitaran jalan tol. Diharapkan masa transisi dari pembayaran tunai menjadi uang elektronik bisa tercapai sepenuhnya hingga akhir tahun 2017.

"Di kantor gerbang kita bisa isi saldo sekarang. Di ATM-ATM atau toko swalayan di tempat istirahat. Selain itu merchant-merchant terkait bank penerbit kartu juga ada," jelas Raddy.

Foto : Garasi.id


Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 07 Mei 2020 | 23:20 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

beritaetolle-moneycashbelumberhasilmobilbarubekasberkendarajakartabekasidepoktanggerang