Recall 5.000 Unit
Aston Martin Recall

Recall 5.000 Unit Lebih Mobil Aston Martin

18 Jan 2018 | 11:00 WIB
BAGIKAN

Akibat kabel dan girboks yang bermasalah, membuat Aston Martin harus melakukan recall pada mobil yang dipasarkannya di Amerika Serikat. Setidaknya ada 5.500 unit mobil yang identik dengan kendaraan James Bond harus diperbaiki di bengkel resmi.

Recall Aston Martin ini merupakan imbauan dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat itu menganggap, masalah kabel baterai (aki) dan girboks di beberapa model Aston Martin harus dilakukan tindakan segera.

Recall 5.000 Unit Lebih Mobil Aston Martin

Imbauan NHTSA cukup berdasar. Pasalnya jika tidak cepat ditangani dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Kabel aki yang buruk bisa menimbulkan kebakaran. Sedangkan girboks yang diteliti ditemukan tak dapat diposisikan untuk parkir.

Produk yang bermasalah terdiri DB9, DBS, Rapide, Virage, dan Vanquish produksi antara 2009 dan 2016. Tak kurang 3.493 unit dari model tersebut mengalami masalah di posisi P, girboksnya. Hal ini bisa membuat mobil bisa bergerak saat diparkir di jalan miring.

Untuk kabel baterai yang rawan rusak meliputi 1.953 unit dari lini DB9 dan DBS Coupe. Kabel itu berpotensi mudah terbakar dalam suhu tinggi. Jumlah 5.000 unit mungkin terdengar sedikit bagi angka kendaraan. Namun menurut Motortrend, distribusi merek ini hanya 3.600 unit pertahunnya, seluruh dunia. Karenanya jumlah ini perlu dianggap sebagai sebuah perhatian khusus.

Pihak Aston Martin AS enggan berkomentar. Namun kabarnya, perbaikan akan dilakukan mulai 1 Februari 2018 mendatang. Sedangkan saat ini, Aston Martin baru memulai komunikasi dengan para pemilik mobil yang terindikasi bermasalah. Dan sejauh ini, belum ada berita apakah terjadi masalah yang menyebabkan korban.

Recall bukan hal baru bagi Aston Martin. Sebelumnya, tahun lalu, pabrikan yang bermarkas di Gaydon, Inggris melakukan recall ribuan unit mobilnya di Amerika Serikat lantaran sistem penguncian double lock. Sistem penguncian itu dianggap berbahaya bagi pemiliknya.

Pada sistem itu, dirancang tidak bisa dibuka jika penguncian dilakukan dari luar. Sehingga dianggap tidak sesuai dengan standar keamanan yang berlaku Amerika Serikat.

Akibat hal itu, Aston Martin harus memasang perangkat tambahan guna menonaktifkan sistem double lock. Sementara produk yang bermasalah kala itu yakni Aston Martin DB9, DBS, V8 Vantage, Virage, Rapide, Vanquish, V12 Vantage, dan V12 Zagato yang diproduksi 2010 hingga 2015. 

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 18 Jan 2018 | 11:00 WIB
BAGIKAN