BBM
Premium mulai dihapus

Sambut Asian Games 2018, Premium di 'Pensiunkan'

03 Apr 2018 | 16:00 WIB

Sejumlah SPBU di pulau Jawa mulai terlihat tidak menjual BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Premium. Alhasil, Pertalite jadi yang paling murah yang bisa didapat masyarakat. Lantas benarkah Premium sudah mulai dihapuskan?

Arya Dwi Pramita, External Communication Manager PT Pertamina Persero menjelaskan, permintaan bensin Premium saat ini memang mulai berkurang. Alasannya, karena pergeseran tren yang disebabkan oleh manufaktur kendaraan. "Yang jelas permintaan yang berkurang itu Premium. Karena tadi shifting itu, produsen mobil mintanya oktannya minimal 92. Tren itu berpengaruh ke masyarakat. Minat Premium menurun," ungkap Arya.

Sambut Asian Games 2018, Premium di 'Pensiunkan'

Menurut Arya lagi, tren itu bukan hal aneh karena sudah saatnya Premium dipensiunkan. "Kalau kita pikir jangka panjang, kita sudah harus move on dari oktan 88. Ini sudah (RON) 92 ke atas eranya. Terus tuntutan EURO 4, sedang negara lain sudah EURO 5. Ini BBM sudah tidak direkomendasikan dipakai," tegas Arya.

Sementara Pertamina, tak punya kuasa untuk memutuskan Premium harus dihapuskan. Keputusan ada pada pemerintah yang meregulasi jenis bahan bakar tertentu (JBT) seperti minyak tanah, solar dan jenis bahan bakar khusus penugasan, yakni Premium melalui Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. "Kalau lihat dari regulasi, pemerintah mengharapkan dalam waktu dekat ini oktan 88 (Premium) sudah tidak digunakan. Peraturan Menteri (Permen LHK) No. 20 tahun 2017 bilang oktannya minimal 91. Artinya, pemerintah harus mengevaluasi lagi kebijakan penggunaan oktan 88. Karena penugasan oktan 88 ada di Perpres itu."

Beralihnya konsumen dari Premium ke Pertalite atau Pertamax merupakan hal baik. Pasalnya, penggunaan bbm dengan oktan lebih tinggi, menghasilkan emisi gas buang yang lebih baik, yang berpengaruh pada udara di lingkungan yang juga lebih bersih. Apalagi Indonesia saat ini dituntut bisa menyediakan udara lebih bersih untuk menyambut Asian Games 2018 yang digelar Agustus tahun ini.

Jadi, meski belum punah, Premium sudah selayaknya tidak digunakan lagi. Kalau mengikuti Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan soal EURO 4, minimal bensin RON 91 digunakan sebagai standar yang layak digunakan. 

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 07 Mei 2020 | 14:35 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarujualbelibekasbensinBBMpremiumpertaliteeuro4euro5jakartaindonesiadepokbekasitanggerangotomotif