Merawat Rem Secara Rutin Meningkatkan Keselamatan Dalam Berkendara
Merawat Rem Secara Rutin Meningkatkan Keselamatan Dalam Berkendara

Simak! Ini Penyebab Rem Mobil Kamu Bermasalah

19 Feb 2022 | 11:31 WIB

Rem mobil merupakan salah satu komponen penting yang tidak bisa diabaikan ya, Sahabat Garasi. Performa rem yang maksimal memudahkan pengguna untuk mengendalikan mobil dan menjaga keamanan penumpang. Untuk itu, perawatan rem mobil perlu diperhatikan.

Rem mobil terdiri dari beberapa komponen, di antaranya cakram, bantalan rem atau kanvas, master cylinder, dan sistem anti-lock untuk mencegahnya macet ketika ditekan terlalu keras, ‘Penyakit’ yang sering terjadi adalah rem mobil keras.

Rem mobil keras disebabkan adanya penyumbatan di dalam sistem pengereman. Kondisi seperti ini jelas tak bisa dibiarkan karena dapat mengancam keselamatan. Mobil memiliki banyak bagian yang harus dipastikan bekerja dengan sempurna agar aman dan nyaman digunakan sehari-hari.


Ketahui Cara Kerja Komponen Sistem Rem Mobil

Ketahui Cara Kerja Komponen Sistem Rem Mobil


Hal ini termasuk sistem pengereman yang merupakan aspek penting pada sisi keselamatan. Pengecekan sistem pengereman patut dilakukan dengan lebih teliti untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Ada beberapa masalah yang bisa menghampiri sistem pengereman mobil. Contohnya muncul bunyi saat rem diinjak hingga rem kurang pakem. Di samping itu, masalah yang juga sering ditemui ialah injakan pedal rem mobil terasa keras.

Sistem pengereman mobil dan kendaraan pada umumnya bekerja dengan memanfaatkan gesekan yang terjadi antara kampas rem dengan bidang pengeremannya. Pada mobil-mobil modern biasanya menggunakan rem cakram untuk roda depan dan rem tromol di roda belakang.


Berikut ini penyebab rem mobil bermasalah atau keras:

1. Selang Vakum Tersumbat

Komponen ini menghubungkan pompa vakum dengan booster rem. Pada dasarnya selang vakum berfungsi menyalurkan udara yang diperlukan booster rem untuk menekan kaliper. Udara tersebut didapat dari bagian intake manifold.

Ada kalanya kotoran bisa ikut masuk ke dalam saluran ini. Lama-lama kotoran tersebut menumpuk dan menghambat aliran udaranya. Akibatnya bisa ditebak, booster rem tidak mendapat udara yang dibutuhkan menekan kaliper. Pengemudi pun akan merasa injakan pedal rem remnya mengeras. Fungsi komponen ini sangat krusial pada sistem pengereman mobil.

2. Karet Membran Booster Rem Getas

Injakan pedal rem keras juga bisa disebabkan oleh masalah yang terjadi pada booster rem. Komponen ini memiliki bentuk seperti tabung dengan diameter cukup lebar. Mirip dua buah mangkuk yang disatukan.

Di dalamnya terdapat membran atau lapisan-lapisan yang terbuat dari besi dan karet. Keberadaannya diperlukan untuk menciptakan sekat antara bagian yang memiliki kevakuman konstan dan variabel atau berubah-ubah tergantung dari tekanan pedal rem.

Membran besi dan karet tersebut akan bergerak maju dan mundur ketika pedal rem dioperasikan. Sialnya, seiring dengan usia pakai kendaraan maka lapisan yang terbuat dari karet bisa getas sehingga mengurangi elastisitasnya.

Pada kondisi semacam ini, Sahabat Garasi akan merasakan injakan pedal rem yang keras. Di samping itu, lapisan yang terbuat dari besi juga bisa mengalami penurunan kondisi. Terlebih lagi jika terjadi kebocoran minyak rem yang menyusup masuk dari master cylinder di depan booster rem. Sifat minyak rem yang korosif dipastikan akan merusak bagian dalam booster rem.

Baca Juga: AC Mobil Kamu Bau Tidak Sedap, Mungkin Ini Penyebabnya!


3. Wheel Cylinder Rusak

Penyebab rem mobil keras juga bisa dikarenakan kerusakan wheel cylinder. Komponen ini bisa ditemui pada setiap roda yang dilengkapi dengan rem tromol, umumnya roda belakang. Wheel cylinder memiliki bentuk tabung memanjang dengan ukurannya terbilang kecil.

Komponen ini terhubung dengan kampas rem dan berada di bagian atas tromol. Adapun fungsinya mirip dengan kaliper pada rem cakram. Yakni meneruskan dorongan hidrolik dari master rem menjadi tenaga mekanik untuk menggerakkan kampas rem. Dengan begitu kampas rem bisa bertemu dengan bidang pengereman. Gesekan yang jadi pada akhirnya akan memperlambat dan menghentikan laju mobil.

Wheel cylinder itu sendiri terbagi dalam dua jenis, tergantung tipe tromol yang digunakan. Tromol tipe leading trailing menggunakan wheel cylinder yang memiliki dua buah piston. Sedangkan tromol uni servo menggunakan wheel cylinder yang hanya dilengkapi satu piston.

Komponen ini terdiri dari beberapa bagian. Paling ujung terlihat ada karet yang disebut boots kemudian di baliknya terdapat piston, seal, dan pegas. Komponen ini juga dilengkapi dengan bleeder screw yang berguna untuk membuang angin dari sistem hidrolik pengereman.

4. Kampas Rem Habis

Permasalahan yang terjadi pada sistem pengereman seringkali berhubungan dengan kampas rem. Hal ini termasuk ketika rem mobil keras saat diinjak. Kondisi tersebut akan makin terasa jika kampas rem yang habis hanya di satu sisi roda. Entah hanya bagian kiri atau kanan saja.

Terdapat beberapa cara untuk mendeteksinya selain dari injakan pedal rem yang keras. Salah satu ciri kampas rem habis ialah munculnya bau hangus ketika rem dioperasikan. Untuk diketahui, kampas rem memiliki jadwal penggantian berkala yang direkomendasikan oleh pabrikan. Mayoritas menyarankan penggantian kampas rem setiap 60.000—70.000 km untuk mobil dengan transmisi manual dan 35.000—40.000 km untuk mobil dengan transmisi otomatis.

Baca Juga: Sering Terpampang, Sebenarnya Apa itu SOHC dan DOHC Pada Mobil?


Masalah-masalah tersebut bisa diatasi apabila Sahabat Garasi melakukan perawatan berkala untuk kendaraan Kamu. Perawatan Rem mobil sebenarnya sangat mudah loh Sahabat Garasi. Ini caranya:

  • Perhatikan Pelumas Rem

Penting untuk memastikan pelumas rem harus sepenuhnya terisi cairan, jangan sampai bercampur dengan udara yang bisa menciptakan gelembung, yang kemudian akan mengurangi efektivitas pengereman. Pelumas rem perlu diganti setiap jangka waktu tertentu.

Pelumas rem ini berfungsi untuk menyerap air dan menyebarkan panas ke seluruh bagian rem. Jika pelumas rem sudah berwarna pekat, atau paling lama dua bulan, saat itulah pelumas sudah harus diganti.

  • Cek Cakram dan Kanvas

Cakram rem bersifat terbuka dan selalu menghadapi jalanan berdebu dan tanah jalanan. Hal tersebut berdampak pada menempelnya kotoran dan debu pada kanvas rem atau piston dan mengurangi efektivitasnya. Kedua bagian tersebut, yaitu cakram rem dan kanvasnya perlu dibersihkan secara rutin.

Gunakan Kampas Rem Yang Berkualitas

Gunakan Kampas Rem Yang Berkualitas

  • Cek Kaliper

Kaliper atau bagian rem yang menekan kanvas rem ke mesin penggerak sehingga laju mobil melambat juga bagian vital yang perlu diperhatikan. Kaliper memang jarang rusak, tapi beberapa faktor tertentu dapat menyebabkan berkurangnya performa kaliper rem, seperti kondisi goyang atau bergetar, yang biasanya ditandai dengan rem yang terasa tersendat-sendat saat dioperasikan dan kurang pakem.


Jika Kamu ingin melakukan perawatan mobil secara berkala Garasi.id sedang ada promo Gaspol In Love di bulan yang penuh kasih sayang untuk kendaraanmu dan diskon hingga 50%, promo ini berlaku hingga 28 Februari 2022.


Ditulis oleh ALDY SURYA
Terakhir diupdate: 19 Feb 2022 | 11:31 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

tipsotomotifperawatanremservisrem
Logo Garasi.id
Copyright © 2024 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family