Cat mobil pengaruhi harga
Jual Beli Mobil Bekas

Tahu Tidak, Warna Bisa Pengaruhi Harga Mobil Seken Tetap Stabil

01 Feb 2019 | 11:25 WIB
BAGIKAN

Menjual mobil dengan harga yang tidak terlalu jauh dari harga belinya merupakan keuntungan bagi pihak penjual. Perlu diketahui, harga mobil memang akan mengalami penurunan setelah beberapa lama dibeli karena faktor depresiasi atau penyusutan aset.

Akan tetapi, bukan tidak mungkin bagi penjual untuk membuat harga mobil seken tetap tinggi atau tidak terjual terlalu murah. Salah satu trik yang bisa Sahabat Garasi lakukan adalah mengubah warna mobil tersebut.

Tahu Tidak, Warna Bisa Pengaruhi Harga Mobil Seken Tetap Stabil

Mengubah Warna Mobil Menjadi Lebih Terang

Dalam sebuah studi yang dilakukan di Amerika, salah satu faktor yang memengaruhi harga jual mobil bekas adalah warna cat mobil. Mobil bekas yang dicat berwana terang, misalnya kuning, harganya diperkirakan lebih tinggi daripada mobil yang dicat dengan warna-warna standar seperti hitam atau putih.

Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan terhadap mobil bekas berwarna cat terang. Bahkan, semakin jarang ditemukan mobil dengan warna cat tersebut atau semakin sulit dicari di pasaran, harganya akan semakin tinggi. 

Pada umumnya, produsen sangat jarang memproduksi mobil berwarna terang. Dari seluruh populasi yang dijual di pasaran, hanya sekitar 1,5 persen saja yang berwarna demikian. Ini menyebabkan permintaan konsumen cukup tinggi. Jadi, tak heran jika harganya pun ikut naik.

Contohnya, untuk mobil yang bercat oranye, depresiasi harga selama 3 tahun sebesar 21,6 persen. Sementara itu, untuk mobil bercat kuning sebesar 22 persen, cokelat 28,5 persen, dan hijau 24,5 persen.

Sebaliknya, untuk mobil-mobil berwarna monoton seperti putih dan abu-abu, depresiasinya lebih besar, yaitu sekitar 29,5 persen. Sementara perak sebesar 30,6 persen dan hitam sebesar 30,2 persen. Rata-rata, depresiasi harga mobil seken akan turun sebesar 29,8 persen selama 3 tahun. 

Di Indonesia, produksi mobil dengan cat mencolok bisa dibilang sudah mulai lumayan banyak. Contohnya, Honda Jazz RS yang berwarna kuning terang dan Toyota Sienta yang berwarna oranye. Ada juga Nissan X Trail yang menawarkan pilihan mobil berkelir perunggu.

Nah, bagaimana jika mobil yang ingin Sahabat jual masih berwarna standar, seperti hitam, perak, atau putih? Alternatif yang bisa dilakukan adalah melakukan pengecatan ulang. Memang, tindakan ini membutuhkan modal yang cukup besar. Namun, mengingat potensi penjualannya, tidak ada salahnya Sahabat mencoba, bukan?

Baca juga: Mau Beli Mobil? Ini 5 Tips Simpel Memilih Mobil Bekas Berkualitas

Jika berniat mengecat mobil, Sahabat perlu memastikan hal ini dilakukan oleh tenaga profesional. Dengan demikian, hasilnya akan lebih mulus dan tampak seperti aslinya. Bagaimana jika ingin melakukannya sendiri? Boleh saja, asal Sahabat tahu tekniknya.

Supaya Hasil Cat Maksimal

Risiko paling tidak diinginkan saat mengecat ulang mobil adalah kilaunya hilang dalam satu hingga dua tahun. Bahkan, jika tergores oleh benda-benda biasa, catnya sangat mudah terkelupas. Hal ini tentu tidak dinginkan karena membuat tampilan mobil menjadi tidak sempurna lagi.

Menurut teori, ada 3 hal yang perlu diperhatikan agar pengecatan berhasil dengan maksimal. Pertama, jenis cat yang digunakan. Ada 3 jenis cat yang biasa digunakan untuk mobil, yaitu cat stoving, cat urethene, dan cat lacquer. Karakter ketiganya berbeda, demikian pula harganya. Semakin mahal harga cat, kualitasnya tentu akan semakin baik.

Kedua,  perhatikan pelapisan vernish. Vernish biasa dilakukan setelah proses pengecatan. Tujuannya bukan hanya agar mobil terlihat mengilat, tetapi juga untuk melindungi cat mobil. Dengan vernish berkualitas bagus, hasil cat pun akan lebih tahan lama.

Terakhir, perlakuan terhadap mobil harus hati-hati. Misalnya, tidak menempatkan mobil yang baru dicat ulang langsung di bawah sinar matahari. Meskipun menggunakan car cover, hal ini tidak banyak menolong. Akibatnya, cat mobil akan lebih mudah terlihat kusam.

Setelah melakukan pengecatan ulang, Sahabat pun bisa memasarkan mobil tersebut di Garasi.id, tempat jual beli mobil bekas secara online untuk mendapatkan pembeli yang tepat. Siapa tahu, setelah mengubah warnanya, harga mobil seken menjadi lebih tinggi.

Foto : Garasi.id


Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 01 Feb 2019 | 11:25 WIB
BAGIKAN