Rem ABS Mobil
ABS System

Tidak Hanya Rem ABS Mobil, Yuk Kita Pahami Sistem Pengereman Lainnya

01 Jun 2021 | 10:53 WIB

Fitur keamanan kendaraan yang disematkan pada sistem pengereman ternyata bukan hanya (Anti-lock Braking System) yang kerap didengar. Namun masih ada beberapa lagi selain rem abs mobil, seperti yang sudah mulai banyak digunakan, yaitu Brake Assist (BA) dan Electronic Brake Force Distribution (EBD). 

Tommy Hermansyah, Product Knowledge Dept PT Toyota Astra Motor pada acara "Safety Workshop", menjelaskan, perbedaan ketiganya. Rem ABS mobil, BA, dan EBD sendiri masuk dalam ketegori fitur active safety, atau komponen yang bertugas untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Rem ABS Mobil

Mulai dari rem ABS mobil, kata Tommy, teknologi ini pertama kali diaplikasikan untuk pesawat terbang, agar tidak tergelincir ketika mendarat, karena kondisi jalan yang tidak selalu sama. Baru kemudian disematkan pada kendaraan roda empat dan roda dua. Kamu juga bisa membaca Pahami Rem Mobil Mulai dari Manfaat Hingga Dampaknya

Sederhananya, rem ABS mobil sendiri berfungsi untuk membuat roda tidak terkunci ketika pengemudi mengerem terlalu dalam (force brake). Membuat roda tidak bisa dikontrol dan digerakkan ke kiri maupun ke kanan, sehingga sulit menghindari objek tabrak. 

Selain Rem ABS Mobil, Yuk Kita Pahami Sistem Pengereman Yang Lain

"Jadi ketika mobil ada ABS-nya, rem abs mobil otomatis akan membuka dan menutup, jadi buka-tutup buka-tutup untuk mencegah mobil stuck, yang akhirnya mendapat traksi dan bisa dibelokkan. Ini sangat berguna ketika jalan licin atau berpasir dan melakukan force braking," kata Tommy, melansir laman Kompas.com Rabu (29/3/2017).

Brake Assist (BA) / EBA

BA merupakan singkatan dari "Brake Assistance" sedangkan EBA adalah "Emergency Brake Assistance", yang secara bahasa keduanya berarti bantuan pengereman. BA dan EBA bukanlah fitur yang terpisah, melainkan dua istilah untuk satu fitur yang sama.

Fitur BA/EBA berfungsi meningkatkan tekanan rem dalam kondisi darurat. Fitur Brake  Assist ini dibuat karena menurut hasil penelitian, banyak kecelakaan dan tabrakan terjadi karena pengemudi menginjak rem kurang dalam pada kondisi darurat. Misalnya karena panik sedangkan jarak dengan objek tabrakan terlalu dekat.

Cara kerja BA/EBA dengan sensor yang memonitor kecepatan roda dan kekuatan injakan rem oleh pengemudi saat pengereman mendadak. Komputer secara otomatis memerintahkan penambahan tekanan kanvas rem jika pengemudi menginjak rem tidak terlalu kuat pada kondisi panic braking. Sebagai hasilnya, fitur ini mengurangi jarak henti hingga 20% jika dibandingkan pengereman tanpa fitur ini.

Pada mobil-mobil yang canggih di zaman sekarang, fitur BA/EBA dikombinasikan dengan rem ABS mobil/EBD dan bahkan sudah ada fitur rem ABS mobil yang menggunakan sensor untuk mendeteksi objek di depan mobil, sehingga secara otomatis mobil akan mengurangi kecepatan untuk menjaga jarak aman dengan mobil di depan dan menghentikan mobil jika akan menabrak walau pengemudi tidak menginjak rem.

Electronic Brake Force Distribution (EBD) 

EBD merupakan singkatan dari Electronic Braking Distribution, yang dalam bahasa Indonesia berarti fitur pengaturan distribusi tekanan rem secara elektronik.

Fitur EBD ini berfungsi mengatur tekanan rem sesuai beban dan kecepatan masing-masing roda, sehingga secara keseluruhan pengereman dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Atau dengan kata lain, merupakan fitur penyeimbang tekanan rem pada masing-masing roda.

Fitur EBD dibuat sebagai pendukung fitur ABS, karena dalam perkembangan teknologi pengereman, fitur ABS ternyata dianggap belum mencukupi kondisi ideal, sehingga para pakar otomotif dunia mengembangkan fitur EBD untuk memperpendek jarak pengereman sampai mobil benar-benar berhenti.

EBD memfungsikan sensor yang memonitor beban pada setiap roda, cara kerjanya, jika pengemudi menginjak pedal rem, maka sensor membaca beban yang dipikul setiap roda, kemudian komputer memerintahkan kanvas rem untuk menekan piringan rem atau tromol sesuai beban masing-masing roda sehingga pengereman menjadi seimbang.

Sebagai hasilnya jarak pengereman menjadi lebih pendek dan lebih efektif. Mekanisme kerja EBD tersebut diperlukan saat mobil melalui lintasan yang tidak rata, menanjak, menurun atau dalam kondisi menikung, karena beban masing-masing roda akan berbeda-beda.

Dalam praktisnya, teknologi rem EBD selalu digandengkan dengan fitur rem ABS mobil. Kedua fitur tersebut biasa ditulis ABS+EBD atau ABS/EBD, karena keduanya berfungsi secara terintegrasi dan saling bekerja sama sebagai fitur keselamatan.

Sensor diletakkan pada setiap roda untuk memonitor tekanan rem dan beban masing-masing roda. Setiap sensor mengirimkankan sinyal ke system komputer mobil baik piranti rem ABS mobil maupun EBD, untuk selanjutnya komputer mengatur tekanan hidrolik pada minyak rem dengan menentukan saat yang tepat untuk melepaskan rem atau memberi tekanan kembali dalam waktu singkat.

Secara ringkas dapat dijelaskan, ketika pengemudi menginjak rem secara mendadak dan roda mengunci, EBD-lah yang menentukan roda mana yang akan mendapat tekanan rem paling kuat.

Kemudian saat pengemudi memutar setir kekiri atau kekanan, piranti rem ABS mobil memberi sinyal untuk mengurangi tekanan pengereman pada roda tertentu agar kembali berputar, hingga mencegah roda tersebut mengunci dan mobil dapat dikendalikan sesuai kebutuhan.

Nah Sahabat, begitulah pengertian dari sistem pengereman salah satunya rem ABS mobi. Agar tidak bingung, ada baiknya Sahabat juga mengetahui tentang merawat rem ABS mobil.

Merawat Rem ABS Mobil

Selain cara menggunakan rem ABS mobil, Sahabat juga perlu tahu cara merawat rem ABS mobil untuk menghindari rem bermasalah sendiri.

Rem ABS mobil merupakan salah satu fasilitas peranti anti-lock system yang kini sedang tren di kalangan produsen. Hal ini karena pengereman model rem ABS mobil adalah sistem pengereman yang aman.

Akan tetapi rem ABS mobil kadang rentan akan masalah yang bisa menghampiri. Bahkan untuk perbaikan rem ABS mobil ini cukup memakan waktu dan cukup rumit. Oleh sebab itu, memiliki kendaraan dengan sistem rem ABS mobil perlu dilakukan perawatan dengan rutin agar tetap maksimal kerjanya.

Selain Rem ABS Mobil, Yuk Kita Pahami Sistem Pengereman Yang Lain

Pengereman ABS memiliki tiga sistem yaitu modul, sensor, dan komputer di Electronic Control Unit (ECU) mobil. Sensor pada sistem rem ABS mobil tersebut memiliki peran yang penting dalam menangkap sinyal perintah pengereman.

Kemudian data dari sensor akan diterjemahkan oleh computer di ECU, lalu dilanjutkan ke master rem. Saat inilah master rem melaksanakan tugasnya memberi tekanan pada caliper rem.

Perannya yang sangat penting dan cukup rumit tersebut sangat bahaya sekali apabila sampai rusak. Maka dari itu perlu dirawat dan rajin diperisakan agar terhindar dari kerusakan. Untuk itu, supaya rem ABS mobil terhindar dari kerusakan, berikut adalah cara mudah mencegah rem ABS mobil bermasalah dan tips perawatannya yang bisa Sahabat ketahui :

1. Jangan Mengocok Rem Terlalu Sering

Ternyata menginjak pedal rem terlalu sering bisa menyebabkan rem blong. Kebiasaan ini padahal sering sekali dilakukan pengendara mobil, yaitu mengerem mendadak dan tiba-tiba. Biasanya pengendara yang mengalami keadaan darurat kerap kali melakukan rem mendadak. Jadi jika Sahabat tidak mengalami keadaan darurat, sebaiknya hindarilah mengerem mendadak.

Selain Rem ABS Mobil, Yuk Kita Pahami Sistem Pengereman Yang Lain

Menginjak pedal terlalu sering ketika berkendara berarti telah mengirim sinyal yang tidak dibutuhkan sensor rem ABS mobil. Pijakan demi pijakan pada pedal akan membuat sensor mengalami keausan dengan cepat. Apabila sensor mengirim sinyal yang salah ke komputer mobil, maka rem ABS mobil akan beralih ke posisi mengunci walaupun si pengemudi tidak melakukan pengereman.

2. Membersihkan Sensor

Cara mudah mencegah rem ABS mobil bermasalah yang berikutnya adalah membersihkan sensor. Sensor rem ABS mobil terletak di kaliper rem yang apabila ingin membersihkannya harus hati-hati. Jika kaliper rem sudah rusak dan aus, lalu Sahabat mau memperbaikinya di bengkel, maka bengkel yang bersangkutan sebaiknya telah memahami tentang rem ABS mobil. Sebab prinsip kehati-hatian guna mengganti kaliper yang rusak perlu diperhatikan. Jika tidak hati-hati maka sensor bisa rusak yang berakibat pada fungsi ABS yang tidak normal.

Selain Rem ABS Mobil, Yuk Kita Pahami Sistem Pengereman Yang Lain

Untuk membersihkan sensor, Sahabat bisa menggunakan cairan spray pembersih yang dijual di toko onderdil. Bersihkan sensor dua bulan sekali, dan bagian yang bermagnet sangat penting untuk dibersihkan. Perlu Sahabat ketahui bahwa sensor yang kotor juga akan mempengaruhi kerja dari sistem pengereman ABS.

3. Mengganti Minyak Rem

Mengganti minyak pada rem juga merupakan cara mudah mencegah rem ABS mobil bermasalah yang mudah untuk dilakukan. Jika minyak rem sudah berkurang, maka segeralah ganti dengan yang baru. Karena mekanisme kinerja rem ABS juga bergantung pada adanya minyak rem.

Selain Rem ABS Mobil, Yuk Kita Pahami Sistem Pengereman Yang Lain

Ingat lihat tanggal kadaluarsa dari minyak rem itu sendiri, perhatikan pula tabung minyak rem yang terdapat ruang udara dapat muncul bakteri ataupun unsur kimia lainnya yang terbawa udara.

Saat inilah bisa terjadi reaksi kimia yang besar, sehingga kualitas oli juga akan berubah. Perhatikan pula indikator ABS yang berada di dashboard mobil untuk mengecek kondisi rem ABS mobil.

Demikian artikel mengenai tips menggunakan rem ABS mobil dan cara mudah mencegah rem ABS mobil bermasalah yang bisa Sahabat ketahui. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat ya Sahabat.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh RIZKY YUNIHARTO
Terakhir diupdate: 01 Jun 2021 | 10:53 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

ragamremmobilremABSinfootomotifGarasiid
Logo Garasi.id
Copyright © 2024 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family