Mengganti oli mesin mobil secara mandiri di rumah memang bisa menghemat biaya servis. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, kesalahan kecil justru bisa berdampak besar pada performa hingga keawetan mesin. Yuk, Sahabat simak beberapa kekeliruan yang kerap terjadi dan wajib dihindari pemilik mobil agar mobil tetap dalam kondisi prima.
Mengisi Oli Terlalu Banyak
Menurut ahli dalam keterangannya di Kompas.com, salah satu kesalahan paling umum adalah menuangkan oli melebihi kapasitas yang dianjurkan pabrikan.
Sebagai contoh, jika kapasitas oli mesin 3,2 liter dan konsumen membeli kemasan 4 liter, maka seharusnya masih tersisa sekitar 0,8 liter. Seluruh isi kemasan tidak boleh langsung dituangkan ke dalam mesin.
Kelebihan oli dapat membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Putaran poros engkol bisa terhambat karena permukaan oli di bak penampungan terlalu tinggi. Bahkan, oli berlebih berisiko tersedot ke ruang bakar melalui katup blow-by gas. Dampaknya, knalpot dapat mengeluarkan asap putih pekat dan performa mesin menurun.
Mengencangkan Baut Panci Oli Terlalu Keras
Masih menurut ahli dalam keterangannya di Kompas.com, pengencangan baut panci oli seharusnya mengikuti torsi yang direkomendasikan pabrikan, yakni sekitar 25–30 Nm.
Jika baut dikencangkan terlalu keras, ulir bisa rusak. Dalam kondisi tertentu, kerusakan ini mengharuskan pembongkaran panci oli untuk perbaikan. Apabila dibiarkan, oli dapat merembes keluar sedikit demi sedikit hingga akhirnya habis tanpa disadari, kondisi yang tentu beresiko bagi mesin.
Lupa Memanaskan Mesin Terlebih Dahulu
Ahli juga menjelaskan bahwa penggantian oli sebaiknya dilakukan setelah mesin dipanaskan terlebih dahulu.
Tujuannya agar kotoran yang mengendap di bak oli lebih mudah tercampur dan ikut terbuang saat proses pengurasan. Jika mesin dalam kondisi dingin, endapan kotoran bisa tertinggal sehingga hasil penggantian oli menjadi kurang optimal.
Langkah sederhana ini sering terlupakan, padahal berperan penting dalam memastikan oli lama terkuras dengan maksimal.
Tidak Mengganti Filter Oli
Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah tidak mengganti filter oli bersamaan dengan penggantian oli mesin.
Filter oli menyimpan banyak kotoran yang tertahan pada bagian saringan. Jika tidak diganti, oli baru akan cepat terkontaminasi residu lama. Padahal, tujuan utama mengganti oli adalah mendapatkan pelumas yang bersih agar mampu melumasi komponen mesin secara optimal.
Sahabat, mengganti oli mesin sendiri memang boleh saja dilakukan, asalkan tetap memperhatikan prosedur yang benar. Hindari mengisi oli berlebihan, kencangkan baut sesuai torsi, panaskan mesin sebelum menguras oli, dan jangan lupa mengganti filter.
Dengan lebih teliti dan waspada, Sahabat bisa menjaga performa mesin tetap optimal serta mencegah kerusakan yang tidak perlu. Mobil sehat, perjalanan pun jadi lebih nyaman.