Dongkrak menjadi salah satu perlengkapan wajib yang harus tersedia di setiap mobil milik Sahabat. Meski bentuknya terlihat sederhana, alat ini punya peran penting saat kondisi darurat, terutama ketika ban mobil bocor atau pecah di tengah perjalanan.
Fungsi dongkrak sendiri adalah mengangkat sebagian body mobil agar proses penggantian ban atau pengecekan bagian bawah kendaraan bisa dilakukan dengan aman. Selain digunakan pemilik kendaraan pribadi, dongkrak juga menjadi alat utama di bengkel untuk servis, spooring, hingga mencuci bagian kolong mobil.
Namun, penggunaan dongkrak tidak boleh dilakukan sembarangan Sahabat. Salah posisi atau salah memilih jenis dongkrak justru bisa membahayakan pengemudi maupun kendaraan.
Ada kasus dimana sejumlah kendaraan mengalami pecah ban akibat menghantam jalan berlubang di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Banyak pengendara akhirnya harus menepi dan mengganti ban menggunakan ban serep. Kondisi seperti ini membuat Sahabat wajib memahami cara mendongkrak mobil yang benar agar proses penggantian ban tetap aman.
Jenis-Jenis Dongkrak Mobil
Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis dongkrak mobil yang umum digunakan. Masing-masing memiliki fungsi, kelebihan, dan kekurangan tersendiri.
Dongkrak Botol atau Tabung
Dongkrak botol memiliki bentuk menyerupai tabung atau botol dengan sistem hidrolik. Cara penggunaannya cukup mudah, yakni dengan memompa tuas agar tekanan hidrolik mengangkat kendaraan.
Kelebihan dongkrak ini adalah bentuk ringkas dan mudah dibawa, mampu mengangkat beban cukup berat, cocok untuk mobil pribadi maupun kendaraan niaga ringan.
Namun, dongkrak botol tetap memiliki keterbatasan Sahabat. Jika digunakan tidak sesuai prosedur, sistem hidrolik bisa mengalami kebocoran sehingga perlu perawatan berkala.
Dongkrak Gunting
Dongkrak gunting merupakan jenis yang paling sering ditemukan sebagai bawaan standar mobil. Bentuknya kecil dan ringan sehingga mudah disimpan di bagasi. Berbeda dengan dongkrak hidrolik, dongkrak ini bekerja secara manual sehingga membutuhkan tenaga lebih saat digunakan.
Kelebihannya praktis dan ringan, harga lebih terjangkau, dan cocok untuk kondisi darurat. Meski begitu, dongkrak gunting umumnya hanya cocok digunakan pada mobil penumpang dengan bobot ringan.
Dongkrak Buaya
Dongkrak buaya identik dengan bengkel karena ukurannya besar dan bobotnya cukup berat. Jenis ini menggunakan sistem hidrolik sehingga proses mengangkat mobil terasa lebih ringan dan stabil.
Keunggulan dongkrak buaya lebih aman dan stabil, mudah digunakan, cocok untuk servis rutin. Sayangnya Sahabat, harga yang relatif mahal dan ukuran besar membuat dongkrak ini jarang dimiliki pengguna mobil pribadi.
Cara Mendongkrak Mobil yang Benar
Selain memilih jenis dongkrak yang tepat, Sahabat juga wajib memahami prosedur mendongkrak mobil agar aman dan tidak membahayakan.
Periksa Kondisi Dongkrak
Sebelum digunakan, pastikan kondisi dongkrak masih layak pakai. Cek apakah ada kebocoran oli pada sistem hidrolik, baut longgar, atau komponen yang rusak. Jika ditemukan kerusakan, sebaiknya jangan dipaksakan karena dapat menyebabkan dongkrak gagal menopang kendaraan.
Cari Permukaan yang Rata
Pastikan mobil berada di permukaan datar dan stabil. Hindari mendongkrak mobil di jalan menurun, miring, atau permukaan tanah yang lembek karena dapat membuat mobil tidak seimbang.
Gunakan Titik Tumpu yang Tepat
Tidak semua bagian bawah mobil aman dijadikan titik tumpuan dongkrak. Pada mobil dengan bodi monocoque, titik tumpu biasanya berada di bawah sisi samping mobil atau area lower arm suspension. Sedangkan mobil dengan ladder frame atau sasis terpisah bisa menggunakan bagian frame yang kuat sebagai titik tumpuan. Biasanya pabrikan juga sudah memberikan tanda titik dongkrak pada bagian bawah kendaraan.
Longgarkan Baut Ban Terlebih Dahulu
Jika tujuan mendongkrak mobil adalah mengganti ban, longgarkan baut roda sebelum mobil diangkat. Cara ini akan mempermudah pelepasan ban dan mencegah roda ikut berputar saat baut dibuka.
Angkat Mobil Secukupnya
Saat mendongkrak, Sahabat tidak perlu mengangkat mobil terlalu tinggi. Idealnya sekitar 10–15 cm dari permukaan tanah agar ban bisa dilepas dengan aman tanpa membuat mobil kehilangan keseimbangan.
Pastikan Penumpang Turun dari Mobil
Sebelum proses mendongkrak dilakukan, seluruh penumpang sebaiknya turun dari kendaraan untuk mengurangi beban dan menjaga kestabilan mobil selama proses penggantian ban.
Memahami jenis dongkrak dan cara penggunaannya sangat penting, terutama saat menghadapi kondisi darurat di jalan. Selain memastikan dongkrak tersedia di mobil, jangan lupa rutin memeriksa kondisinya agar selalu siap digunakan kapan saja ya Sahabat.