Demi Aman Berkendara, Lakukan Pengecekan Rem Mobil Usai Perjalanan Jauh

Pemeriksaan Rem Mobil Setelah Perjalanan Jarak Jauh

05 Jan 2026 | 12:02 WIB

Mobil yang baru saja digunakan untuk perjalanan jauh, terutama saat libur panjang, sebaiknya tidak langsung dipakai kembali untuk aktivitas harian tanpa pemeriksaan. Salah satu komponen yang paling penting untuk dicek adalah sistem pengereman. Selama perjalanan jarak jauh, rem bekerja jauh lebih berat dibandingkan penggunaan normal, mulai dari menghadapi kemacetan, jalan menurun, hingga kondisi jalan yang berdebu dan berlumpur. Jika diabaikan, risiko yang muncul bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengemudi dan penumpang.


Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan dalam artikel Kompas.com bahwa setelah mobil dipakai perjalanan jauh, pemeriksaan rem sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Namun, ada beberapa bagian yang perlu mendapat perhatian lebih karena paling rentan mengalami penurunan kondisi.

Komponen pertama yang wajib diperiksa adalah kampas rem depan dan belakang. Pemakaian jarak jauh berpotensi membuat kampas lebih cepat menipis, terlebih jika mobil sering melewati jalanan berdebu atau kondisi lalu lintas yang padat. Kampas rem yang sudah terlalu tipis tidak hanya mengurangi daya pengereman, tetapi juga bisa merusak cakram atau tromol jika dibiarkan terlalu lama.


Selain keausan alami, debu, pasir, lumpur, dan kotoran jalanan juga dapat menempel di area rem. Kotoran tersebut berpotensi menjadi media pengikis antara kampas dan cakram atau tromol. Dampaknya, performa rem bisa menurun dan komponen menjadi lebih cepat aus. Oleh karena itu, pembersihan area rem sangat dianjurkan agar kinerja tetap optimal dan umur pakai komponen lebih panjang.

Cakram dan tromol rem juga perlu dicek kondisinya. Pastikan permukaannya masih rata, tidak bergelombang, dan ketebalannya masih dalam batas aman. Rem yang jarang dirawat dapat menyebabkan cakram atau tromol aus lebih cepat, sehingga pengereman menjadi kurang pakem dan tidak konsisten.


Pemeriksaan berikutnya adalah minyak rem. Konsumen perlu memastikan volume minyak rem berada pada batas yang dianjurkan dan warnanya masih jernih. Minyak rem yang sudah keruh atau berwarna gelap menandakan kualitasnya menurun karena terkontaminasi air. Kondisi ini berbahaya karena dapat memicu terjadinya vapour lock, yang berisiko menyebabkan rem blong saat digunakan dalam kondisi berat.

Selang dan seal rem juga tidak boleh luput dari pengecekan. Pastikan tidak ada rembesan atau kebocoran pada area tersebut. Kebocoran minyak rem dapat membuat pedal terasa dalam atau ngempos, sehingga tekanan pengereman tidak tersalurkan secara maksimal ke piston dan kampas rem.


Terakhir, fungsi rem tangan perlu dipastikan tetap optimal. Rem tangan sangat penting untuk menahan kendaraan saat parkir maupun dalam kondisi darurat, seperti ketika mobil berhenti di tanjakan. Setelan rem tangan yang terlalu tinggi atau terlalu longgar dapat mengurangi efektivitasnya.


Dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem rem setelah perjalanan jauh, pengemudi dapat memastikan mobil tetap aman dan nyaman digunakan kembali untuk mobilitas sehari-hari. Perawatan sederhana ini menjadi langkah penting untuk mencegah risiko kecelakaan akibat kegagalan pengereman.

Ditulis oleh ALVINA NURHALIZA
Terakhir diupdate: 05 Jan 2026 | 12:02 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

garasiidremmobilservisremminyakremkampasremtipsotomotif
Copyright © 2026 PT. Digital Otomotif Indonesia All Rights Reserved