Penyebab Engsel Pintu Mobil Berkarat dan Cara Merawatnya agar Awet

Pintu Mobil Seret dan Berdecit? Bisa Jadi Engselnya Berkarat!

26 Jan 2026 | 12:20 WIB

Karat pada engsel pintu mobil merupakan persoalan yang cukup sering terjadi, namun kerap luput dari perhatian pemilik kendaraan. Padahal, kondisi ini tidak hanya mempengaruhi tampilan, tetapi juga dapat berdampak pada fungsi dan kenyamanan penggunaan mobil.

Engsel yang mulai berkarat biasanya membuat pintu terasa berat saat dibuka atau ditutup. Selain itu, suara berdecit yang muncul bisa mengganggu, dan jika dibiarkan terlalu lama, keausan pada engsel dapat terjadi lebih cepat dari seharusnya. Dengan memahami penyebab munculnya karat serta cara penanganan yang tepat, pemilik mobil dapat menjaga performa sekaligus memperpanjang usia pakai kendaraan.

Karat terbentuk akibat reaksi antara logam dengan udara dan kelembaban yang menghasilkan oksida besi. Proses ini berlangsung perlahan namun terus-menerus, sehingga permukaan logam lama-kelamaan akan terkikis. Kondisi lingkungan yang lembab, mobil yang sering terkena air hujan, paparan garam di jalan, serta kotoran yang menumpuk di area engsel menjadi faktor utama pemicu korosi.

Kurangnya pelumasan juga mempercepat terjadinya karat. Tanpa lapisan pelindung, celah-celah kecil pada engsel akan mudah dimasuki air dan debu. Selain itu, kendaraan yang sering diparkir di ruang terbuka tanpa atap memiliki risiko karat lebih besar dibandingkan mobil yang disimpan di garasi tertutup.

Berdasarkan informasi dari sumber resmi Suzuki, pemilik mobil di wilayah beriklim tropis dengan intensitas hujan tinggi perlu memberikan perhatian ekstra pada kondisi engsel pintu. Penanganan yang ditunda bukan hanya memperparah karat, tetapi juga berpotensi merusak komponen lain seperti handle pintu hingga rangka pintu.

Faktor Penyebab Karat pada Engsel Pintu Mobil

Penyebab utama karat adalah reaksi oksidasi antara besi, air, dan oksigen. Air yang masuk ke bagian engsel dan terperangkap di area yang sulit terlihat akan mempercepat proses korosi, terutama jika lapisan cat atau pelumas sudah menipis.

Selain itu, keberadaan garam baik dari udara laut di wilayah pesisir maupun sisa garam jalanan dapat mempercepat kerusakan logam. Garam berperan sebagai penghantar yang mempercepat reaksi kimia, sehingga karat muncul dalam waktu lebih singkat.

Cara Mengatasi dan Mencegah Karat Engsel

Perawatan rutin menjadi kunci utama pencegahan karat. Membersihkan engsel pintu secara berkala, khususnya setelah mobil terkena hujan atau melintasi jalan berlumpur dan berpasir, sangat dianjurkan. Gunakan kain bersih dan cairan pembersih ringan untuk menghilangkan sisa kotoran.

Setelah itu, aplikasikan pelumas khusus logam atau grease anti-karat. Pelumas ini berfungsi sebagai lapisan pelindung yang menghalangi kontak langsung antara logam dan udara lembab, sehingga proses oksidasi dapat ditekan.

Apabila karat sudah mulai terlihat, penggunaan cairan atau semprotan anti-karat seperti rust converter dapat membantu menghentikan penyebaran korosi. Namun, jika kondisi engsel sudah parah, sebaiknya mobil dibawa ke bengkel resmi atau ditangani oleh teknisi profesional untuk pemeriksaan lanjutan dan kemungkinan penggantian komponen.


Ditulis oleh ALVINA NURHALIZA
Terakhir diupdate: 26 Jan 2026 | 12:20 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

garasiidengselpintukaratperawatanmobilantikarat
Copyright © 2026 PT. Digital Otomotif Indonesia All Rights Reserved