Menjumper aki kerap menjadi jalan keluar paling cepat ketika mobil mendadak tak bisa distarter karena daya listrik melemah. Meski terlihat sederhana, prosedur ini menyimpan risiko jika dilakukan tanpa pemahaman yang benar. Menurut ahli dari bengkel GK Auto Service dalam keterangan Kompas.com mengingatkan bahwa kesalahan kecil saat proses jumper bisa berujung pada kerusakan komponen kelistrikan yang biayanya tidak sedikit. Bahkan dalam kondisi tertentu, potensi bahaya seperti percikan api hingga ledakan juga bisa terjadi.

Salah Urutan Memasang Kabel Jumper
Kesalahan paling umum terjadi pada urutan pemasangan kabel. Banyak orang terburu-buru menyambungkan kabel tanpa memperhatikan prosedur yang tepat. Padahal, pemasangan harus diawali dengan kabel merah ke kutub positif aki mobil yang bermasalah, lalu disambungkan ke kutub positif aki mobil donor. Setelah itu, kabel hitam dipasang ke kutub negatif aki mobil donor, dan ujung satunya ditempelkan pada bagian logam atau ground di ruang mesin mobil yang mogok.
Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko percikan api di sekitar aki. Area sekitar aki bisa mengandung gas hidrogen yang mudah terbakar. Jika kabel negatif langsung ditempelkan ke kutub aki mobil yang soak, percikan kecil saja dapat memicu reaksi berbahaya. Selain itu, kesalahan urutan juga berpotensi menyebabkan arus pendek yang berdampak pada modul elektronik kendaraan modern yang sensitif.
Menggunakan Kabel dengan Spesifikasi Tidak Memadai
Tidak sedikit pemilik kendaraan menggunakan kabel jumper seadanya. Kabel yang terlalu tipis atau kualitasnya rendah sering kali tidak mampu mengalirkan arus besar yang dibutuhkan motor starter. Akibatnya, proses jumper menjadi tidak efektif meski sudah tersambung dengan benar.
Lebih jauh lagi, kabel yang tidak sesuai spesifikasi bisa mengalami panas berlebih ketika dialiri arus tinggi. Dalam kondisi ekstrem, lapisan pelindungnya dapat meleleh dan menimbulkan risiko korsleting. Karena itu, pemilihan kabel dengan ukuran inti tembaga yang memadai dan penjepit yang kuat menjadi faktor penting dalam proses jumper yang aman.

Kondisi Aki Mobil Donor Kurang Prima
Banyak yang mengira semua mobil bisa menjadi pendonor arus listrik. Padahal, aki mobil donor harus dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas yang cukup. Jika aki pendonor lemah, suplai daya tidak akan optimal dan justru bisa membebani sistem kelistrikan kedua kendaraan.
Untuk membantu suplai listrik lebih stabil, mesin mobil donor sebaiknya dalam keadaan hidup. Putaran mesin dapat sedikit dinaikkan agar alternator menghasilkan arus yang lebih besar. Dengan demikian, proses pengisian daya sementara ke aki yang tekor dapat berlangsung lebih efektif tanpa menguras aki donor secara berlebihan.
Perangkat Elektronik Tetap Menyala
Kesalahan lain yang sering diabaikan adalah membiarkan perangkat elektronik tetap aktif saat proses jumper berlangsung. Sistem audio, pendingin kabin, lampu, hingga aksesori tambahan seharusnya dimatikan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengurangi beban listrik sekaligus menghindari lonjakan tegangan ketika arus mulai mengalir.
Mobil modern dipenuhi berbagai modul elektronik yang sensitif terhadap perubahan tegangan mendadak. Lonjakan arus saat proses jumper bisa berdampak pada komponen seperti ECU atau sensor-sensor penting jika tidak diantisipasi dengan mematikan perangkat elektronik sebelumnya.
Memaksakan Aki yang Sudah Tidak Layak
Jika aki menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik seperti retak, bocor, atau usia pakai yang sudah terlalu lama, proses jumper sebaiknya tidak dilakukan. Aki dalam kondisi tersebut lebih rentan terhadap kegagalan dan berpotensi menimbulkan bahaya saat menerima aliran listrik tambahan..
Dengan memahami potensi kesalahan saat menjumper aki, Sahabat bisa lebih berhati-hati dan menyerahkan penanganan pada ahli agar sistem kelistrikan mobil tetap aman. Untuk solusi yang lebih praktis dan aman, layanan Asisten Darurat dari Garasi.id siap membantu kapan saja, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, termasuk hari libur. Tim profesional dapat menjumper aki dengan prosedur tepat, serta menangani masalah lain seperti mobil mogok, ban kempes, atau kehabisan bahan bakar, sehingga Sahabat bisa merasa tenang dan perjalanan tetap lancar.












