Berganti Merk Oli
Mitos Larangan Berganti Merk Oli

Apakah Bahaya Sering Berganti Merk Oli? Ini Jawabannya

12 Feb 2019 | 18:07 WIB
BAGIKAN
Mungkin karena lagi ada diskon harga, pengendara suka gonta-ganti merek oli mesin. Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah masalah, namun tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa mesin kendaraan akan mengalami kendala. Lantas, mana ya yang benar?

Sebelum Sahabat Garasi cari tau tentang bahaya atau tidaknya berganti-ganti merk oli, Sahabat Garasi harus tau terlebih dahulu fungsi oli pada mobil. Yakni sebagai pelumas yang melindungi komponen saat bergesekan, mambersihkan kotoran yang ada pada mesin, pendingin mesin dan juga pelindung mesin dari karat dan reaksi kimiawi akibat panas. Mesin terbuat dari logam tertentu dengan tingkat porositas, berat dan kekuatan tertentu sehingga pada mesin biasanya sudah memiliki patokan tentang spesifikasi oli yang sesuai.

Apakah Bahaya Sering Berganti Merk Oli? Ini Jawabannya

Mesin mobil jaman tahun 90 an kebanyakan memiliki tingkat kekentalan yang tinggi sehingga untuk mesin mobil generasi 90an mungkin kurang cocok dengan oli yang banyak beredar sekarang yang kebanyakan lebih encer, hal ini karena logam yang dipakai untuk membuat mesin tahun 90an berbeda dengan jaman sekarang, selain logam, teknnologi pembuatan mesin mobil juga terus berkembang sehingga menghasilkan komponen yang lebih presisi dengan celah antar komponen menjadi lebih sempit. Celah sempit ini kalau diisi oli kental malah oli tidak bisa masuk ke bagian yang seharusnya dilumasi oleh oli Sahabat Garasi.

Nah ada pertanyaan yang sangat sering diungkapkan bahwa apakah berbahaya jika sering gonta-ganti merk oli? sering berganti merk oli sebenarnya tidak berbahaya Sahabat Garasi, asalkan tepat dan bukan oli palsu.

Bila mengganti dengan merk dan spesifikasi yang tepat rasanya tidak masalah, maksudnya tepat disini seperti tingkat kekentalannya, material yang digunakan untuk oli, jangan sampai salah memakai oli mobil matic untuk mobil manual atau sebaliknya. Yang terpenting adalah mengganti oli sesuai dengan kilometer yang sudah ditempuh mobil misalnya tiap 5000 sampai 10.000 km, jadi jangan memakai oli palsu dan juga perhatikan kode yang tertera pada kemasan ya Sahabat Garasi.

Baca juga: Tahukah Sahabat, Menambahkan Oli Mesin Pada Mobil Itu Tidak Disarankan

Dampak yang timbul bila berganti oli yang tidak sesuai

Tahukah Sahabat kalau masih terus memaksakan mengganti-ganti merek oli yang tidak sesuai pada kendaraan, hal yang fatal dan efek berbahaya untuk kendaraan kita akan muncul. Simak dulu yuk ulasannya di bawah ini.

1. Mesin Panas

Masalah yang paling umum jika oli yang Sahabat ganti berbeda dengan oli sebelumnya yaitu mesin menjadi panas.

Hal ini bisa disebabkan karena oli baru yang Sahabat gunakan mengandung bahan-bahan yang jika tercampur dengan bahan dari oli lama menyebabkan reaksi kimia dan memunculkan jenis bahan lain yang berdampak oli menjadi kurang baik dalam melumasi gear dan perangkat didalam mesin.

Nah, akibatnya saat kendaraan digunakan gesekan yang timbul akan membuat mesin jadi terlalu panas atau overheat. Duh, jangan sampai deh ya.

2. Menimbulkan Endapan atau Kerak

Selain membuat mesin jadi kelewat panas, bahan atau senyawa yang bercampur dari oli baru dan lama dapat juga menimbulkan kerak, lho. Hal ini ternyata bisa berbahaya jika menumpuk terlalu lama, bisa menyebabkan performa mesin menurun.

Nah, ada saran nih dari Garasi.id yaitu lakukan flashing atau pembersihan oli lama terlebih dahulu sebelum meggunakan oli baru. Caranya cukup mudah, namun sedikit menguras kantong. 

Pertama-tama yaitu ganti oli lama dengan oli merek baru, kemudian hidupkan mesin sebentar sehingga oli baru dapat mencapai seluruh bagian mesin dengan sempurna.

Setelah itu, buang oli tersebut dan masukkan lagi oli yang baru agar memastikan oli lama sudah bersih sehingga mengurangi resiko efek buruk yang ditimbulkan.

Jika Sahabat merasa sayang karena harus membuang oli mobil yang lama, Sahabat juga bisa nih menggunakan mobil Sahabat dahulu beberapa km untuk menghabiskan stok oli yang lama. Namun sebaiknya kurang dari 1000km, ya.

Baru  setelah itu Sahabat bisa ganti olinya dengan yang baru. Eits, tapi lain halnya nih jika efek buruk yang timbul terasa sekali saat digunakan berkendara, sebaiknya cepat-cepat diganti saja ya oli mobil Sahabat.

Nah Sahabat, begitulah alasan kenapa tidak dianjurkan untuk berganti-ganti merk oli. Jadi mulai sekarang bila ingin berganti merk oli, lebih diperhatikan lagi sesuai ketentuan ya. 
Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 12 Feb 2019 | 18:07 WIB
BAGIKAN