Aki Basah
Merawat Aki Mobil

Begini Cara ‘Manjakan’ Aki Mobil Agar Tetap Awet

11 Mei 2019 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Untuk menyalakan mesin mobil, ada satu komponen vital yang bertugas untuk menyediakan energi memutar dinamo starter dan kemudian menjalankan siklus mesin. Komponen tersebut adalah accumulator, atau yang lebih kerap dikenal sebagai accu atau aki. Aki merupakan baterai bagi kendaraan yang berperan untuk menyediakan dan menyimpan daya untuk semua kebutuhan energi listrik pada mobil, mulai dari dinamo starter, lampu-lampu hingga sistem elektrik mobil. Tak heran jika komponen ini menjadi vital untuk diperhatikan guna menjamin kenyamanan saat berkendara.

Begini Cara ‘Manjakan’ Aki Mobil Agar Tetap Awet

Di kalangan masyarakat, baterai mobil umumnya dikenal beberapa jenis yakni aki kering, dan aki basah. Namun sebenarnya, 'genus' dari aki hanya terbagi menjadi dua kelompok yakni Low Maintenance (minim perawatan) dan aki Free Maintenance (bebas perawatan). Adapun perbedaan antara keduanya berada pada komponen bagian di dalamnya. Pasalnya, seluruh aki mobil saat ini masih mengenakan cairan yang sama yakni rangkaian kimia H2SO4 atau yang lebih dikenal dengan asam sulfat.

Perawatan Aki Basah dan Aki Kering

Penggunaan aki basah pada mobil masih banyak. Berbeda dengan aki kering yang tanpa perlu melakukan perawatan rutin, pada aki basah ini diperlukan perawatan yang sebaiknya dilakukan secara berkala. Pasalnya pada aki basah ini menggunkan cairan elektrolit dan jumlahnya akan berkurang seiring lamanya waktu pemakaian. 

Aki basah perlu perawatan khusus Sahabat Garasi, Jika tidak dilakukan perawatan aki basah selain usia pakai yang berkurang juga berakibat aki tekor. Seperti yang kita ketahui, aki adalah sumber listrik yang akan digunakan untuk menyuplai daya ke beberapa sistem kelistrikan pada kendaraan. Oleh karena itu indikasi aki yang sudah tekor salah satunya bisa ditandai dengan starter yang tidak nyala atau putaranya lambat sehingga tidak bisa menyalakan kendaraan. Penyebab dari aki tekor ini banyak seperti cairan elektrolit yang habis atau arus pengisian yang kecil. Nah agar tidak terjadi hal demikian perlu dilakukan perawatan pada aki basah seperti berikut ini Sahabat Garasi:

Baca juga: Begini Cara Cari Tahu Usia Aki Mobil

Langkah pertama yang perlu Sahabat Garasi lakukan adalah pemeriksaan secara visual, apakah ada keretakan pada aki tersebut. Periksa volume cairan elektrolit, pastikan bahwa cairan elektrolit berada diantara garis lower dan upper. Jika ternyata dibawah garis lower, isi segera cairan elektrolit yang banyak dijual dipasaran. Namun yang perlu diingat Sahabat, dalam pengisian ini jangan sampai melebihi garis upper. Jika Sahabat mempunyai hydrometer, lakukan pemeriksaan terhadap berat jenis pada masing-masing sel.

Begini Cara ‘Manjakan’ Aki Mobil Agar Tetap Awet

Langkah selanjutnya, Sahabat periksa kedua terminal baterai. Jika terdapat karat atau kotoran, segera bersihkan menggunakan sikat kawat atau amplas. Karena jika kotoran atau karat dibiarkan maka akan menimbulkan tahanan berlebih, sehingga akan mengurangi tegangan baterai. Untuk langkah terakir, dengan menggunakan baterai tester atau multimeter, pastikan bahwa tegangan baterai berada diantara 12-13 volt.

Nah, dengan melakukan perawatan aki basah seperti diatas, maka aki basah pada kendaraan Sahabat akan awet. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Sahabat Garasi terutama dalam merawat aki basah.

Foto : Garasi.id
Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 11 Mei 2019 | 14:00 WIB
BAGIKAN