Agar pengereman selalu optimal, alangkah baiknya cairan rem diganti setiap 20.000 kilometer
Gejala rem blong bisa kita tanggulangi dengan cara melakukan perawatan di bagian pengereman mobil

Cairan rem DOT 3 atau DOT 4, Mana yang Lebih Baik?

02 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN

Pada umumnya, masyarakat umum menyebut cairan rem ini dengan sebutan minyak rem. Padahal, cairan yang dimaksud bisa menyatu dengan air biasa bukan berupa minyak. Pada dasarnya, cairan rem DOT 3, DOT 4 dan seterusnya memiliki sifat higroskopis. Higroskopis sendiri adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi atau adsorpsi. Jadi cairan rem itu mampu menyerap air, sedangkan minyak tidak mungkin menyatu dengan air bukan?

Nah apa sih beda DOT 3 dan DOT4? Seperti yang dilansir di situs thevehiclelab.com, cairan remDOT 3 dan DOT 4 memiliki bahan yang sama yang memiliki sifat higroskopis namun ada dua hal yang menjadi pembedanya. Pertama adalah bahan kimia yang terkandung dan yang kedua adalah titik didihnya. Perlu diingat, tidak selamanya DOT 4 bekerja maksimal jika dipakai di mobil atau kendaraan yang merekomendasikan DOT 3. Jika kamu dengan sengaja memasukkan cairan yang bukan standarnya, komponen rem bisa rusak.

Pada cairan rem DOT 4, terdapat campuran kimia yang membuat titik didihnya lebih tinggi, mencapai 255°Celsius. Sedangkan pada cairan rem DOT 3 memiliki titik didih tertinggi sebesar 245° Celsius. 

Kita misalkan, Sahabat memiliki mobil yang diisi dengan cairan rem DOT 3. Karena beberapa faktor seperti dicuci, terkena hujan atau menerobos banjir cairan rem tersebut tercampur dengan air sebanyak 3%. Cairan rem yang sudah tercampur itu dapat menyebabkan titik didih turun hingga 145° Celcius dari yang tadinya  255° Celcius. Artinya, cairan rem tersebut lebih cepat mendidih bukan. 

Air yang mendidih menyebabkan uap, dan uap itu membentuk gelembung udara. Pada kinerja sistem pengereman, jika terdapat gelembung akan sangat berbahaya karena mengurangi kemampuan cairan rem untuk menyalurkan tekanan yang mendorong kampas rem. Karena sistem pengereman sangat bergantung pada kemampuan cairan dalam menekan kampas, jika terlalu lama tidak diganti, maka kampas tidak akan bekerja dan terjadilah gejala rem blong.

Hanya di Indonesia yang memiliki cairan rem berwarna. Berwarna merah dan bening. Sebenarnya perbedaan warna hanya untuk memudahkan dalam pengontrolan apakah cairan habis atau tidak. Untuk pemilihan DOT 3 atau DOT 4, kamu bisa lihat spesifikasi mobil masing-masing, tapi ingat, jika pada mobil kamu tertulis ‘use DOT 3 or DOT 4 brake fluid’ kamu bisa menggunakan cairan rem DOT 4 pada sistem pengereman DOT 3 namun tidak dengan sebaliknya. Namun jika tertulis hanya DOT 3 atau DOT 4 saja, kamu hanya bisa menggunakan cairan rem DOT 4 atau DOT 3 saja sesuai dengan spesifikasi mobilnya masing-masing.

Sebaiknya membiasakan menguras cairan rem setidaknya satu tahun sekali atau setiap 20.000 km pada mobil dan 10.000 km pada motor. Saat memeriksa nya, sebaiknya kamu cek pula kondisi seal, piston dan kaliper rem. Pengecekan rutin ini tidak memakan biaya besar, namun besar manfaatnya bagi keselamatan kita.

Baca juga: minyak rem tidak pernah diganti ini dampak yang akan terjadi

Cara penggantian cairan rem yang baik adalah dengan mengurasnya. Seluruh cairan rem disedot dari bagian pangkal atau paling dekat dengan kaliper rem, bukan dari master rem.

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 02 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN