Formula E
Formula E

Fakta Menarik di Balik Gelaran Formula E

21 Agt 2019 | 18:01 WIB
BAGIKAN

Di awal kemunculannya, ajang balap mobil listrik atau Formula E memang tidak semeriah ajang balap Formula 1 yang saat ini sudah sangat booming. Meski penggemarnya belum seramai Formula 1, Formula E seolah menjadi tren baru dalam dunia balap. Tapi perlu diingat, huruf E bukan merujuk pada kata Electric atau Electrified, melainkan menekankan pada kata Evolution (evolusi). Berikut fakta-fakta menarik dari Formula E yang perlu kamu ketahui.

Menggunakan Motor Listrik

Berbeda dengan ajang balap Formula 1 yang menggunakan mesin berperforma tinggi, ajang balap Formula E lebih mengandalkan tenaga motor listrik sebagai penyuplai utamanya. Jika Sahabat baru pertama kali menonton atau menyaksikan ajang balap ini, mungkin terlihat bosan dan tidak penuh dengan adrenalin.

Fakta Menarik di Balik Gelaran Formula E

Mobil balap Formula E ini dimotori oleh dinamo listrik yang memiliki kapasitas tenaga tidak jauh berbeda dengan balapan lainnya. Berdasarkan data teknis, Formula E mampu melesat dari 0 sampai 100 km/jam membutuhkan waktu 3 detik dan kecepatan puncaknya hanya sampai 225 km/jam. Namun karena tidak ada proses pembakaran internal, Formula E jauh lebih senyap dengan tingkat kebisingan 80 dB. 

 Walaupun demikian, ajang balap ini merupakan tontonan menarik dengan persaingan sengit dan perang teknologi listrik di masa depan.

Sirkuit Jalan Raya

Kebanyakan balapan memang diselenggarakan di dalam lintasan sirkuit sungguhan. Namun di Formula E, sirkuit jalan raya pun bisa digunakan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan balap ini. Seperti di Hongkong dan New York, penyelenggara lebih memusatkan balapan di jalan raya tengah kota. Karena balapan ini tidak begitu menghasilkan suara yang bising, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Fakta Menarik di Balik Gelaran Formula E

Di samping itu, seperti tujuan awalnya, balapan ini pun tidak menghasilkan populasi udara seperti balapan lain. Bahkan, kehadiran balap ini di tengah kota juga sebagai daya tarik dan ajang pemasaran sendiri bagi balap Formula E.

Aerodinamika Mobil Formula E

Sama seperti namanya yakni ajang balap Formula. Dalam balapan Formula E desain mobil juga dibuat sedemikian rupa agar aerodinamika mobil berfungsi dengan baik. Jika sekilas memang sangat mirip dengan mobil Formula 1, namun untuk bagian depan sendiri mobil Formula E terlihat lebih lebar sehingga mampu mendapatkan asupan angin serta aerodinamis yang sangat besar.

Fakta Menarik di Balik Gelaran Formula E

Pit stop

Regulasi pada Formula E menyebut, selama balapan, pembalap hanya boleh memasuki area pit stop satu kali saja, dan itu digunakan untuk mengganti mobil saat baterai sudah habis guna melanjutkan balapan.

Fakta Menarik di Balik Gelaran Formula E

Jadi selama balapan berlangsung, konstruktor dan para mekaniknya dilarang mengisi ulang daya baterai, juga mengganti ban atau komponen lain saat kondisinya rusak. Selain itu, jumlah mekaniknya juga terbilang sedikit hanya sekitar 2 orang untuk membantu pembalap pindah mobil.


Baca juga: Formula E di Indonesia, ajang kampanye mobil listrik


Beda dengan Formula 1 yang bisa kapan saja masuk pit stop untuk mengganti komponen mobil termasuk ganti ban, wing, dan isi bahan bakar. Namun tidak diijinkan untuk ganti mobil. Sedangkan kalau membandingkan jumlah mekaniknya, pit stop Formula 1 bisa diisi sampai 20 orang untuk memperbaiki kerusakan mobil.

Ukuran Velg

Mobil-mobil pada Formula E menggunakan velg berukuran 18 inci yang diselimuti ban dengan alur yang bisa digunakan untuk kondisi basah maupun kering. Cukup kontras perbedaannya pada Formula 1 yang menggunakan velg berukuran 13 inci dengan ban yang berbagai macam kompon ban tergantung kondisi permukaan lintasan balap.


Nah itulah fakta-fakta menarik seputar Formula E Sahabat, apakah kamu tertarik untuk menontonnya di Jakarta 2020 mendatang?

Foto: Garasi.id

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 21 Agt 2019 | 18:01 WIB
BAGIKAN