Wangan Midnight dikenal sebagai aksi balap liar jalanan dengan menggunakan mobil-mobil Jepang
Wangan Midnight dikenal sebagai aksi balap liar jalanan dengan menggunakan mobil-mobil Jepang

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

25 Agt 2019 | 11:56 WIB
BAGIKAN

Wangan Midnight merupakan film animasi Jepang yang dirilis pada Tahun 2009. Film ini diangkat dari komik berjudul karya Michiharu Kusunoki, berkisah tentang mobil legendaris Datsun 240Z Fairlady milik Asakura Akio yang mendapat julukan "Akuma no Zetto" (Devil Z). Wangan sendiri adalah nama wilayah yang memiliki jalanan mulus dan bebas hambatan dalam kota yang sering digunakan oleh penghobi balapan untuk memacu mobilnya sekencang mungkin. 

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Di Jepang sendiri, jalan tol Wangan merupakan nama dari jalan tol route B di Tokyo, yang biasanya digunakan pembalap jalanan yang melegenda bernama Midnight Club di tahun 1990 an sebagai balap liar untuk mendapatkan top speed. Biasa orang Jepang menyebut jalan tol ini Bayshore. The Bayshore route merupakan jalan tol yang terpanjang di Tokyo, 70km panjangnya yang dimulai dari kota Yokohama, Kanazawa ward sampai kota Ichikawa. Ini merupakan rute penting yang menghubungkan pulau buatan Tokyo Bay dengan jembatan dan terowongan bawah laut dengan melewati seluruh Tokyo.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Wangan lebih daripada sebuah tempat, rute ataupun hal lainnya. Wangan merupakan sebuah lifestyle dari balap jalanan mobil-mobil JDM. JDM sendiri menginspirasi kendaraan balap atau yang lebih dikenal "street racers" seluruh dunia. The Midnight Club adalah sebuah geng balap jalanan Jepang yang secara illegal menyelenggarakan balapan top speed di Bayshore route (yang dikenal sebagai Wangan) dari Shuto expressway antara Tokyo ke Yokohama. Perkumpulan ini menjadi sangat disegani dan terkenal jahat.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Untuk mengikuti perkumpulan ini, yang terbentuk tahun 1987, adalah tidak mudah. Perkumpulan ini hanya didasari oleh sejumlah peraturan dan jauh dari yang namanya terstruktur. Mobil-mobil para pembalap di Midnight Club ini sangat mudah untuk melampaui kecepatan 250 Km/jam bahkan kecepatan lebih dari 300 km/jam adalah dianggap sudah biasa. Sebagai anggota baru, mereka hanya dianggap sebagai orang yang magang untuk jangka waktu 1 tahun, dan diwajibkan untuk menghadiri semua pertemuan yang diadakan.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Hanya sekitar 10% dari pembalap yang bisa memenuhi dan mendapatkan status keanggotaan penuh dan disini mereka harus keluar dari anggota jika pembalap tersebut memberikan dampak bahaya bagi pengemudi lain atau sesama anggota club. Anggota dari Midnight Club selalu menempel kendaraan mereka dengan stiker kecil di bagian bemper, dan yang besar berada di kaca depan bagian atas, dan beberapa ada yang menempelkan stiker midnight racing team di bagian side skirt.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Standar yang tinggi untuk para pembalap membuat polisi kesulitan untuk menangkap mereka, dimana mobil polisi juga dibatasi kecepatannya sampai 180 km/jam ini merupakan peraturan yang dibuat pada tahun 1977. Rata-rata terdapat 30 anggota di club, dan mereka bertemu di tempat yang telah direncanakan di tengah malam, yang kemudian dilanjutkan untuk balapan di Bayshore Wangan route hingga terkadang mereka menambah rute hingga Shuto expressway untuk mendapatkan jalur balap yang lebih rumit dalam meraih top speed. Pemenang dari balapan ini bisa jadi banyak faktor, seperti kemampuan untuk melihat tidak adanya kendaraan di depan atau yang mampu melewati pertama kali gerbang tol khusus.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Mobil para anggota ini dapat mencapai 320 Km/jam dengan mudah, rata-rata kendaraan mereka memiliki tenaga 400-600 Bhp dan ada anggota yang yang dirumorkan telah menghabiskan hingga $2juta untuk membangun dan memodifikasi Porsche 911 nya. Profesi dari pembalap-pembalap ini tidak pernah diketahui, yang merupakan salah satu aturan dari klub ini, para anggota tidak boleh menanyakan kepada anggota lainnya dari mana mereka mendapatkan uang tersebut untuk memodifikasi. 

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Seperti dilansir di Intersport.id, Majalah Max Power pada taun 1995 pernah mengungkap profesi dari 2 orang pembalap di Midnight Club, yang pertama pemilik RX-7 FD3S merupakan seorang property developer, dan yang lainnya yang mengendarai skyline GT-R R32 mempunyai bisnis jualan mobil. Banyak pemilik bengkel yang telah sukses yang merupakan anggota dari Midnight Club ini.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Meski mobil mobil mereka memiliki top speed yang sangat tinggi hingga mencapai 320 km/jam dan memiliki tenaga mencapai 400-600 bhp, klub ini memiliki sebuah landasan. Jika pada balapan yang dilakukan para anggota Midnight Club menimbulkan korban pengguna jalan umum, maka kelompok ini akan dibubarkan selama-lamanya.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Kenyataannya di tahun 1999, landasan klub itu harus ditepati. Di tahun tersebut Midnight Club benar benar dibubarkan. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya balapan yang dilakukan oleh anggota Midnight Club dengan anggota Club Bosozoku. Ketika balapan telah dimulai dan sedang dalam kecepatan tinggi tiba-tiba mereka memasuki area yang macet.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Kejadian ini mengakibatkan kecelakaan beruntun yang sangat dahsyat, dan menewaskan dua anggota dari bosozoku dan delapan pengendara lainnya masuk rumah sakit, dimana enam diantaranya adalah pengemudi sipil yang tidak bersalah. Merujuk kembali kepada peraturan dari club bahwa tidak boleh membahayakan atau mencelakai pengemudi lainnya baik itu pembalap ataupun bukan pembalap, sehingga kecelakaan ini membawa dampak pembubaran club secepatnya dan selamanya.

Film Wangan Midnight, Bukan Hanya Sekedar Tontonan Semata

Semenjak itu muncul beberapa klub yang mengikuti cara Midnight Club, tetapi dengan hukum lalu lintas yang ketat membuatnya menjadi susah untuk berkembang. Walaupun sudah lama tidak ada, masih banyak media otomotif mengatakan bahwa Midnight Club merupakan sumber inspirasi dari balapan jalanan di dunia.

Foto: Internet



Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 25 Agt 2019 | 11:56 WIB
BAGIKAN