Lampu mobil
Lampu mobil

Ini 5 Penggunaan Lampu yang Salah Kaprah

16 Agt 2019 | 14:30 WIB
BAGIKAN

Sahabat setuju bukan bahwa lampu kendaraan merupakan instrumen yang paling penting peranannya. Selain sebagai alat penerangan utama saat berkendara di malam hari, lampu juga berfungsi untuk komunikasi antar mobil lho Sahabat. Lampu-lampu seperti lampu utama, lampu dim, lampu sein, lampu hazard dan lampu rem semua mempunyai ‘bahasa’ masing-masing.

Namun tidak sedikit pengendara salah mengartikan peran lampu di jalan seperti memodifikasi lampu kendaraan. Padahal dengan memodifikasi lampu kendaraan dengan tidak seharusnya bisa membahayakan pengendara lainnya lho. Nah biar kamu tidak membahayakan sesama pengendara di sekitar kamu, berikut kesalahan penggunaan lampu yang salah.

Lampu Utama

Lampu utama (head lamp) pada kendaraan merupakan perangkat pemberi pencahayaan yang utama bagi kendaraan di malam hari. Berdasarkan PP No. 44 Tahun 1993 pasal 30 dan 31 (diringkas): lampu utama dekat dan jauh berwarna putih atau kuning muda.

Ini 5 Penggunaan Lampu yang Salah Kaprah

Namun saat ini banyak pemilik kendaraan yang memodifikasi lampu utama dengan lampu utama warna putih, biru dan kuning tua yang sangat menyilaukan. Bagi pengendara mobil tersebut, modifikasi lampu ini akan sangat membantu memberikan tambahan penerangan di malam hari.

Namun akan sangat mengganggu dan dapat membahayakan bagi pengendara kendaraan dari arah berlawanan karena sangat menyilaukan. Hendaknya gunakan lampu utama kendaraan standar dari pabrikan. Jika hendak melakukan modifikasi, biasanya banyak yang beralih ke HID (High Intensity Discharge) atau yang lebih dikenal dengan lampu Xenon yang mampu menghasilkan cahaya lebih terang.

Tentunya mengganti lampu Xenon tidak boleh berwarna putih kebiru-biruan ya Sahabat, harus putih kekuning-kuningan dengan batas maksimal pencahayaan 5.300 Kelvin (K).

Penggunaan Lampu Dim

Lampu dim atau mengedipkan lampu jauh, digunakan untuk memberi tanda sesama pengemudi yang saling kenal, untuk meminta jalan, sebagai isyarat ketika mau belok, pada saat cuaca buruk, digunakan untuk memperjelas orang yang akan menyeberang jalan di tempat gelap.

Ini 5 Penggunaan Lampu yang Salah Kaprah

Jangan menggunakan lampu dim secara berlebihan dan sembarangan. Misalkan ketika jalan tol padat dan terjadi konvoi panjang. Ketika pengemudi berkali-kali menyalakan lampu dim, pasti membuat jengkel pengemudi di depannya. Lampu dim digunakan sebagai sarana memberi informasi kita ke pengendara lain. Harap menggunakannya tidak berlebihan, sesuai kebutuhan saja. Jangan selalu digunakan jika kondisi jalan sedang padat merayap atau lancar dan aman-aman saja.

Penggunaan Fog Lamp

Fog lamp sudah menjadi kelengkapan standar untuk berbagai jenis mobil, bahkan city car pun juga telah dilengkapi fog lamp sebagai fitur standar. Sesuai namanya, lampu ini mestinya digunakan sebagai penerangan tambahan ketika cuaca berkabut atau hujan deras. Tapi banyak pengemudi mobil salah kaprah menggunakannya. Fog lamp sudah dianggap sama fungsinya dengan lampu utama (headlamp). Ketika berkendara di malam hari, dalam situasi apapun, lampu utama dan fog lamp seperti satu paket yang harus dinyalakan.

Ini 5 Penggunaan Lampu yang Salah Kaprah

Keluar komplek perumahan pergi ke minimarket nyalakan fog lamp. Pulang kantor menuju mall di CBD yang sama pakai fog lamp. Berkendara macet-macetan di tol dalam kota yang terang-benderang pun menyalakan fog lamp. Yang lebih berlebihan, banyak yang mengganti lampu fog lamp dengan lampu HID menyilaukan dan menyalakannya sepanjang waktu.

Lampu Hazard

Sesuai namanya "hazard", lampu ini hanya digunakan dalam kondisi darurat atau bahaya. Misalkan saat kendaraan mengalami masalah ban bocor dan harus mengganti ban bocor di bahu jalan, kendaraan mogok ditengah jalan, dsb.

Sepertinya telah menjadi salah kaprah massal bahwa jika hujan deras turun, maka pengendara mobil wajib menyalakan lampu hazard. Sebenarnya cukup nyalakan lampu senja atau lampu kecil. Mestinya lampu utama (headlamp) pun sudah mencukupi di malam hari.

Ini 5 Penggunaan Lampu yang Salah Kaprah

Jika harus mengemudi di perempatan jalan tanpa lampu lalu lintas, tidak perlu menyalakan lampu hazard sebagai isyarat bahwa anda akan jalan lurus. Cukup memperlambat laju kendaraan, jika situasi aman, kemudikan kendaraan perlahan dan terkendali melewati perempatan tersebut.

Demikian pula saat memasuki terowongan (underpass), cukup nyalakan lampu senja atau lampu kecil, dan bukan lampu hazard.

Penggunaan Lampu Rem

Terinspirasi dari adu balap Formula-1, akhir-akhir ini banyak sekali pemilik mobil yang menambahkan stop-lamp kedip berbentuk segitiga kecil sebagai tambahan lampu rem. Biasanya stoplamp ini ditempatkan dibagian bawah bumper belakang.

Mobil MPV dan SUV keluaran terbaru saat ini biasanya sudah terpasang high mount stop lamp sebagai kelengkapan standard. Lampu rem ketiga ini terpasang di bagian atas tengah kendaraan atau di bagian tengah spoiler belakang mobil. Jika kemudian ditambah lagi dengan 'stop lamp F1' kesannya terlalu ramai dan berlebihan.

Ini 5 Penggunaan Lampu yang Salah Kaprah

Bahkan tidak sedikit saat pengendara menyetir malam hari di belakang mobil yang terpasang lampu rem standar kanan-kiri, high mount stop lamp dan stop lamp F1 yang keempatnya dibuat berkedip-kedip ketika pedal rem diinjak. Sehingga bukannya menambah faktor safety, tetapi justru mengganggu dan membahayakan karena membuat silau pengendara di belakang.

Foto: Garasi.id & Internet


Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 16 Agt 2019 | 14:30 WIB
BAGIKAN