katalis konverter berfungsi untuk mengurangi gas buang emisi dari dari mobil
Dibutuhkan hanya sekitar 2-3 menit agar mobil kamu siap dikendarai

Jangan Kelamaan Manasin Mobil, Kenapa ?

21 Jun 2019 | 15:01 WIB
BAGIKAN

Perilaku lama yang sulit ditinggalkan para pemilik mobil adalah memanaskan mesin di pagi hari ketika hendak digunakan untuk beraktivitas. Tujuannya agar mesin mencapai suhu ideal sebelum digunakan melintas di jalan raya. Selain itu juga memanaskan mesin berfungsi untuk memberi waktu pada pelumas untuk bersirkulasi di dalam mesin. Jika tidak, maka gesekan antar komponen bisa saja terjadi yang berakibat rusaknya mesin. 

Namun, tahukah Sahabat jika hal itu kini sudah tidak berlaku lagi? Memanaskan mesin kendaraan di pagi hari dalam jangka waktu yang lama justru membuat konsumsi bahan bakar boros. 

Baca juga: Kenapa mobil zaman now tak perlu dipanaskan sebelum jalan

Seperti dilansir situs Astraworld, memanaskan mesin mobil yang telah dilengkapi dengan catalytic converter tidak dianjurkan terlalu lama. Jika terlalu panas, komponen yang berfungsi sebagai alat penurun emisi gas buang ini tidak dapat bekerja optimal. Catalytic converter yang terlalu panas dapat memicu kebakaran jika berada di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar. Teknisnya, pemanasan suhu pada catalytic converter memang disengaja, oleh karena itu komponen ini ditempatkan setelah exhaust manifold agar terkena imbas dari gas buang mesin yang panas. Pada saat panas itulah catalytic converter bekerja sebagai katalis dalam mereduksi gas buang seperti Hidrokarbon, Karbon Monoksida dan Nitrogen Oksida. 

Meskipun bekerja saat panas, suhu pada catalytic converter tidak diperbolehkan melebihi batas maksimal yang telah ditentukan, yakni sekitar 400-500 derajat celcius. Suhu komponen ini akan terjaga dengan adanya hembusan angin ketika mobil berjalan, oleh karena itu tidak diperkenankan memanaskan mobil terlalu lama.

Jangan Kelamaan Manasin Mobil, Kenapa ?

Namun jangan takut, sekarang teknologi sudah berkembang sangat pesat begitu pula dengan mesin yang ada di mobil kamu Sahabat. Contohnya, sistem karburator yang telah ditinggalkan dan digantikan oleh sistem injeksi. Dengan adanya sistem injeksi, pemilik kendaraan mobil tidak perlu lagi memanaskan mesin terlalu lama. Komputer yang ada di dalam sistem injeksi akan bekerja untuk menaikkan suhu mesin ke level ideal dalam waktu yang cukup singkat. 

Jika dulu waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan mesin lebih dari 10 menit, kini dengan teknologi injeksi Sahabat hanya perlu melakukan selama lima menit saja. Bahkan dalam waktu 2 hingga 3 menit saja mobil sudah siap untuk digunakan. Jika dibiarkan terlalu lama, maka emisi gas buang yang dihasilkan akan semakin banyak dan membahayakan. Selain itu, sistem pendingin mesin tidak akan bekerja maksimal, karena dibutuhkan angin untuk melakukan itu dengan efektif.


Foto : Garasi.id


Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 21 Jun 2019 | 15:01 WIB
BAGIKAN