Selalu cek komponen bagian pengereman, karena sangat vital perannya
Cara mengemudi sangat berpengaruh terhadap ketahanan komponen

Kampas Rem Mobil Matik Cepat Aus, Simak Penjelasannya

06 Jul 2019 | 16:59 WIB
BAGIKAN

Mengendarai mobil dengan transmisi otomatis memang punya sensasi sendiri dibandingkan manual. Terutama bagi yang kerap melintasi lalu lintas padat seperti Jakarta.

Baca juga: Bahaya transmisi otomatis bagi orang awam, pengguna mobil matic wajib paham

Cukup geser tuas transmisi ke posisi D, kamu tinggal mengandalkan kaki kanan untuk menekan pedal gas dan rem, sementara kaki kiri bisa istirahat, sehingga berkendara menjadi lebih santai.

Tapi di balik nonaktifnya kaki kiri, rupanya ada konsekuensi yang harus ditanggung pemilik mobil matik, yakni usia pakai rem yang lebih pendek.

Seperti dilansir Toyota.astra.co.id, usia pakai rem yang lebih pendek dikarenakan kampas rem mobil matik lebih cepat menipis dibandingkan dengan mobil manual.

Hal tersebut masih bisa dikatakan wajar, pasalnya rem menjadi satu-satunya yang diandalkan untuk memperlambat laju mobil. Tidak seperti mobil manual yang masih bisa dibantu dengan engine brake memanfaatkan momentum penurunan level transmisi.

Untuk penggantian kampas rem, bagi Sahabat yang memiliki mobil matik disarankan untuk menggantinya setiap 30.000 kilometer sedangkan mobil manual bisa lebih tahan lama sekitar 60.000 kilometer.

Kampas Rem Mobil Matik Cepat Aus, Simak Penjelasannya

Nah mungkin cepat ausnya kampas rem itu tergantung bagaimana cara kamu berkendara Sahabat, ada beberapa poin yang menyebabkan kampas rem mobil matik lebih cepat habis dibandingkan dengan mobil manual. Berikut kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat kampas rem mobil matik cepat habis.

Menahan Rem

Kebiasaan pemilik mobil matik lebih suka menahan pedal rem dengan kaki dibandingkan memanfaatkan rem tangan saat berhenti. Selain itu, pedal rem diinjak ketika posisi tuas transmisi masih berada di D untuk menahan laju mobil.

Kampas Rem Mobil Matik Cepat Aus, Simak Penjelasannya

Kondisi inilah yang menyebabkan kampas rem cepat habis. Kondisi ini bahkan sudah menjadi kebiasaan para pemilik mobil matik.

Dilakukan hampir setiap berhenti, jika terus-menerus, ketika mobil mau melaju terjadi gesekan antara cakram dan kampas rem, sehingga cukup berat kerjanya.

Selalu Diandalkan

Mobil matik memiliki teknik penggunaan rem yang sangat aktif. Mulai dari akan bergerak, memperlambat laju kendaraan sampai mobil berhenti pasti dan wajib menginjak pedal rem.

Otomatis, kondisi ini akan membuat kampas rem bekerja ekstra sehingga cukup wajar bila lebih cepat mengalami keausan.

Teknik engine brake di mobil matik memang bisa dilakukan tetapi tidak akan efektif seperti mobil manual.

Posisi Netral

Selain beban yang tinggi, pengendara mobil matik juga jarang mencicil rem. Maksudnya, jika sudah terindikasi akan terhalang lampu merah, masih banyak yang melakukan pengereman mendekati posisi berhenti. Kondisi ini membuat rem bekerja lebih keras.

Sementara, pada pengendara mobil manual, kebanyakan sudah menetralkan posisi transmisi jika terlihat akan terhadang lampu merah, baru kemudian mulai melakukan pengereman.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 06 Jul 2019 | 16:59 WIB
BAGIKAN