Garasi.id
Merawat Transmisi Mobil

Lebih Peka Soal Transmisi Mobil Manual dan Matic

21 Nov 2019 | 10:58 WIB
BAGIKAN

Tanpa gearbox atau transmisi, baik itu transmisi mobil manual ataupun matic. Sebuah kendaraan bermotor dipastikan tidak bisa jalan. Komponen ini bertugas meneruskan daya dari mesin ke roda agar dapat mengalir menjadi tenaga yang optimal seiring kecepatan kendaraan.

Meski didesain mampu berumur sangat panjang, perawatan transmisi mobil manual tidak bisa diabaikan. Demikian juga memperlakukannya. Pengalaman pengendara yang pernah mengalami transmisi mobil manual yang rontok, apalagi di tengah jalan, sangat merepotkan dan mahal. Intinya, bikin sakit hati.

Lebih Peka Soal Transmisi Mobil Manual dan Matic

Untuk meminimalisir kemungkinan rusaknya transmisi mobil manual sebetulnya mudah. Tinggal mengikuti rekomendasi perawatan pabrik dan biarkan bengkel resmi mengerjakan. Perhatikan beberapa hal ini untuk mendeteksi gejala menurunnya kinerja pengantar daya ini.

Perawatan Transmisi Manual

Pengguna transmisi mobil manual bisa dibilang beruntung. Penggunaannya memang banyak dibilang merepotkan, harus injak kopling dan memidahkan gigi sendiri. Tapi transmisi mobil manual perawatannya lebih mudah.

Ini karena komponennya tidak seribet transmisi mobil matic yang punya banyak komponen, baik mekanis maupun elektronis. Yang harus diperhatikan tidak jauh dari pergantian oli atau kondisi plat kopling. Yang terakhir, berhubungan erat dengan gaya mengemudi dan kondisi lalu lintas.

Lebih Peka Soal Transmisi Mobil Manual dan Matic

Ganti oli tinggal mengikuti anjuran buku manual, sedangkan untuk mendeteksi kerusakan plat kopling juga mudah. Saat bergerak, putaran mesin terus naik, sementara kecepatan perlu waktu lama untuk bertambah. Itu pertanda kopling slip dan tidak bisa mengikuti perintah mesin.

Plat kopling adalah salah satu komponen fast moving di kendaraan. Karena itu, suku cadangnya pasti ada di bengkel. Kecuali Sahabat punya mobil antik yang jarang dimiliki orang lain.

Selain plat kopling, ada beberapa indikasi lain yang termasuk dalam kerusakan transmisi mobil manual. Apa saja kerusakan transmisi mobil manual? dan bagaimana solusinya, mari kita simak berikut ini.

Indikasi Kerusakan Transmisi Mobil Manual

Mobil memiliki transmisi dua jenis yakni transmisi manual dan otomatis. Fungsinya sendiri baik transmisi mobil manual ataupun matic adalah sebagai penghubung tenaga mesin ke roda agar mobil dapat bergerak maju ataupun mundur.

Transmisi mobil manual maupun matic itu memiliki fungsi yang sama, namun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nah.. yang harus Sahabat perhatikan adalah kedua transmisi mobil manual atau matic tersebut juga dapat mengalami kendala dan kerusakan yang bisa terjadi kapan dan dimana pun.

Lebih Peka Soal Transmisi Mobil Manual dan Matic

Kerusakan pada transmisi mobil manual biasa terjadi akibat usia pakai atau karena pemakaian yang tidak baik dan benar. Perbaikan transmisi mobil manual umumnya tidak serumit dengan transmisi otomatis.

Berikut Garasi.id akan memberikan sedikit info dan solusi bila Sahabat mengalami kerusakan pada transmisi mobil manual yang didapat dari bursa mobil di Cibubur Point.

1. Respon Terlambat

Pada transmisi mobil manual, apa maksudnya dengan respon terlambat? Roni, Kepala Teknisi Bengkel Auto Prima Mobilindo menjelaskannya, "Artinya bila saat kita menginjak pedal gas tapi mobil tidak langsung melaju dengan cepat namun hanya mengeluarkan suara yang menderu, itu salah satu indikasi pelat koplingnya sudah tipis."

Solusinya mesti mengganti pelat kopling dengan segera mungkin, karena bila dibiarkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada transmisi mobil manual.

2. Bocornya Cairan Transmisi

Masalah ini harus dicek secara teliti. "Bocornya cairan pada transmisi mobil manual menandakan adanya kerusakan di bagian dalam. Mesti segera diperbaiki dan sebaiknya minta bantuan bengkel yang lebih mengerti karena rumit dan harus membuka transmisi," beber Roni.

3. Bau Hangus Terbakar

"Kalau bau hangus terbakar, hal ini disebabkan terjadinya overheating yang dialami transmisi mobil manual, yang mana membutuhkan cairan pelumas guna membantu dan menstabilkan suhu komponen transmisi. Periksalah cairan transmisi mobil manual bila ada kebocoran, perbaiki segera lalu isi kembali cairan dengan ukuran yang sesuai," jelas Roni.

4. Susah Pindah Gigi

Masalah ini memang sering dialami oleh transmisi mobil manual, penyebabnya dikarenakan terjadinya masalah pada tuas penghubung dengan withdraw lever yang komponen koplingnya sudah aus dan sudah pasti harus diganti dengan yang baru.

5. Gigi Sering Slip

Yang dimaksud dengan gigi slip pada transmisi mobil manual, waktu mobil sedang berjalan dengan posisi misal gigi satu tiba-tiba berubah sendiri ke posisi netral.

"Jika ditanya berbahaya, tidak bisa dibilang iya, bisa juga tidak, karena tergantung dengan seberapa cepatnya mobil berjalan dan kondisi jalanan saat itu sedang ramai atau tidak. Karena pada saat kita mengalami gigi slip, maka roda akan kehilangan daya cengkramnya ke aspal jalan," imbuh Roni.

Jadi bila sering mengalami transmisi mobil manual slip segeralah periksa kendaraan Sahabat ke bengkel.

Itu sedikit informasi untuk mengetahui terjadinya kerusakan pada transmisi mobil manual.

Perawatan Transmisi Otomatis

Transmisi mobil matic kini lebih banyak digunakan ketimbang manual. Pengoperasiannya mudah, pengendaraan pun lebih nyaman. Tapi dua hal tadi dibayar dengan perawatan yang lebih kompleks.

Mobil modern bahkan punya modul elektronik sendiri untuk mengatur kinerja transmisi, agar bisa optimal dalam menerjemahkan kebutuhan berkendara atau efisiensi BBM. Bagus memang, tapi kalau rusak, harganya selangit. Kamu juga bisa baca 6 Ciri Sistem Transmisi Mobil Matic Kamu Bermasalah!

Karena itu, perlakukan transmisi ini dengan lebih halus. Saat terasa medan semakin berat, jangan ragu untuk melakukan kick down, atau geser tuas transmisi ke posisi lebih rendah. Mesin jadi meraung memang, tapi beban transmisi lebih ringan.

Lebih Peka Soal Transmisi Mobil Manual dan Matic

Kalau mulai terasa transmisi mobil matic slip seperti tidak melakukan perpindahan dengan halus, ditambah bersuara, sangat disarankan untuk segera dicek. Langkah awal Sahabat bisa cek kondisi olinya. Mobil transmisi otomatis biasanya punya tongkat indikator oli transmisi (bukan oli mesin). Tarik dan lihat volume serta kualiasnya.

Pastikan tidak kurang dan tidak kelebihan. Kalau kurang, harus dicek secara menyeluruh apakah terjadi kebocoran atau tidak. Untuk mengecek kualitasnya, oli transmisi otomatis berwarna merah dan wangi saat dalam kondisi baik. Kalau warnanya gelap dan bau terbakar, ganti segera.

Untungnya, transmisi adalah salah satu komponen yang dilindungi garansi. Jadi kalau rusak tapi memang masih terlindungi, silakan hubungi bengkel resmi untuk melakukan klaim.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 21 Nov 2019 | 10:58 WIB
BAGIKAN