Masuk Musim Kemarau, Awas Mobil Overheat
Masuk Musim Kemarau, Awas Mobil Overheat

Masuk Musim Kemarau, Awas Mobil Overheat

14 Mei 2022 | 12:28 WIB

Satu masalah mesin yang umum terjadi adalah mobil overheat atau panas berlebih. Biasanya dialami mobil-mobil tua, tapi tak menutup kemungkinan terjadi juga di mobil baru. Letak permasalahan utama ada pada sistem pendinginan. Radiator, tutup radiator, kipas radiator, fan belt, water pump, thermostat, selang-selang dan cairan di dalamnya terkadang terabaikan.

Masuk Musim Kemarau, Awas Mobil Overheat


Tak hanya itu, penyebab mobil overheat juga bisa dipicu dari cuaca panas yang ekstrim loh Sahabat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menginformasikan sejumlah wilayah di Indonesia dipastikan sudah memasuki musim kemarau. Jadi tak heran, apabila pada beberapa wilayah tertentu kini didapati cuaca panas ekstrem saat Siang hari.

Situasi cuaca panas ekstrem ini tentu juga bisa berpengaruh pada suhu temperatur mesin mobil, terutama saat harus bermacet-macetan di siang hari. Ya, bagi sistem pendinginan mesin mobil yang tak prima, maka bisa saja akan membuat mobil tersebut menjadi mengalami overheat.


Gejala Mobil Overheat

Suhu mesin terpantau melalui indikator di panel instrumen. Biasanya berupa petunjuk analog dengan huruf C (Cold) dan H (Hot). Tapi mayoritas mobil baru sekarang, sudah tidak memakai model begitu. Indikatornya hanya berupa lampu hijau dan merah. Tentu saja berbagai tanda wajib dipantau saat mengemudi untuk mengetahui bila ada masalah. Untuk model analog, tanda mesin panas bila jarum penunjuk sudah melebihi batas tengah. Untuk model lampu, huruf H menyala merah. Bila semua itu terlihat, segera tepikan mobil dan matikan mesin.

Ketika indikator menunjukkan mesin panas, belum ada tanda-tanda mencurigakan saat sedang berjalan. Namun bila terus dipaksakan, beberapa gejala bisa timbul. Mesin yang tadinya bekerja halus, semakin kasar dan kurang bertenaga. Bahkan ada yang sampai ngelitik (knocking) berlebihan dan tenaga mesin pun turun drastis. Pendingin udara (AC) tiba-tiba tidak dingin. Sebagian kendaraan menerapkan sistem safety untuk memutus sejumlah komponen yang memberatkan mesin.

Semakin dipaksa, mesin bisa mati dan langsung mogok. Suhu sekitar mesin tentu amat panas dan keluar asap. Jangan langsung membuka tutup radiator dan menambahkan air sampai suhu turun. Akibatnya bisa berdampak fatal ke diri Anda. Mesin pun bisa rusak parah. Silinder head bengkok dan blok silinder retak paling sering terjadi. Turun mesin yang menghabiskan banyak biaya wajib dilakukan.

Agar mobil tidak overheat, saat harus bermacet-macetan di siang hari, ada beberapa komponen sistem pendinginan mesin yang harus diperhatikan kondisinya. Apa saja? yuk disimak.

Masuk Musim Kemarau, Awas Mobil Overheat


Radiator

Untuk menghindari mobil overheat, hal pertama yang harus diperhatikan pada sistem pendinginan mobil, tentu adalah radiator. Radiator memiliki fungsi untuk mendinginkan air pendingin mesin yang telah digunakan. Fungsi tersebut dilakukan dengan membuang panas lewat kisi-kisi radiator.

Air yang digunakan untuk mendinginkan mesin kemudian didinginkan kembali oleh radiator dan dibuang lewat kisi-kisi yang ada di radiator. Proses pendinginan air yang menjadi panas akibat digunakan untuk mendinginkan mesin bermula dari upper tank.

Upper tank berfungsi untuk menampung air panas sisa pendinginan mesin, kemudian air panas tersebut akan turun lewat pipa-pipa kecil di tengah kisi-kisi. Pipa-pipa ini berfungsi untuk membantu proses pendinginan air.

Air yang telah melalui pipa-pipa kecil tersebut akan ditampung pada lower tank. Air ini nantinya akan diputar lagi untuk mendinginkan mesin. Begitulah komponen ini bekerja secara berulang.

Pada beberapa kasus, penyebab mesin mobil overheat dikarenakan adanya kebocoran pada radiator atau selang radiator.

 

Kipas radiator

Selanjutnya ada kipas radiator yang juga tak boleh terlewat untuk diperiksa. Sama seperti radiator, kipas radiator memiliki peran yang penting dan berguna untuk menunjang kerja radiator.

Adapun kerusakan yang terjadi pada radiator, umumnya dikarenakan putaran pada salah satu kipas radiator yang sudah lemah bahkan mati. Apabila sudah pada kondisi demikian, maka cara terbaik adalah dengan mengganti kipas radiatornya.


Tutup radiator

Bagian tutup radiator juga jadi salah satu komponen yang tak boleh terlewatkan untuk diperiksa kondisinya agar terhindar dari mobil overheat. Bagi tutup radiator yang sudah dalam kondisi tak layak, dapat menyebabkan air radiator menjadi luber sehingga membuat sistem pendinginan jadi tak maksimal.


Air radiator

Terakhir yang wajib diperiksa pada sistem pendinginan agar terhindar dari mesin mobil overheat, yakni ketersediaan air radiator. Pada mobil-mobil yang sudah dilengkapi tabung reservoir, pastikan air radiator pada tabung itu masih berada di batas maksimal.

Apabila berada di bawah batas minimal, maka segera tambahkan dengan cairan radiator coolant yang direkomendasikan. Apabila sistem pendinginan mesin mobil dalam keadaan normal, maka tidak akan membuat cairan radiator menjadi cepat berkurang.

Sebaliknya, apabila cairan radiator mengalami penurunan atau pengurangan yang cukup cepat, patut diwaspadai ada yang tak beres pada sistem pendinginan mesin lainnya.

Dengan memperhatikan kondisi keempat komponen itu, dapat diyakini potensi mobil overheat pun dapat diminimalisir. Cara termudah untuk memastikan kondisi sistem pendinginan mesin mobil dalam keadaan optimal, yakni dengan rutin melakukan servis di bengkel resmi atau Sahabat bisa membeli voucher servis mobil di Garasi.id

Ditulis oleh RIZKY YUNIHARTO
Terakhir diupdate: 14 Mei 2022 | 12:28 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

tipsotomotifoverheatmobilrusakmobilgarasiid
Kontak email [email protected]
Nomor WA 081318588068
Logo Garasi.id
Copyright © 2022 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family