Menambahkan Oli Mesin
Menambahkan Oli Mesin

Jangan Menambahkan Oli Mesin Mobil, Itu Berbahaya! Begini Faktanya

04 Jun 2020 | 13:28 WIB

Sampai saat ini masih banyak pemilik mobil yang kurang peduli akan pentingnya perawatan berkala. Padahal, rutin melakukan servis sama saja memperpanjang usia pakai dari sebuah mobil, bahkan masih banyak manfaat lainnya. Namun karena kerap dianggap tidak penting atau malas melakukan servis, banyak yang mengambil jalan pintas dengan melakukan eksperimen hanya menambah oli saja dengan asumsi adanya pengurangan pelumas di mesin.

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Nah, ternyata menambahkan oli mesin mobil ini sangat tidak dianjurkan, karena memiliki potensi yang cukup fatal. Dengan tidak adanya kepastian berapa sisa oli dalam mesin, kemungkinan besar pemilik bisa terlalu banyak mengisi atau bahkan kurang dari takaran seharusnya. Sahabat harus selalu ingat bahwa mesin merupakan komponen utama pada mobil yang bekerja untuk menggerakkan mobil untuk berjalan. Tanpa adanya mesin, mobil tidak mungkin berjalan dengan sendirinya. 

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Ketika mobil dihidupkan, komponen-komponen di dalam mesin saling bergerak dan bergesekan, aktivitas mesin seperti ini membutuhkan oli mesin mobil agar tidak merusak komponen yang saling bergesekan. Diakui atau tidak, salah satu hal yang paling sering kita anggap remeh dan tunda-tunda adalah mengganti oli mesin mobil bukan? Padahal, kondisi oli mesin sangat berpengaruh pada kinerja mesin.

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Para pemilik kendaraan sering tenang-tenang saja jika batas waktu penggantian oli mesin telah lewat sebulan, dua bulan atau mungkin tiga bulan. Berbeda halnya kalau bensin mobil yang menipis, mereka pasting langsung ketar-ketir. Oli mesin mobil bisa berkurang dengan sendirinya lho Sahabat. Mulai dari kebocoran pada mesin, komponen mesin yang tidak presisi hingga baut yang tidak ditutup dengan sempurna. 

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Biasanya para pemilik akan menambahkan oli dengan brand atau kualitas yang sama agar oli mesin tidak habis. Memang itu tidak bisa disalahkan, namun jika ada yang mempertanyakan menambah oli mesin mobil yang berkurang itu tepat atau tidak, mungkin jawabannya tidak sepenuhnya salah. Namun, ada salah satu bahaya yang mengintai pemilik mobil saat menambahkan oli lama dengan oli baru yakni timbulnya endapan.

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Dampak kelebihan oli mesin mobil

Karena setiap oli mesin mobil itu memiliki formula kimia. Zat kimia pada oli mesin pun tidak bisa terlihat oleh mata, oleh sebab itu jauh lebih baik untuk melakukan penggantian pelumas jika memang sudah waktunya untuk diganti, meski sudah menambahkan pelumas. Selain itu, kamu juga tidak mengetahui berapa liter sisa oli yang ada di dalam mesin mobilmu bukan? Jika kamu mengisi terlalu banyak atau justru kurang dua-duanya sama-sama memiliki dampak yang merugikan.

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Jika kamu mengisi oli mesin mobil berlebihan, kinerja mesin akan sangat berat. Alhasil performa mesin juga menurun, tarikan pada putaran atas juga bakal terasa berat meski pedal gas sudah di kick down. Hal ini dikarenakan pelumas yang terlalu banyak membuat gelembung udara. Dampaknya pada kemampuan dalam melumasi juga mengurangi kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas. Ujung-ujungnya adalah kendaraan akan boros bahan bakar.

Dampak kekurangan oli mesin mobil

Sementara bila kekurangan oli mesin mobil, maka mesin akan lebih panas karena salah satu manfaat oli adalah sebagai distribusi panas pada mesin yang kemudian dapat diserap cairan pendingin radiator. Hal ini tentunya juga berakibat pada menurunnya kemampuan oli dalam melumasi metal yang bergerak dalam mesin.

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Meski menimbulkan efek negatif, ternyata penambahan oli mesin mobil baru ini masih dipercaya mampu memperpanjang waktu penggunaan. Yang menjadi masalah adalah, jika ada kerusakan sang pemilik kendaraan tidak akan paham mengenai hal ini. Tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah oli baru dan lama sesuai, tidak diketahui juga berapa perpanjangan durasi penggunaan oli ketika yang baru dimasukkan.

Tidak ada perawatan khusus oli mesin mobil

Sebagai informasi tambahan perawatan oli mesin mobil pada intinya tidak ada perawatan khusus. Karena para produsen sudah menentukan spesifikasi oli mesin mobil terbaik apa yang dibutuhkan mesin kendaraan atau syarat-syarat oli mesin apa yang dibutuhkan mesin. Otomatis Sahabat Garasi sebagai pemilik kendaraan atau pengguna hanya cukup mematuhi peraturan tersebut.

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Sistem pelumasan pada mesin mobil menjadi hal penting karena menyangkut banyak hal. Salah memakai oli, mobil akan terasa tidak bertenaga dan dalam jangka panjang bisa merusak mesin. Bila diperhatikan, setiap oli mesin mempunyai beragam kode di kemasannya dan ini sebagai petunjuk digunakan untuk mobil teknologi mesin yang berbeda-beda.

Tips memilih oli mesin mobil terbaik

Dikutip dari Toyota Astra Motor, ada dua kode internasional yang umum digunakan pada setiap produsen oli. Kedua kode tersebut adalah SAE (Society of Automotive Engineers) dan API (American Petroleum Institute). SAE sendiri merupakan badan internasional yang menjelaskan kekentalan oli mesin mobil. Hal ini berpengaruh pada saat pengaliran oli mesin mobil serta ketahanannya di suhu udara. 

Perhatikan ode SAE pada oli mesin mobil

Kode SAE pada oli mesin mobil menunjukkan kemampuan suatu oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan lingkungan baik itu dingin atau panas. Jika angka indeks SAE kecil, berarti tingkat kekentalan olinya semakin cair. Itu memungkinkan oli untuk membeku atau mengeras pada suhu rendah semakin kecil / tidak terjadi. 

Jangan Menambahkan Oli Mesin Mobil, Itu Berbahaya! Begini Faktanya

Oli tipe ini sangat cocok untuk digunakan pada mesin mobil di suhu lingkungan yang dingin seperti musim salju di negara-negara Eropa atau Amerika. Biasanya, oli mesin mobil di benua tersebut diikuti oleh huruf W di belakang kode SAE. W adalah singkatan dari winter (musim dingin) yang artinya oli tersebut mampu bekerja hingga suhu -20 derajat celcius. Namun, oli mesin mobil tersebut tidak hanya harus bekerja dengan baik saat dinyalakan di kondisi suhu yang dingin, tapi ketika mesin bekerja. 

Sering Menambahkan Oli Mesin Mobil? Ini Efek Sampingnya

Pada umumnya, oli yang digunakan adalah oli mesin mobil multigrade di mana kekentalannya menyesuaikan pada rentang temperatur atau suhu mesin. Kamu bisa melihat di angka yang mengikuti di belakang kode oli. Contoh : SAE 5W-20, berarti oli tersebut kekentalan 5 di suhu terendah dan kekentalan 20 di suhu maksimum mesin.

Kekentalan oli mesin mobil berbanding terbalik dengan suhu lingkungan

Inilah yang harus sangat diperhatikan oleh para pemilik mobil ketika akan mengganti oli mesin mobil. Semakin rendah suhu udara diluar, maka mobil membutuhkan oli yang lebih cair. Seperti kode oli SAE 0W atau 5W. Sedangkan jika suhu udara diluar tinggi (panas), maka mobil membutuhkan oli yang lebih kental. Seperti oli mesin mobil dengan kode SAE 5W-40. Oli dengan kode ini cocok digunakan di Indonesia sebagai negara tropis.

Perhatikan kode API pada oli mesin mobil

Tetapi saat ini selain suhu lingkungan, ada hal lain dalam pemilihan oli mesin mobil, yakni tahun produksi mesin. Pada mobil-mobil baru disarankan menggunakan oli yang cair dikarenakan performanya lebih maksimal. Selain kode SAE, juga terdapat oli mesin mobil dengan kode API. Perlu diperhatikan bahwa oli mesin bensin dengan diesel mempunyai kode API yang berbeda. Pada mesin bensin umumnya dimulai dengan huruf "S", sementara diesel huruf "C".

Jangan Menambahkan Oli Mesin Mobil, Itu Berbahaya! Begini Faktanya

Setelah huruf tersebut diikuti dengan huruf kedua sesuai abjad. Misal SA, SB, SC, SD, SE dan seterusnya. Huruf kedua tersebut bisa diartikan untuk mesin mobil yang lebih modern. Adapun standarisasi API ini juga disesuaikan dengan perkembangan jenis mesin mobil. Umumnya semakin tinggi huruf kedua akan menunjukkan spesifikasi mesin yang lebih tinggi.

ILSAC (International Lubricant Standardization and Approval Committee)

ILSAC merupakan standarisasi oli mesin mobil yang digunakan untuk mobil-mobil di Amerika dan Jepang. Lalu, ILSAC juga biasanya diikuti oleh kode GF-5. Kode ini merupakan parameter uji dari oli tersebut, seperti uji fuel economy environment, simulasi ruang bakar, piston, dan lain-lain.

Jangan Menambahkan Oli Mesin Mobil, Itu Berbahaya! Begini Faktanya

Standarisasi ILSAC memang belum begitu terdengar di Indonesia, karena oli mesin mobil yang ada di pasaran rata-rata menggunakan standarisasi API. Namun, sudah ada produsen oli di Indonesia yang menggunakannya.

Garasi.id, #SolusiPuas perawatan mobil berkelas

Nah, sudah mengerti bukan apa sih pentingnya oli mobil bagi mesin mobil kamu. Jangan lupa juga untuk memilih oli yang cocok untuk mesin mobil yang disesuaikan dengan kebutuhan. Bila kalian masih ragu dan sedikit bingung oli mana yang cocok untuk mobil kamu. Sahabat bisa melakukan penggantian oli di Garasi.id.

Jangan Menambahkan Oli Mesin Mobil, Itu Berbahaya! Begini Faktanya

Tenang, kamu tidak perlu ragu untuk mengganti oli mesin mobil di Garasi.id karena kami telah bekerjasama dengan partner-partner handal dan profesional. Sehingga kalian pasti akan mendapatkan pelayanan terbaik dari para ahli agar mobil yang kalian miliki selalu optimal. Jadi, tunggu apalagi, yuk lakukan perawatan mobil di Garasi.id.

Foto: Garasi.id


Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 04 Jun 2020 | 13:28 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

tipspelumasolimesinmobilbarubekasamanrusakmesinmengendaptidakdisarankanmitosfaktagarasiidotomotif