Oktan BBM
Oktan BBM

Mencampur Oktan Bensin, Amankah ?

19 Jan 2021 | 12:00 WIB

Bolehkah kita mencampur bensin beroktan rendah dengan bensin yang beroktan tinggi? Mungkin pertanyaan seputar masalah ini masih sering dilontarkan. Karena banyak sekali orang yang mengira mencampur bahan bakar itu aman-aman saja. Memang benar kalau mencampur atau mengoplos bahan bakar itu diperbolehkan dan tidak dilarang. Namun, perlu diperhatikan bahwa terlalu sering mencampur bahan bakar akan menimbulkan efek negatif terhadap performa dan injektor pada mesin.

Mencampur Oktan Bensin, Amankah ?

Mencampurkan oktan rendah dengan oktan tinggi terlalu sering akan mempengaruhi zat dalam oktan. Perubahan yang terjadi akibat pencampuran bahan bakar berbeda oktan umumnya dapat dideteksi oleh mobil modern yang sudah canggih mesinnya. Bisa-bisa indikator bahan bakar menyala yang menandakan adanya malfungsi atau ada gangguan pada sistem bahan bakarnya.

Mencampur Oktan Bensin, Amankah ?

Selain itu seiring berjalannya waktu kinerja mesin akan berkurang dan performanya akan semakin menurun. Sebab pencampuran bahan bakar tersebut akan menyebabkan injektor pada mesin cepat berkerak. Kerak tersebutlah yang menyebabkan kinerja serta performa mesin menjadi tidak optimal dan berkurang. Sehingga, dianjurkan tidak terlalu sering mencampurkan bahan bakar dan tetap menggunakan bahan bakar yang sama sesuai dengan spesifikasi mesin.

Mencampur Oktan Bensin, Amankah ?

Jadi, bolehkah mencampur bensin yang memiliki oktan yang berbeda? Mencampur bahan bakar memang sah-sah saja. Namun, tetap saja terlalu sering mencampur bahan bakar akan menyebabkan dampak berupa performa dan kinerja mesin menjadi berkurang dan tidak maksimal. Lebih baik tetap menggunakan bahan bakar yang sama sesuai dengan spesifikasi mesin daripada melakukan oplosan bahan bakar yang berdampak buruk terhadap performa mesin. Yuk simak penjelasannya di bawah ini melansir dari Kumparan.com.

Penentuan oktan vs mesin mobil

Dengan semakin tingginya nilai oktan, maka BBM akan lebih lambat terbakar sehingga tidak meninggalkan bekas atau residu pada mesin. Residu yang semakin lama akan menumpuk dan menggangu kinerja mesin. Namun yang harus diperhatikan adalah oktan yang tinggi sangat cocok untuk mesin dengan kompresi tinggi. Jadi jika mesin mobil kamu memiliki kompresi yang rendah, tentu sangat tidak cocok menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi. Selain tidak berdampak pada kinerja mesin, harga juga lebih tidak ekonomis.

Mencampur Oktan Bensin, Amankah ?

Jadi rumor tentang semakin tinggi oktan yang digunakan dapat meningkatkan perform mobil, belum tentu benar. Hal tersebut harus menyesuaikan dari karakter mesin mobil. Pada mesin mobil LCGC rata-rata memiliki kompresi mesin 11,5 sehingga masih dapat mengkonsumsi BBM dengan oktan tertinggi 92 atau pertamax. Namun minimal bahan bakar yang bisa digunakan oktan 90 (pertalite).

Oktan semakin tinggi semakin baik?

Nah, jika Sahabat memaksakan mesin mobil dengan oktan yang lebih tinggi dari standar maka dapat dipastikan tidak ada fungsi dari perubahan bahan bakar tersebut. Jangan berharap besar pada peningkatan performa mesin. Kecuali mesin mobil telah diatur sedemikian rupa, termasuk pada ECU dan lain sebagainya, seperti pada mobil balap. Tapi pastinya Sahabat hanya mengunakan mobil untuk sehari – hari dan bukan menjadi jagoan ‘balap’ di jalan raya kan?

Mencampur Oktan Bensin, Amankah ?

Selain itu Sahabat juga perlu ketahui, terlalu memaksakan juga dapat membuat penumpukan residu dan berakibat pada mesin mobil. Ingat, pihak produsen mobil telah melakukan riset melalui tim R&D mereka untuk memastikan kemampuan mobil dan menyatakan standar oktan pada mesin mobil mereka. Bukan bicara tentang ‘perasaan atau feeling’ – ‘Rasanya dengan oktan lebih tinggi dari Pertalite naik ke Pertamax plus bikin mobil makin kencang dan bertenaga’.

Mencampur Oktan Bensin, Amankah ?

Apakah Sahabat sudah riset hasil dari menaikkan oktan terlalu tinggi? Mulai dari daya tahan mesin hingga bekas pembakaran di dalam mesin? Jadi jangan hanya berdasarkan perasaan saja ya? Dan jangan memaksa menurunkan oktan mobil demi melakukan penghematan karena pemakaian jangka panjang dapat membuat mesin ngelitik atau knocking.

Foto: Garasi.id


Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 02 Feb 2021 | 13:19 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

tipsbelimobilbekasmobilbekasmurahjualmobilmurahjualbelimobilonlinejualbelionlinemobilonlinegarasiidotomotifberkualitasjasaservisperawatanpromomudik2019jabodetabek