Aki kering tidak memerlukan perawatan ekstra namun harganya cukup tinggi
Aki basah bisa dikatakan lebih awet namun butuh perawatan ekstra

Mengganti Aki Kering Dengan Aki Basah, Bolehkah?

27 Agt 2019 | 20:01 WIB
BAGIKAN

Tak dipungkiri jika saat ini masih banyak pemilik mobil yang kebingungan untuk menentukan pilihan aki, apakah akan menggunakan aki kering atau basah. Bahkan tak sedikit yang masih bingung membedakan apa keunggulan dan kekurangan dari keduanya.

Mengganti Aki Kering Dengan Aki Basah, Bolehkah?

Baca juga: Penyebab aki mobil cepat tekor


Aki atau accu merupakan salah satu jenis baterai yang umumnya digunakan sebagai penyuplai daya listrik pada kendaraan, termasuk pada mobil. Jika tidak ada aki, tentu mobil tidak akan bisa dinyalakan saat dalam keadaan mati.

Berbicara fungsi, dilansir situs resmi Daihatsu, aki memiliki tiga fungsi utama. 

  • Pertama aki digunakan untuk menyalakan sistem starter mobil dan menghidupkan mesin mobil.
  • Kedua, aki berfungsi untuk mengalirkan arus induksi pada alternator.
  • Ketiga, aki berfungsi untuk menyuplai arus listrik ke dashboard mobil sebagai sistem informasi yang berkaitan dengan kendaraan saat pertama kali pengemudi memasuki kabin.
  • Keempat, aku berfungsi untuk membuka dan mengunci pintu mobil yang diaktifkan lewat kunci kontak.
  • Dan yang terakhir, aki berfungsi untuk memberikan tegangan referensi ke ECU saat mesin mobil belum menyala. 

Lalu apa saja keunggulan dan kekurangan dari aki basah ataupun aki kering? Dari segi perawatan, mobil yang menggunakan aki basah sedikit lebih ribet dalam hal perawatan karena Sahabat harus rutin untuk mengontrol ketinggian air. Berbeda dengan aki kering yang menggunakan gel sebagai pengganti cairan untuk merendam sel-sel aki sehingga kamu tidak perlu ribet untuk merawatnya. 

Mengganti Aki Kering Dengan Aki Basah, Bolehkah?

Dari segi desain, aki basah biasanya menggunakan wadah yang transparan. Hal itu berguna untuk melihat kondisi sel dan ketinggian air aki. Selain itu, pada bodi aki basah juga terdapat penanda garis batas ketinggian air yang memudahkan kamu kapan waktu yang tepat untuk mengisi air pada aki. Berbeda dengan aki kering yang didominasi warna gelap pada bodinya karena kamu tidak perlu repot-repot melihat ketinggian air di dalamnya.

Mengganti Aki Kering Dengan Aki Basah, Bolehkah?

Jika dilihat dari harga, aki basah biasanya lebih murah daripada aki kering. Karena seperti yang sudah dijelaskan di atas, aki kering lebih mudah dalam hal perawatan tidak seperti aki basah dimana kita harus sering melakukan pengecekan pada cairan di dalamnya.

Baca juga: Tips cara memasang dan mengganti aki mobil


Jika Sahabat memiliki mobil yang menggunakan aki basah dan tidak mau repot untuk merawat sehingga mengganti dengan aki kering, hal itu sangatlah diperbolehkan. Tetapi dengan catatan ukuran aki dan voltasenya sama dengan aki sebelumnya. Tidak ada perbedaan signifikan jika membandingkan spesifikasi aki kering dengan aki basah sebenarnya, cuma yang jadi pembeda adalah harga dan perawatan saja.

Mengganti Aki Kering Dengan Aki Basah, Bolehkah?

Jika ditanya lebih awet yang mana, banyak sumber yang mengatakan bahwa aki basah jauh lebih awet ketimbang aki kering dengan catatan selalu dijaga ketinggian cairan di dalamnya. Namun cara penggunaan mobil, penambahan aksesoris yang berlebihan pada mobil juga berpengaruh terhadap umur dari aki itu sendiri lho Sahabat.

Jadi jika Sahabat ingin mengganti aki mobilnya, sesuaikanlah dengan dana yang kamu miliki, jika mempunyai dana lebih sebaiknya memilih menggunakan aki kering, memang harganya lebih mahal sedikit namun tidak perlu repot dengan perawatan dan pengecekan ketinggian air aki.

Foto: Garasi.id


Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 27 Agt 2019 | 20:01 WIB
BAGIKAN