menghemat bahan bakar mobil
Hemat bahan bakar mobil

Menghemat Bahan Bakar Mobil? Hati-Hati Terbakar

27 Sep 2019 | 17:20 WIB
BAGIKAN

Banyak cara yang bisa dilakukan, untuk menghemat bahan bakar mobil pada tunggangan kesayangan. Mulai dari menerapkan cara berkendara yang efisien, hingga memilih mobil atau sepeda motor dengan kapasitas mesin kecil.

Selain itu, di toko aksesori kendaraan juga tersedia alat yang didesain khusus, untuk menghemat bensin atau diesel yang dibakar oleh mesin. Alat tersebut umumnya dipasang di saluran bahan bakar mobil, dan mengandung medan magnet.

Menghemat Bahan Bakar Mobil? Hati-Hati Terbakar

Dilansir dari Astraworld, Selasa (14/5/2019), pemasangan alat penghemat bahan bakar mobil ada dua cara. Pertama, alat dilingkarkan di pipa saluran bahan bakar mobil. Cara kedua, yakni dengan cara memutus saluran bahan bakar mobil, lalu mengalihkannya ke alat tersebut.

Cara pertama relatif lebih aman, karena tidak mengubah pipa atau selang bahan bakar mobil standar pabrik. Sementara, cara kedua memiliki risiko lebih besar. Saat menyambung saluran bahan bakar mobil, perlu memperhatikan kualitas selang dan cara pemasangannya, karena bisa saja terjadi kebocoran.

Selain alat, penghemat bahan bakar mobil juga tersedia dalam wujud cairan atau padat. Penerapannya cukup mudah, yakni tuangkan langsung ke tangki bahan bakar mobil.

Perlu diketahui, umumnya reaksi kimia antara zat tersebut dengan bahan bakar mobil menghasilkan unsur logam, yang berefek kurang baik pada saluran bahan bakar mobil dan ruang bakar.

Unsur logam itu bisa membuat terjadinya penyumbatan pada injektor. Oleh karena itu, jika akan menggunakan aditif bahan bakar mobil, sebaiknya pilih yang tidak menghasilkan unsur logam.

Berikut Rekomendasi 7 Alat penghemat BBM

Turbocharger

Selain untuk meningkatkan performance mobil, turbocharger pun dapat membuat bahan bakar mobil lebih irit. Tidak tanggung- tanggung kabarnya angka 20-40% sudah langsung bisa dirasakan. Turbocharger bekerja dengan mendaur ulang energi yang dihasilkan oleh mesin kendaraan, merubah energi dari bahan bakar mobil yang terkonsumsi menjadi tenaga yang lebih besar.

Dampak pemakaian metode forced induction turbocharger ini bukan hanya hemat bahan bakar mobil tapi juga lebih responsif karena mampu melipat gandakan tenaga dari mesin serta memberikan torsi lebih besar.

Bahkan di mobil-mobil yang cukup mewah, mobil sudah langsung dilengkapi dengan turbocharger terutama di mesin diesel turbocharged seperti isuzu panther terbaru, Toyota Fortuner atau Kijang Innova Diesel. Penerapan memang tidak bisa sembarangan sebab pada dasarnya mesin memiliki rasio putaran tinggi, oleh karena itu untuk menggunakannya rasio kompresi harus direndahkan untuk mencegah knocking mesin.

Supercharger

Mirip dengan Turbocharger, teknologi forced induction supercharger agak berbeda karena diatur secara mekanis dan digerakkan oleh mesin. Kekuatan sekaligus kelemahannya adalah mesin menghasilkan tambahan tenaga yang besar, namun mesin terbebani untuk menggerakkan supercharger.

Tidak seperti Turbocharger yang mengambil tenaga dari pembuangan energi bakar, Supercharger digerakkan secara mekanik oleh sabuk-puli, rantai sproket maupun mekanisme roda gigi dari poros engkol mesin.

Untuk kapasitas mesin kecil 1500cc, aplikasi ini wajib disesuaikan dengan jenis serta karakter mesin. Sebab realitanya, dipasaran jenis supercharge sulit dibedakan sebab semua mengatakan bahwa bisa dipasang di mesin kecil, sedang dan besar.

Water Injection Engine

Metode penyemprotan air ini bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil yang cukup baik juga. Bahkan produksi mobil BMW sudah otomatis dilengkapi langsung dengan fitur ini saat keluar dari pabrik. Dilansir dari suplier autopart terbesar di dunia Bosch, mengatakan bahwa bahkan mesin bensin yang advance sekalipun mengalami pemborosan bahan bakar mobil 1/5 dari tangki.

Penyemprotan air ini mendinginkan ruang pembakaran yang nantinya mampu menampung lebih banyak udara didalamnya, sehingga pada akhirnya performa pembakaran pun lebih baik.

Efisiensi bahan bakar mobil terjadi karena dengan jumlah bahan bakar mobil yang sama, mesin mampu menghasilkan pembakaran lebih effisien karena udara yang terkompres lebih banyak karena lebih padat. Dimulai dari BMW M4 GTS, sekarang Bosch mulai melakukan pemasangan pada mobil kecil dengan 4 bahkan 3 silinder.

Tapi, perlu diketahui, metode ini memang mampu menyebabkan bahan bakar mobil bisa lebih irit, namun dalam jangka panjang karat bisa terjadi di saluran intake sehingga inspeksi reguler perlu dilakukan.

ECU Remapping / Tuning

Dalam Remapping / Tuning ECU, data ECU standar mobil bawaan pabrik di kalibrasi ulang dengan tujuan yang bervariasi. Ada yang Tuning mobil karena ingin menambah tenaga atau torsi agar bisa dipakai ngebut, tapi juga bisa di Tuning untuk tujuan lebih efisieni bahan bakar.

ECU standard pabrik biasanya telah menyimpan "potensi tersembunyi" yang tak tampak karena mobil dari pabrik dibuat untuk dapat dipakai sebisa mungkin disegala macam medan dan segala jenis berkendara.

Contohnya, ketika brand merek mobil mengeluarkan tipe mobil baru Facelift, biasanya di tambahkan kata sport/performance dengan tenaga lebih tinggi dari versi sebelumnya padahal mesin masih sama. 

Accessory Drive Modification

Memodifikasi drive aksesoris terutama puli yang mentransfer power dari mesin dapat meningkatkan  efisiensi bahan bakar mobil dan performance.

Drive aksesoris terletak pada bagian luar mesin. Meski letaknya diluar mesin, alat ini mendorong pompa bahan bakar mobil, alternator, power steering pump, water pump dan kompressor AC. Power untuk drive aksesori diambil dari poros pusat yang menghubungkan bagian turbin dan kompressor mesin.

Fuel / Oil Additive

Rak Display di Bengkel dan Toko Sparepart dipenuhi dengan produk ini baik dalam bentuk botol, kaleng ataupun karton packing. Penggunaan yang sangat mudah hanya tinggal menuangkan liquid ke dalam tangki bahan bakar mobil saat pengisian, maka efek dapat dirasakan.

Namun, tidak semua fuel dan oil enchancement ini bekerja seperti apa yang diiklankan, sebab sangat mudah untuk membuat tiruan sejenis liquid ini. Beberapa additive memang benar-benar memberikan hasil yang memuaskan. Maka pastikan Sahabat memilih Fuel Additive dari brand yang terpercaya.

Minicon Voltage Stabilizer

Minicon bekerja berpengaruh langsung ke busi yang terlibat saat proses pembakaran sehingga busi mendapatkan aliran arus listrik dari aki yang optimal. Sebab, jika aki performanya kurang stabil, pembakaran juga otomatis jadi tidak maksimal karena arus dari busi tidak maksimal.

Ini menyebabkan bahan bakar mobil yang kita beli tidak terkonsumsi maksimal dan malah terbuang sebagai gas emisi lewat knalpot.

Misalnya bensin masuk 100%, jika performa busi kurang baik, misalnya hanya 80% saja yang terbakar di dalam mesin. Sehingga 20% lainnya akan menjadi emisi atau gas buang. Minicon ini memastikan 100% bahan bakar mobil dapat menjadi tenaga yang digunakan oleh mobil.

Keunggulan Minicon adalah multifungsi 3-in-1, selain sebagai Voltage Stabilizer, Minicon juga berfungsi sebagai Battery Doctor System atau sistem pengecekan aki instan tanpa perlu dibawa ke bengkel untuk tau apakah aki masih bagus.

Minicon juga sebagai Interference Reducer System atau mereduksi noise dari mesin dan alat elektronik dalam mobil agar mobil lebih kedap dan nyaman. Rata-rata produk dipasaran hanya memiliki fungsi volt-stabilizer saja.

Karena Voltage Stabilizer adalah solusi yang cukup murah, maka banyak merek terutama keluaran Cina yang mencoba meniru namun meletakkan di Aki sehingga cepat overheat. Sedangkan Teknologi Minicon yang sudah dipatenkan oleh Jepang pemakaian langsung dicolok ke lighter didalam mobil.

Jangan asal pasang alat penghemat bahan bakar mobil

Segala upaya pasti Sahabat lakukan untuk membuat kendaraan Sahabat menjadi irit dalam mengkonsumsi bahan bakar mobil. Mulai dari teknik berkendara, memperhatikan tekanan ban, oktan yang sesuai standar pabrikan, menambah zat adiktif ke bahan bakar mobil, hingga alat penghemat bahan bakar mobil yang pemakaiannya dicolok ke soket lighter di mobil. Bahkan untuk alat seperti itu sudah dijual secara bebas di situs jual beli online. Tapi apa iya alat tersebut bisa benar-benar menghemat bahan bakar mobil?

"Saya beberapa kali juga sempat ditawari (alat) itu, tapi saya rasa nggak masuk akal. Karena cuma nyolokin di lighter, kemudian diklaim bisa menghemat bahan bakar," ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, melansir dari detikcom, Senin (8/7/2019).

Menghemat Bahan Bakar Mobil? Hati-Hati Terbakar

Menurut dosen yang akrab disapa Yus, alat penghemat bahan bakar mobil ini memiliki komponen cukup sederhana. Cara kerjanya juga tidak rumit, hanya menstabilkan arus yang ada di sistem kelistrikan mobil.

"Satu-satunya kemungkinan (di dalam alat itu) hanya ada (komponen) kapasitor," lanjut Yus.

Dijelaskan Yus, kapasitor bisa meringankan beban mesin yang harus menghasilkan listrik di alternator. Kapasitor akan menyuplai sebagian kebutuhan listriknya.

"Jadi intinya menyuplai listrik di altenator. Karena arusnya nggak bakal flat-konstan nggak mungkin tetap terus misal 12 volt sekian ampere. Artinya kadang arusnya kurang, kadang arusnya kebanyakan. Ketika kebanyakan, arus itu simpan di kapasitor, sebaliknya kalau kurang, juga disuplai sama kapasitor. Di situ kemudian, beban daya mesin yang sebagian dipakai untuk menggerakkan alternator berkurang. Karena beban dari alternator berkurang, bahan bakar mobil jadi hemat. Tapi ya jumlahnya nggak akan fantastis," lanjut Yus.

Beberapa penjual alat penghemat bahan bakar mobil tersebut ada yang mengklaim bisa menghemat bensin sampai 20 persen. Benarkah?

"Hanya dengan kapasitor klaimnya bisa irit (sampai 20-30 persen)? Jelas nggak mungkin ya. Memang ada penghematan, tapi paling hanya 1 sampai 3 persen," pungkasnya.

Hati-hati dampak pasang alat penghemat BBM

Penggunaan alat penghemat bahan bakar mobil berjenis kapasitor pada mobil ternyata bisa menimbulkan risiko tersendiri. Risiko paling parah, bisa membuat mobil terbakar karena terjadinya korsleting di sistem kelistrikan.

"Jika kondisi kelistrikan di dalam mobil itu off, aman saja pasang alat apa pun. Tapi kecuali benda itu kayak power bank (atau kapasitor penghemat bahan bakar mobil), kan menyimpan daya. Itu bisa saja dia panas, apalagi jika pintu mobil ketutup, bisa saja (jadi penyebab kebakaran)," terang Technical Support PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi, melansir detikcom.

Jika pemasangan penghemat bahan bakar mobil di area mesin tidak aman, hal itu bukan berarti pemasangan penghemat bahan bakar mobil di dalam kabin aman ya, Sahabat.

"Kalau alat jenis ini, memang di dalamnya itu kumpulan kapasitor yang ON terus, yang jika kualitasnya kurang bagus, bisa cepet meledak, ini yang bisa menjadi penyebab kebakaran," terangnya.

Jadi di anjurkan pemilik mobil agar tidak sembarang memasang alat penghemat bahan bakar mobil mengingat risikonya yang tinggi.

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 27 Sep 2019 | 17:20 WIB
BAGIKAN