Jangan Sepelekan Mesin Mobil Panas
Jangan Sepelekan Mesin Mobil Panas

Mesin Mobil Cepat Panas, Ini Penyebab dan Solusinya!

15 Jan 2022 | 14:10 WIB

Sahabat Garasi harus ketahui, mesin mobil kepanasan menjadi salah satu risiko yang mengancam para pemilik kendaraan. Padahal, mesin mobil merupakan penggerak utama pada sebuah kendaraan. Masalah mesin panas ini biasa ditemukan pada mobil-mobil lama.


Meskipun begitu, bukan berarti mobil-mobil baru tidak rentan akan masalah ini. Jika mobil tidak dirawat dengan baik atau dipakai dengan sembarangan, overheat juga akan terjadi pada mesin mobil baru.


Masalah mesin yang panas seringkali dikaitkan karena kelalaian si pemilik mobil yang tidak rutin melakukan perawatan berkala. Jangan sepelekan masalah mesin panas. jika Sahabat Garasi mengalaminya, siap-siap merogoh kocek cukup besar untuk memperbaikinya.


Rutin melakukan Perawatan Berkala Agar Performa Mobil Menjadi Semakin Maksimal

Rutin melakukan Perawatan Berkala Agar Performa Mobil Menjadi Semakin Maksimal


Tips Dan Trik Lainnya : Simak! Biang Keladi Setir Mobil Bergetar


Untuk itu, Sahabat Garasi pun perlu tahu informasi mengenai penyebab masalah mesin mobil cepat panas. Ini penyebabnya:

1. Radiator Kering

Jika mesin mulai kepanasan, coba periksa radiator mobil kamu. Mungkin saja kehabisan kering karena kehabisan air radiator atau coolant. Ada dua faktor penyebab radiator kering, yakni sistem sirkulasi radiator bocor dan suhu mesin yang menguap. Kalau cairan di tangki radiator menyusut, bahkan sampai habis, proses pendinginan sulit dilakukan, sehingga mengakibatkan mesin mobil kepanasan.

Fungsi dari radiator adalah untuk menjaga suhu mesin agar tetap stabil dengan mengirimkan cairan pendingin ke mesin. Setiap radiator harus memiliki sirkulasi yang lancar. Jika ada suatu hambatan di dalam radiator, cairan pendingin tidak dapat disalurkan ke mesin dengan baik, menyebabkan mesin memanas.

 

2. Selang Radiator Bocor

Ini salah satu masalah yang sering banyak terjadi. Permasalahan selang radiator bocor atau rusak juga disebabkan karena pemakaian air biasa atau air yang kotor, sehingga lama kelamaan komponen radiator bakal keropos satu per satu. Solusi untuk masalah selang radiator yang bocor adalah menggantinya dengan selang yang baru. Tidak disarankan untuk menggunakan mobil tersebut jika selang radiatornya dalam keadaan bocor. Pastikan masalah tersebut sudah diatasi sebelum mobil digunakan kembali.


3. Water Pump Rusak

Pada setiap radiator terdapat komponen yang disebut dengan water pump. Sesuai namanya, Komponen memiliki fungsi sebagai pompa air radiator sehingga sirkulasinya berjalan baik. Dengan komponen inilah air bisa terus berputar di seluruh radiator.

Jika water pump ini rusak, cairan pendingin tidak dapat didistribusikan sehingga tidak ada pendinginan pada mesin, menyebabkan mesin menjadi panas. Kemungkinan komponen ini rusak itu kecil, biasanya terjadi pada mobil-mobil lama karena sudah berkarat atau penguncinya yang rusak.

Salah satu cara mengatasi masalah water pump yang rusak adalah dengan mengganti baru. Ada kemungkinan juga kalau kerusakannya hanya ada pada penguncinya. Apabila begitu, mengganti penguncinya saja sudah cukup.

 

4. Motor Fan Tidak Berfungsi

Motor fan ini layaknya kipas pada umumnya, mengusir panas di mesin. Dengan begitu, temperatur suhu mesin tetap terjaga. Kalau motor fan mati, yang terjadi adalah enggak ada lagi hembusan angin untuk mendinginkan coolant di radiator. Alhasil suhu mesin semakin panas.

Selain itu, panas menjadi menumpuk pada mesin, dan suhu tersebut akan mengalahkan daya serap panas coolant dari radiator, sehingga pendinginan mesin tidak bekerja dengan baik. Satu-satunya cara memperbaiki kerusakan bagian kipas ini adalah menggantinya dengan kipas yang baru di bengkel resmi.

 

5. Thermostat Tidak Berfungsi

Thermostat merupakan komponen yang penting bagi setiap mobil untuk mengukur suhu dalam mesin mobil. Alat ini terhubung langsung dengan sistem pendinginan radiator mesin mobil.

Cara kerjanya sederhana. Ketika suhu pada mesin mobil dingin, thermostat mengatur sirkulasi air pendingin dengan menutup katup dan mengumpulkan cairan pendingin di sekitar mesin. Jika suhu mesin mencapai 85 –90 derajat Celsius, katup akan terbuka dan mengalirkan air pendingin kembali ke radiator. Buka tutupnya katup thermostat ini bersifat otomatis.

Thermostat yang rusak tidak dapat mendeteksi suhu mesin dan mengatur sirkulasi air pendingin. Ada kemungkinan air tidak mengalir ketika suhu mesin sudah panas. Satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan mengganti yang baru.


6. Oli Kualitas Buruk

Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas komponen-komponen mesin, namun juga sebagai pendingin. Panas yang dihasilkan dari komponen mesin yang bergerak diresap oleh oli di sekitarnya.

Penyerapan panas ini tidak akan terjadi apabila oli yang digunakan memiliki kualitas yang buruk. Oli kualitas rendah tidak dapat menahan panas yang berlebihan sehingga oli tersebut menguap, dan volume oli berkurang, menyebabkan mesin menjadi cepat panas.

Maka dari itu, pemilihan oli yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi mobil sangat penting untuk dilakukan. Dengan demikian, performa mobil menjadi semakin maksimal. Selain itu, pengecekan berkala juga diperlukan untuk menghindari adanya kebocoran oli.


Ditulis oleh ALDY SURYA
Terakhir diupdate: 15 Jan 2022 | 14:15 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

tipsmesinmobilotomotifgarasiid
Logo Garasi.id
Copyright © 2024 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family