Selalu patuhi rambu lalu lintas agar tidak terlibat kecelakaan lalu lintas
Berkendara di jalan raya membutuhkan tingkat fokus yang tinggi, oleh karena itu siapkan dirimu selalu

Mobil ‘Zaman Sekarang’ Gampang Penyok? Ternyata Ini Penyebabnya

16 Jul 2019 | 14:22 WIB
BAGIKAN

Mungkin bila Sahabat perhatikan untuk jenis mobil keluaran terbaru ketika mengalami kecelakaan akan langsung ringsek dan tentu hal ini dimata orang awam akan terlihat lebih rapuh bila dibandingkan mobil mobil lawas atau jadul. Tak sedikit pula orang yang malah mengumpat produsen produsen mobil yang ketika terlihat kecelakaan mobilnya ringsek tak berbentuk.

Ini pikiran orang awam loh yang tak tahu menahu karena memang tidak diberi tahu. Oleh sebab itu Garasi.id akan mencoba memberikan penjelasan yang detail mengenai kenapa mobil modern / baru body nya mudah ringsek ketika terjadi kecelakaan. Silahkan disimak dan dipahami dengan baik.


Sengaja Dibuat Lemah

Sebenarnya, mobil zaman sekarang memang dapat dikatakan mudah ringsek. Faktanya, hal itu sengaja dilakukan oleh mereka. Ada alasan mengapa pabrikan-pabrikan otomotif melakukan hal tersebut.

Alasan pertama, bodi mobil yang mudah ringsek memiliki fungsi tersendiri kita terjadi tabrakan. Betul, fungsinya adalah untuk menjadi daerah redam antara kamu dengan benda yang ditabrak (bisa mobil, bisa pohon, bisa tiang listrik dan beda keras lainnya). Dalam dunia manufaktur otomotif, hal ini dikenal sebagai crumple zone.

Bagian depan dan belakang mobil itu yang disebut sebagai crumple zone. Ketika terjadi benturan atau tabrakan, zona itu akan rusak terlebih dahulu untuk menyerap benturan agar energi benturan tersebut tidak mengalir ke penumpang.

Mobil yang memiliki crumple zone ini biasanya menggunakan sasis monokok. Sasis monokok sering digunakan untuk kendaraan penumpang.

Mobil ‘Zaman Sekarang’ Gampang Penyok? Ternyata Ini Penyebabnya

Apa itu crumple zone?

Crumple zone (zona benturan) adalah fitur keamanan struktural yang biasanya digunakan dalam mobil untuk menyerap energi yang berasal dari dampak tabrakan dengan mengendalikan deformasi. 

Mobil ‘Zaman Sekarang’ Gampang Penyok? Ternyata Ini Penyebabnya

Deformasi yang dimaksud adalah perubahan bentuk bodi kendaraan dari mulus menjadi berkerut atau ringsek. Ketika tabrakan terjadi, bagian depan kendaraan dirancang untuk mudah berkerut atau ringsek untuk meredam energi kinetik yang dihasilkan dari tabrakan itu sendiri sehingga penumpang yang berada di kabin kendaraan relatif lebih aman dari kecelakaan.

Intinya crumple zone berfungsi untuk menyerap energi saat terjadi benturan keras atau tabrakan.

Konsep crumple zone pertama kali diperkenalkan oleh Béla Barényi dan diterapkan pada Mercedes-Benz Fintail pada 1959. Setelah itu, konsep ini juga diterapkan pada kereta api, terutama pada kereta penumpang.

Ada banyak sekali keuntungan yang diberikan dari teknologi crumple zone. Pertama, tentu saja pengemudi dan penumpang yang ada di bagian depan bisa lebih selamat ketika terjadi benturan. Bila tadinya mereka mengalami gegar otak, patah kaki, hingga kematian, kini bisa jadi mereka hanya mengalami luka ringan seperti lecet dan keseleo.


Baca juga: Ciri-ciri mobil bekas tabrakan yang perlu diketahui


Kedua, pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan juga mengalami cedera yang lebih ringan. Kaki mereka mungkin akan mengalami luka, namun tidak perlu hingga diamputasi. Namun tentu saja ini bergantung pada tingkat kecepatan mobil saat mengalami kecelakaan.

Kecelakaan adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Tapi kalau melihat resiko terburuknya, kehilangan nyawa diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai, rasanya bodi mobil yang ringsek dan mesin yang hancur menjadi tidak ada apa-apanya.

Foto : Internet


Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 16 Jul 2019 | 14:22 WIB
BAGIKAN