Gunakan sepatu yang nyaman agar berkendara tetap aman
Mengemudi dengan nyaman bukan hanya tentang keadaan mobil dan pengetahuan bagaimana cara mengemudi yang baik

Salah Memilih Alas Kaki bisa Menyebabkan Kecelakaan

03 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN

Mengemudi dengan nyaman bukan hanya tentang keadaan mobil dan pengetahuan bagaimana cara mengemudi yang baik, tapi juga tentang bagaimana pengemudi bisa mengendarai / berkendara dengan nyaman. Banyak pengendara khususnya wanita yang tidak memperdulikan keadaan kaki ketika menginjak pedal gas. Bahkan, banyak pengemudi yang memilih pilihan yang buruk dalam hal penggunaan alas kaki.

Seperti dilansir dari Telegraph, sebanyak 27 persen koresponden mengalami kesulitan saat mengemudi dikarenakan sepatu yang mereka kenakan. Sebanyak 5 persen bahkan mengklaim bahwa penggunaan alas kaki menyebabkan mereka susah mengemudi. Namun pada akhirnya akibat kelalaian sendiri, mereka terlibat kecelakaan karena kehilangan kendali.

Baca juga: Mau selamat berkendara terlindungi? Ini caranya

Bisa Sahabat bayangkan, jika angka 5 persen tersebut diterapkan ke dalam penduduk Indonesia. Jika ada sekitar 100 juta orang Indonesia yang mempunyai kendaraan berarti ada sekitar 5 juta orang yang bisa mengalami kecelakaan karena salah memilih sepatu untuk mengemudi.

Menggunakan sepatu dalam mengendarai kendaraan merupakan salah satu komponen penting dalam berkendara. Karena saat berkendara kamu menggunakan kaki kamu untuk mengaplikasikan pedal gas, pedal rem dan pedal kopling (jika mobil kamu bertransmisi manual). Dengan kaki yang nyaman dan rileks, pengendalian mobil akan membaik dan teman bisa bereaksi lebih cepat terhadap perubahan lalu lintas.

Untuk sepatu, sol dan tumit adalah kuncinya. Jika kamu menggunakan sepatu yang tebal, berarti kamu tidak bisa merasakan pedal dengan baik sehingga kamu tidak dapat menilai dengan tepat tekanan yang harus diberikan. Hal tersebut cukup berbahaya, disaat kamu melakukan pengereman bisa-bisa kamu terlalu dalam atau justru tidak mengerem sama sekali, alhasil tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. 

Yang paling penting adalah kamu harus bisa merasakan pedal untuk memperkirakan tekanan yang harus diberikan, jangan menggunakan sol sepatu yang tebal. Selain itu, hindari menggunakan telapak sepatu yang lebar. Lebar tapak bisa membuat kamu meneka dua pedal bersamaan.

Bagi para wanita-wanita milenial atau ibu-ibu hits, jangan pernah menggunakan sepatu hak tinggi saat berkendara. Ingat, bagian tumit kaki harus selalu berada di lantai untuk mencapai tekanan pedal yang benar. Dengan menggunakan sepatu hak tinggi akan menyebabkan tumit tidak berpijak di lantai mobil dan hilangnya kemampuan untuk mengukur tekanan pada pedal.

Bagaimana dengan sandal jepit atau sandal flip-flops ?

Ini juga pilihan yang buruk. Sandal jepit sangat mudah lepas dan bisa tersangkut di bawah pedal. Bisa kamu bayangkan sendiri, ketika kamu harus memindahkan kaki dari pedal gas ke pedal rem karena mobil depan berhenti mendadak, tetapi kakimu tersangkut di pedal gas, apa yang terjadi?

Selain itu, karena mudah lepas, Sahabat akan terganggu ketika sandal tersebut terlepas dan harus mengalihkan perhatian ke bawah dan menjadi tidak fokus. Alternatif umum adalah mengemudi dengan bertelanjang kaki atau tanpa alas. Memang lebih aman ketimbang dengan menggunakan hak tinggi atau sandal saja, namun jika berkendara terlalu lama telapak kaki yang menghasilkan keringat membuat kaki menjadi licin dan tidak memiliki cengkraman yang baik terhadap pedal. 

Baca juga: Sering berkendara kamu perlu lakukan ini bila tak ingin celaka

Jadi pada intinya gunakanlah sepatu saat berkendara, pilih sepatu yang menurut Sahabat cocok dengan karakter berkendara kamu. Memang membeli sepasang sepatu untuk mengemudi mungkin bukan menjadi prioritas sebagian besar pengemudi di Indonesia. Tapi dengan perkembangan zaman dan fashion, banyak sepatu mengemudi yang bisa juga dibawa keluar selain di belakang kemudi.

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 03 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN