Waspada Penggalian Jalan, Ini Tips Aman agar Terhindar dari Kecelakaan

Banyak Proyek Galian Jalan, Ini Cara Aman Melintas!

15 Okt 2026 | 09:49 WIB

Penggalian jalan untuk proyek perbaikan infrastruktur hingga jaringan utilitas kerap ditemui di berbagai wilayah saat ini. Meski bertujuan meningkatkan fasilitas umum, aktivitas tersebut seringkali menyisakan kondisi jalan yang kurang ideal, mulai dari lubang galian, permukaan jalan tidak rata, hingga material konstruksi yang berserakan.


Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi para pengendara, terutama ketika harus melintasi jalan dengan bekas galian yang belum diperbaiki secara sempurna. Tanpa rambu peringatan dan pengamanan yang memadai, lubang galian berisiko menyebabkan kendaraan terperosok, ban pecah, hingga kecelakaan lalu lintas.


Bahkan, sejumlah kejadian kendaraan terperosok ke dalam lubang proyek galian yang diduga tidak dilengkapi penanda atau rambu peringatan.


Dampak Penggalian Jalan bagi Pengendara

Selain mengganggu kelancaran perjalanan, kondisi jalan akibat proyek penggalian juga dapat menimbulkan sejumlah risiko bagi pengendara. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai.


Kerusakan Jalan di Sekitar Area Proyek

Dampak penggalian tidak selalu terbatas pada titik yang dibongkar. Jalan di sekitar lokasi proyek juga dapat mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan berat yang mengangkut material pembangunan.


Beban kendaraan yang besar, ditambah kondisi permukaan jalan yang sudah melemah, dapat mempercepat kerusakan hingga menimbulkan retakan, amblasan, dan lubang baru.


Di beberapa lokasi, bekas galian memang sudah ditambal, tetapi kualitas pengerjaannya belum tentu merata. Ada pula tambalan yang dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan dan perbaikan lanjutan. Akibatnya, perbedaan ketinggian permukaan jalan dapat menyulitkan pengendara saat bermanuver.


Jalan Menjadi Licin akibat Material Galian

Sisa material proyek seperti pasir, tanah, semen, dan kerikil yang berserakan di permukaan jalan juga perlu diwaspadai. Material tersebut dapat mengurangi daya cengkram ban, terutama ketika pengendara melintas dengan kecepatan tinggi atau melakukan pengereman mendadak.


Saat hujan turun, kondisi jalan dapat menjadi semakin licin dan meningkatkan risiko kendaraan tergelincir. Tambalan jalan yang menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil juga berpotensi menjadi titik berbahaya jika permukaannya tidak rata atau belum cukup kuat.


Debu Mengganggu Kesehatan dan Jarak Pandang

Material tanah dan pasir dari proyek galian dapat membuat debu beterbangan, terutama ketika cuaca panas dan kering. Bagi Sahabat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi proyek, paparan debu secara berulang juga dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan.


Risiko kerusakan ban, velg, dan suspensi

Lubang galian dengan kedalaman yang tidak merata dapat membahayakan kendaraan, terutama jika pengemudi tidak sempat mengurangi kecepatan saat melintas.


Benturan keras ketika roda menghantam lubang dapat menyebabkan ban pecah, velg penyok, hingga kerusakan pada sistem suspensi. Risiko kerusakan semakin besar apabila lubang cukup dalam atau kondisi kendaraan tidak prima.

Tips Aman Berkendara Saat Melewati Jalan dengan Bekas Galian

Agar perjalanan tetap aman, Sahabat Garasi perlu memperhatikan kondisi jalan dan mengantisipasi potensi bahaya sebelum melintasi area penggalian. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.


  1. Kurangi kecepatan saat mendekati area galian

Ketika melihat tanda proyek, permukaan jalan yang tidak rata, atau material konstruksi di depan, segera kurangi kecepatan secara bertahap.


Kecepatan yang lebih rendah memberi pengemudi waktu untuk mengenali kondisi jalan dan menentukan manuver yang aman. Hindari pengereman mendadak karena dapat meningkatkan risiko tabrakan, terutama jika ada kendaraan yang mengikuti dari belakang.


  1. Amati kondisi jalan dari jarak yang cukup jauh

Jangan menunggu hingga kendaraan berada tepat di depan lubang untuk menentukan arah berkendara. Perhatikan permukaan jalan sejak awal, termasuk keberadaan lubang, tonjolan, amblesan, genangan air, serta bekas tambalan yang tidak rata.


Dengan mengenali kondisi jalan lebih awal, pengemudi dapat menyesuaikan kecepatan dan memilih jalur yang lebih aman tanpa melakukan manuver secara tiba-tiba.

  1. Hindari manuver mendadak untuk menghindari lubang

Salah satu kebiasaan yang berbahaya adalah langsung membelokkan setir ketika melihat lubang di depan kendaraan.


Manuver mendadak dapat mengejutkan pengendara lain yang berada di belakang maupun dari arah berlawanan. Akibatnya, kendaraan lain bisa kehilangan kendali atau bertabrakan karena tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi.


Jika ingin menghindari lubang, pastikan kondisi lalu lintas di sekitar aman terlebih dahulu. Berikan tanda melalui lampu sein jika diperlukan dan lakukan perubahan arah secara halus.


  1. Perhatikan posisi roda saat melewati lubang

Apabila lubang masih memungkinkan untuk dilewati dengan aman, arahkan roda agar melintasinya secara terkendali. Hindari menghantam bagian tepi lubang dengan sudut tajam karena dapat meningkatkan risiko kerusakan ban dan velg.


Namun, jangan memaksakan diri melewati lubang yang terlalu dalam atau memiliki tepi tajam. Jika jalur alternatif tersedia dan aman, pilih jalur tersebut. Apabila tidak memungkinkan, kurangi kecepatan dan tunggu hingga situasi lalu lintas memungkinkan untuk melintas dengan aman.


  1. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan

Jarak aman memberi pengemudi waktu untuk mengantisipasi pengereman atau perubahan arah kendaraan di depan, terutama ketika melintasi area proyek.


Hindari mengikuti kendaraan lain terlalu dekat karena lubang atau material galian yang tertutup kendaraan di depan mungkin tidak terlihat sejak awal.

  1. Waspadai tambalan jalan dan material yang berserakan

Jangan hanya berfokus pada lubang besar. Tambalan semen yang bercampur pasir dan kerikil, permukaan jalan yang bergelombang, serta sisa material proyek juga dapat mempengaruhi kestabilan kendaraan.


Saat melintasinya, pertahankan kecepatan rendah dan hindari pengereman atau akselerasi secara mendadak. Jika permukaannya licin, jaga arah kemudi tetap stabil dan hindari gerakan yang terlalu agresif.


  1. Tingkatkan kewaspadaan saat hujan dan malam hari

Saat hujan, lubang jalan dapat tertutup genangan sehingga kedalaman dan bentuknya sulit diperkirakan. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu kendaraan sesuai kondisi, dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain.


Sementara pada malam hari, perhatikan area yang minim penerangan dan jangan menganggap permukaan jalan aman hanya karena lubangnya tidak terlihat. Hindari menggunakan lampu jauh ketika dapat menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.


  1. Pastikan kondisi kendaraan tetap prima

Kondisi jalan yang rusak dapat memberikan beban tambahan pada berbagai komponen kendaraan. Karena itu, pastikan tekanan dan kondisi ban sesuai rekomendasi, serta periksa kondisi velg, suspensi, dan sistem pengereman secara berkala.


Jika setelah melewati lubang besar mobil terasa bergetar, setir menarik ke satu sisi, atau muncul suara tidak biasa dari bagian kaki-kaki, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.

Jangan Abaikan Kerusakan Jalan Setelah Melewati Area Galian

Kondisi jalan yang rusak dan berlubang bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga dapat mempengaruhi performa kendaraan secara keseluruhan. Kerusakan pada ban, velg, maupun suspensi bisa menimbulkan biaya perbaikan tambahan apabila tidak segera ditangani.


Oleh karena itu, Sahabat Garasi perlu tetap waspada dan utamakan keselamatan saat melintasi area penggalian, baik pada siang maupun malam hari. Dengan berkendara secara lebih antisipatif dan memastikan kondisi mobil tetap prima, Sahabat Garasi dapat mengurangi risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan saat menghadapi kondisi jalan yang kurang ideal.


Ditulis oleh ALVINA NURHALIZA
Terakhir diupdate: 15 Okt 2026 | 09:49 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

Garasiidpembangunanjalanjalanberlubangkonstruksijalananamanberkendarasuspensimobilperawatanmobiljasaservis
Copyright © 2026 PT. Digital Otomotif Indonesia All Rights Reserved