Masih Sering Mendadak? Ini Panduan Jarak Ideal Menggunakan Lampu Sein

Jangan Asal Sein! Ini Jarak Aman Menyalakan Lampu Sein Sebelum Berbelok

24 Feb 2026 | 09:58 WIB

Saat berkendara, lampu sein punya peran yang sangat penting, Sahabat. Fungsinya bukan sekadar formalitas, tapi menjadi satu-satunya penanda ketika kendaraan akan berbelok, berpindah lajur, menepi, atau memberi sinyal adanya kondisi tertentu. Sayangnya, masih banyak kecelakaan terjadi akibat penggunaan lampu sein yang kurang tepat atau terlalu mendadak. Lalu, sebenarnya berapa jarak ideal untuk menyalakan lampu sein?

Penggunaan Lampu Sein

Sebelum membahas jarak ideal, penting bagi Sahabat untuk memahami fungsi dasar lampu sein pada mobil. Umumnya, mobil memiliki empat lampu sein, masing-masing berada di bagian depan kiri dan kanan serta belakang kiri dan kanan. Pada beberapa model terbaru, lampu sein juga terpasang di kaca spion agar lebih mudah terlihat oleh pengendara lain.

Sein Kanan

Lampu sein kanan digunakan saat Sahabat hendak berbelok ke kanan atau berpindah ke lajur kanan, misalnya untuk menyalip kendaraan di depan. Selain itu, sein kanan juga bisa membantu menegaskan posisi kendaraan ketika Sahabat melintas di jalan sempit dua arah dan berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Dalam kondisi tertentu, seperti di tikungan atau saat jarak terlalu dekat, menyalakan sein kanan bisa menjadi sinyal kepada pengendara lain untuk tidak menyalip karena situasi dinilai berisiko. Jadi, fungsinya bukan hanya sebagai tanda belok, tetapi juga sebagai komunikasi keselamatan di jalan.

Sein Kiri

Lampu sein kiri digunakan saat Sahabat akan berbelok ke kiri, berpindah ke lajur kiri, maupun ketika hendak menepi atau berhenti. Menyalakan sein kiri lebih awal memberi kesempatan bagi kendaraan di belakang untuk menyesuaikan kecepatan sehingga manuver bisa dilakukan dengan aman dan lancar.

Dalam situasi tertentu, seperti ketika Sahabat ingin menyalip kendaraan besar yang melaju lambat dan kondisi memungkinkan untuk lewat di sisi kiri, sein kiri dapat dinyalakan sebagai tanda niat menyalip. Namun, tetap pastikan ruang cukup dan situasi benar-benar aman sebelum melakukan manuver tersebut.

Ini Jarak Ideal Hidupkan Lampu Sein

Disarankan bagi Sahabat untuk menyalakan lampu sein sekitar 150 meter sebelum titik belok. Jarak ini dinilai ideal, terutama jika Sahabat melaju dengan kecepatan sekitar 60 km/jam atau lebih. Dengan memberi sinyal lebih awal, pengendara lain memiliki waktu yang cukup untuk membaca situasi dan merespons dengan tepat.

Lalu bagaimana jika jalan yang ingin Sahabat tuju terlewat? Hindari langsung menyalakan sein dan berbelok secara tiba-tiba. Pastikan kondisi di belakang aman, lalu menepilah dengan tenang. Setelah itu, cari tempat yang memungkinkan untuk putar balik dengan aman, sambil tetap menyalakan lampu sein sebagai penanda arah.

Intinya, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan di jalan, Sahabat. Menyalakan lampu sein pada jarak dan waktu yang tepat adalah langkah sederhana yang berdampak besar pada keselamatan berkendara.

Penggunaan lampu sein yang tepat akan membantu proses pengereman menjadi lebih halus dan terencana. Sahabat tidak perlu melakukan rem mendadak saat berbelok, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Pengendara maupun pejalan kaki di sekitar juga bisa lebih waspada karena sudah mengetahui arah pergerakan kendaraan Sahabat.


Ditulis oleh ALVINA NURHALIZA
Terakhir diupdate: 24 Feb 2026 | 09:58 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

garasiidlampuseinlampuseinamanberkendaratipsotomotif
Copyright © 2026 PT. Digital Otomotif Indonesia All Rights Reserved