Ban Tubeless
Ban Tubeless Jangan Sering Ditambal

Ban Tubeless Jangan Ditambal Berulang!

08 Agt 2019 | 19:01 WIB

Tambal merupakan cara jitu untuk menyiasati rusaknya bagian ban yang rusak. Teknik ini bisa dipakai baik untuk ban dengan ban dalam (tubetyre) maupun tanpa ban dalam (tubeless). 

Khusus tipe yang kedua, pengguna kendaraan disarankan tidak menambalnya berulang-ulang. Sebab bisa membuat ban rawan pecah. 

Ban Tubeless Jangan Ditambal Berulang!

Baca juga: Cara Membaca Kode Atau Angka Pada Ban

Training and Product Evaluation Department Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, Deni Arief Pribadi menilai untuk ban tubeless, sebaiknya ditambal maksimal empat kali.

"Kalau dilihat pada ban, itu ada empat kuardan. Paling tidak di setiap kuardannya ditambal satu lubang," kata Deni saat ditemui di pabrik Bridgestone di Karawang, melansir dari laman Kompas.com, beberapa waktu lalu. 

Pada saat rusak terkena paku, Deni menilai chasing atau benang yang ada pada lapisan ban bisa putus. Sehingga jika terus menerus dibiarkan, karet akan mengembang dan pecah. 

"Makanya satu lubang tidak boleh ditambal dua kali. Karena bisa expand dan pecah," ujar Deni.

Product Development Specialist GT Radial Dodi Yanto juga punya pendapat kalau tidak ada batasan maksimal berapa titik permukaan pada ban tubeless yang masih bisa ditambal. 

Namun ia menyebut area yang rusak tidak boleh terlalu besar diameternya dan jarak antar lubang juga tidak berdekatan. Selain itu, ukurannya juga tidak terlalu besar.

"Tapi kalau benda asing yang merusak bannya gede dan setelah ditambel masih bocor, sebaiknya ban diganti. Karena konstruksi di dalam ban terdiri atas rangkaian benang nylon. Jadi pada saat ditusuk pakai jarum untuk nambal, karet tambalannya itu sudah merusak tatanan konstruksi di area itu," ucap Dodi.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 07 Mei 2020 | 20:48 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarubekasjualbelitipskendaraanbantubelessditambaljakartaotomotifdepokbekasitanggerang