Kasus rem blong masih menjadi salah satu kondisi darurat yang paling ditakuti pengemudi, terutama saat melintasi jalan menurun, jalur pegunungan, atau ruas tol dengan kontur berbukit. Dalam situasi seperti ini, kepanikan sering kali membuat pengemudi kesulitan mengambil keputusan yang tepat.
Padahal, di sejumlah jalan tol maupun jalur pegunungan telah tersedia jalur darurat (escape ramp) yang dirancang khusus untuk membantu kendaraan memperlambat hingga menghentikan laju ketika sistem pengereman mengalami gangguan.
Mengutip keterangan Training Director The Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, yang disampaikan kepada Kompas.com, pengemudi perlu memahami fungsi serta lokasi jalur darurat sebelum melakukan perjalanan, terutama ketika akan melewati jalan menurun dengan jarak yang cukup panjang.

Apa Itu Jalur Darurat (Escape Ramp)?
Jalur darurat merupakan jalur khusus yang biasanya berada di sisi jalan menurun. Jalur ini memiliki permukaan tertentu, seperti hamparan kerikil atau tanjakan, yang berfungsi meningkatkan hambatan sehingga kendaraan dapat melambat secara bertahap hingga berhenti dengan lebih aman.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang belum memahami fungsi escape ramp. Akibatnya, ketika rem bermasalah, sebagian pengemudi justru tetap memaksakan kendaraan melaju di jalur utama, padahal risiko kecelakaan bisa semakin besar.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Rem Mulai Tidak Berfungsi?
Menurut Marcell, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan fokus mengendalikan kendaraan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pompa pedal rem beberapa kali untuk memastikan tekanan hidrolik masih dapat bekerja.
Manfaatkan engine brake dengan menurunkan gigi secara bertahap agar kecepatan kendaraan berkurang tanpa bergantung sepenuhnya pada rem.
Jika menggunakan rem tangan mekanis, tarik perlahan secara bertahap tanpa melepas tombol pengunci agar roda belakang tidak langsung terkunci.
Pada mobil yang sudah menggunakan Electronic Parking Brake (EPB), pengemudi dapat memanfaatkan fitur emergency braking dengan menarik dan menahan tombol EPB sesuai prosedur kendaraan.
Meski demikian, apabila tersedia jalur darurat di sekitar lokasi, menggunakan escape ramp tetap menjadi pilihan yang paling aman untuk menghentikan kendaraan.
Cegah Rem Blong dengan Perawatan Berkala
Selain memahami cara menghadapi kondisi darurat, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Pengemudi disarankan untuk rutin memeriksa kondisi sistem pengereman, termasuk memastikan volume dan kualitas minyak rem tetap sesuai standar.

Hindari juga kebiasaan menginjak rem terus-menerus saat melewati turunan panjang. Sebaiknya memanfaatkan engine brake agar suhu rem tidak meningkat secara berlebihan (overheat), sehingga performa pengereman tetap optimal.
Rem blong memang dapat terjadi tanpa diduga, tetapi resikonya dapat diminimalkan jika pengemudi mengetahui langkah penanganan yang tepat. Terutama untuk selalu menjaga kesehatan rem mobil. Apabila fungsi rem dirasa sudah mengurang, lakukan servis rem di Garasi.id atau klik di sini dan pastikan kendaraan tetap aman untuk setiap perjalanan.
Selalu perhatikan rambu jalur darurat (escape ramp) saat melintasi jalan menurun, tetap tenang ketika menghadapi situasi darurat, dan pastikan sistem pengereman kendaraan selalu dalam kondisi prima melalui perawatan berkala.
Jangan tunggu rem bermasalah di perjalanan. Lakukan pemeriksaan sistem pengereman secara rutin agar kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.











