MLDSPOT
MLDSPOT Auto Gymkhana 2019

Begini Keseruan MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 Putaran Ke-6

28 Okt 2019 | 13:01 WIB

Sabtu (26/10), Kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 diberlangsungkan. Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang peserta terbanyak yakni sepertiga dari jumlah total 75 peslalom yang terdaftar, pada lanjutan putaran ke-6, Kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 yang digelar di Sirkuit Sayana Apartments, Bekasi, Jabar, (26/10). Dari ke-75 peserta tersebut beberapa diantaranya mengikuti 1 hingga 3 kelas berbeda, sehingga jumlahnya mencapai 151 starter.

Begini Keseruan MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 Putaran Ke-6

Beda Drifting dan Slalom

Namun sebelum jauh membahas tentang keseruan MLDSPOT Auto Gymkhana 2019, ada baiknya kita cari tahu terlebih dahulu beda cara mengemudi mobil drifting dan slalom seperti melansir laman Sportku.com berikut ini :

Banyak orang menilai bahwa dalam mengemudikan mobil drifting dan slalom memiliki kesamaan. Ternyata itu salah!

Sekilas mengemudikan mobil balap drift dan slalom sepertinya memiliki gaya yang serupa. Namun kedua cabang balap tersebut memiliki cara mengemudi kendaraan yang berbeda jauh. Meski sama-sama harus menampilkan aksi 'ngepot', teknik keduanya berbeda. Kamu juga bisa baca Perhatikan ! Berikut Tips Jitu Memilih Ban Mobil Dengan Benar

Menurut Demas Agil, pebalap yang berlaga di dua cabang balap tersebut, mengemudi mobil drift dan slalom memiliki teknik yang tidak sama. "Berbeda sekali untuk mengendarai mobil balap slalom dan drift. Karena untuk di slalom, kita harus lebih sedikit atau meminimalisir ngepotnya. Tetapi untuk di drifting, kita harus open, wide open, full angle, dan ini adalah dua hal yang sangat berbeda," beber Demas Agil.

Dalam slalom, pebalap diharuskan mencatatkan waktu secepat mungkin dalam menaklulan rintangan berupa cone. Sehingga, pebalap harus menjaga slide kendaraan agar tidak terlalu over. Karena, jika terlalu over hingga seperti goyangan drift, sudah pasti waktu yang dihasilkan akan melorot jauh.

Sedangkan jika teknik slalom dipakai untuk drifting, para juri pasti akan menilai bahwa angle yang dihasilkan tidak memiliki unsur keindahan. Karena salah satu penilaian dalam drifting adalah keindahan pebalap dalam melakukan slide di lintasan. Ini dikarenakan penilaian drift yang bernilai subyektif.

Nah Sahabat, sudah paham dong sekarang beda drifting dan slalom. Kalau sudah paham kita bisa lanjut ke keseruan acara MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 yang berlangsung Sabtu kemarin. Jabar memang selalu mengirimkan atletnya dalam jumlah paling banyak pada kejuaraan paling bergengsi di Tanah Air ini. Tak heran jika provinsi ini disebut sebagai salah satu kiblatnya olahraga gymkhana atau yang dulu familier dengan sebutan slalom. Bahkan 4 dari 7 putaran Kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 juga diselenggarakan di wilayah Jawa Barat, yakni Bandung (putaran 1), Cianjur (putaran 4), Bekasi (putaran 6) serta Tasikmalaya (putaran 7) yang akan digeber November nanti. "Dalam 1 dasawarsa ini atau mungkin sejak olahraga slalom populer di tahun 90-an, antusias peserta Jabar memang luar biasa. Banyak sekali peslalom-pesalom bertalenta muncul dari Jabar," sebut Abed Nego Antoro dari Genta Auto & Sport, penyelenggara kejuaraan. "Dan ketika kejurnas diselenggarakan di area Jabar, jumlah starter pasti lebih dari 150," imbuhnya.

Begini Keseruan MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 Putaran Ke-6

Mario Claudio, Valentino Ratulangi, Reindy Riupassa, Deri Rozak, Hernanda, Rivaldy Febriadi serta Fredi Odjo adalah sederet peslalom yang berasal dari Jawa Barat. Prestasinya pada tingkat nasional cukup mentereng dan bisa bersaing melawan pebalap-pebalap nasional yang lain. Bahkan Mario Claudio bisa bertengger di peringkat 4 nasional klasemen sementara pada kelas A.

Pada kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 putaran ke-6 ini, selain Jabar, peserta juga datang dari segala penjuru Tanah Air seperti Bali, Banten, DIY, DKI, Jateng, Jatim, Kalsel, Kepri hingga Sulawesi Utara. Sedang dari sekian banyak kelas yang diperlombakan, 3 diantaranya adalah kelas utama yaitu kelas A, F (modifikasi) dan kelas B. Spesial untuk kelas A, peringkat 1 dan 2 pada tiap putaran akan dikirim mewakili Indonesia pada gelaran Asia Auto Gymkhana Championship (AAGC), jenjang tertinggi Auto Gymkhana level Asia.

Begini Keseruan MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 Putaran Ke-6

Selain kejurnas, di putaran ke-6 Bekasi, MLDSPOT juga menggelar Instaclass, kejuaraan yang diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin merasakan sensasi beradu cepat menaklukkan coen-coen di lintasan. Syaratnya adalah bukan dari pebalap professional dan belum pernah mengikuti ajang balap gymkhana. "Jadi mereka datang bawa badan saja, mulai pembekalan materi, coaching clinic dari mentor-mentor professional, racing suite bahkan mobil balap sudah kami sediakan, tinggal gas aja di lintasan," ucap Abed lagi. Dari 7 putaran, Instaclass hanya diselenggarakan di Bandung, Semarang serta Bekasi. Nah, yang di Bekasi kali ini diikuti sebanyak 32 peserta, dan akan diambil 6 peserta saja setelah melalui tahap penyisihan.

Tidak hanya ramai dengan rangkaian acara balap, di MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 juga banyak keseruan lain seperti halnya Garasi.id. Support acara MLDSPOT, Garasi.id yang membuka booth memberikan merchandise menarik untuk para pengunjung yang berhasil mendaftar atau login di situs jual beli mobil bekas online yaitu Garasi.id. Selain itu, Garasi.id juga memberikan minum gratis untuk para pengunjung MLDSPOT Auto Gymkhana 2019 melalui humanoid yang berkeliling di lokasi MLDSPOT Auto Gymkhana.

Mengenal Garasi.id

Perlu diketahui, Garasi.id adalah situs jual beli mobil bekas online yang terpercaya. Di Garasi.id kamu bisa menemukan mobil bekas idaman dengan kualitas terbaik melalui fitur Mobil Pilihan, selain itu kamu juga bisa merasakan manfaat lainnya bila membeli mobil bekas di Garasi.id seperti halnya layanan Jual mobil bekas, Inspeksi mobil bekas, Cek harga mobil, Info kredit mobil, Jasa dan servis, hingga berita seputar otomotif

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 14:34 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobileventotomotifMLDSPOTgymkhanagarasiidkejurnasbekasi2019