Paddle Shift
Sensasi Berkendara Seperti F1 dengan Paddle Shift

Berkendara Layaknya Pembalap F1 dengan "Paddle Shift"

02 Mar 2020 | 13:53 WIB

Perkembangan teknologi dunia otomotif  kini semakin beragam, seperti halnya fitur canggih di dunia balap yang tersemat di mobil produksi massal, bahkan di mobil-mobil kelas menengah sekalipun. Salah satunya adalah "Paddle Shift" pada mobil-mobil bertransmisi otomatis. Keberadaan fitur ini ditandai dengan adanya dua tuas yang berada di balik kemudi.

Berkendara Layaknya Pembalap F1 dengan "Paddle Shift"

Meski belum semua menggunakannya, saat ini sudah mulai banyak mobil matik di Indonesia yang dilengkapi paddle shift. Di antaranya adalah mobil-mobil matik Honda, seperti Civic, All New Jazz, dan All New City.

Megenal paddle shift

Sebelum jauh membahas soal paddle shift, apa sih paddle shift itu? Yuk, kita mengenal lebih jauh fungsi dari paddle shift.

Paddle shift adalah sebuah sistem perpindahan gigi secara manual yang diterapkan di kendaraan dengan transmisi otomatis. Perpindahan gigi ini hanya dilakukan dengan sentuhan jari tangan tanpa harus meninggalkan kemudi.

Berkendara Layaknya Pembalap F1 dengan "Paddle Shift"

Tentunya mobil dengan paddle shift ini adalah mobil bertransmisi otomatis konvensional, continuously variable transmission (CVT), direct-shift gearbox (DSG), atau dual-clutch yang diterapkan di mobil Porsche yang lebih dikenal dengan nama transmisi PDK. Paddle shift ini dapat Anda temukan tepat di belakang kemudi, di mana terletak pada bagian kiri dan kanannya. Biasanya, bagian kiri berfungsi untuk menurunkan gigi, sementara bagian kanan berfungsi untuk menaikkan gigi.

Fitur ini membuat pengendaraan mobil dengan transmisi otomatis seperti layaknya mobil bertransmisi manual. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengoper gigi secara manual dengan cara menekan tuas yang terletak di balik setir seperti pada mobil F1.

Fitur Paddle Shift dapat diaktifkan dengan cara menekan tuas (paddle) saat mobil sedang berada di posisi transmisi D (Drive) kemudian dipindahkan kembali ke posisi S (Sport). Ketika diaktifkan pada posisi D, transmisi akan berfungsi memindahkan perseneling secara semi manual. Dimana transmisi akan berubah otomatis saat mesin mendeteksi waktu pergantian gigi, namun pengemudi tidak menekan tuas. 

Sementara jika diaktifkan pada posisi S, Paddle Shift akan bekerja secara manual sepenuhnya dan memungkinkan pengemudi sepenuhnya mengendalikan pergantian gigi layaknya mobil bertransmisi manual. Paddle Shift memberikan tingkat akselerasi dan torsi (tenaga untuk menggerakkan) yang lebih tinggi, sekaligus dirancang secara ergonomis seperti yang biasanya terdapat pada sebuah mobil F1.

Dalam sejarahnya, paddle shift merupakan salah satu fitur yang terpasang di mobil balap Formula 1. Fungsinya untuk menaik atau turunkan transmisi. Pemasangan tuas di balik kemudi bertujuan agar pebalap lebih konsentrasi mengemudi dan kedua tangannya tetap fokus pada setir.

Berkendara Layaknya Pembalap F1 dengan "Paddle Shift"

Pada paddle shift ada dua model. Pertama, yang mengikuti gerak kemudi dan yang kedua adalah tidak mengikuti gerak kemudi atau sering disebut statis. mobil Honda menjadi salah satu pabrikan yang mengadopsi sistem paddle shift mengikuti gerak kemudi. Sedangkan mobil keluaran Mitsubishi memakai tipe yang statis. Apapun model yang dipakai, penggunaan dan keuntungan dari fitur ini relatif sama.

Nah selain itu, melalui paddle shift kita juga bisa melakukan hal lain seperti melakukan engine brake. Ya, karena sistemnya sama seperti perseneling biasa, kita pun bisa melakukan engine brake dengan menggunakan paddle shift ini. engine brake merupakan salah satu teknik mengurangi kecepatan laju kendaraan dengan menurunkan putaran mesin. Caranya ialah dengan mengendurkan gas dan menurunkan gigi transmisi ke posisi rendah, misalnya dari empat ke tiga, tanpa kembali digas.

Caranya pun sangat mudah, ketika kita sedang dalam kecepatan tinggi dan menggunakan paddle shift ketika memindahkan giginya, kita hanya tinggal menekan turun paddle tersebut. Namun usahakan ketika melakukan engine brake, kita menurunkan gigi nya dengan bertahap. Hal tersebut bertujuan agar gearbox transmisi tetap aman. Jika dalam kecepatan tinggi kita langsung menurunkan gigi ke posisi paling rendah, tak menutup kemungkinan transmisi bisa jebol. Bahkan tak hanya transmisi saja, tapi mesin pun bisa jebol.

Terkait fitur tersebut, Direktur Pemasaran Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, pemasangan paddle shift lebih bertujuan menambah sensasi dalam berkendara. Tidak ada saran khusus ataupun pelarangan mengenai penggunaannya. Karena fitur ini dapat digunakan di segala macam kondisi. Sehingga digunakan atau tidaknya fitur ini sesuai selera pengemudi.

"Ini lebih seperti otomatis transmisi, cuma perpindahan giginya diatur oleh tangan layaknya F1," kata Jonfis yang dilansir dari Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Paddle shift dapat diaktifkan dengan cara menekan tuas saat mobil berada di posisi transmisi D atau S. Saat diaktifkan pada posisi D, paddle akan beroperasi dengan metode semi manual. Saat posisi ini, transmisi akan berubah secara otomatis saat mesin mendeteksi waktu pergantian gigi. Namun pengemudi masih bisa tidak menggunakan tuas di balik kemudi.

Penggunaan paddel shift yang murni seperti di mobil F1 baru terjadi jika tuas dipindah ke posisi S. Pada posisi ini, perpindahan transmisi benar-benar harus dilakukan sendiri oleh pengemudi. Caranya dengan menekan tuas di sisi kanan untuk menaikan gigi, dan apabila ingin menurunkannya tinggal menekan tuas di sisi kiri.

"Jadi fokus pengemudi tetap pada setir dan hanya feeling indranya yang akan menggerakan jari untuk melakukan perpindahan transmisi dan merasakan sensasinya," tutup Jonfis.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 13:54 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarubekasfiturjualbeliF1massalproduksinegaraindonesiajermanjepanghondabmwsuzukinissanford