Bukan Sembarangan, Ini Cara Benar Baca Kode Busi.
Bukan Sembarangan, Ini Cara Benar Baca Kode Busi.

Bukan Sembarangan, Begini Cara Benar Baca Kode Busi Mobil

23 Jun 2022 | 14:00 WIB

Busi adalah komponen utama mesin mobil yang berfungsi untuk pengapian. Busi juga memastikan mesin bekerja dengan baik dari percikan api. Busi mobil harus diganti secara berkala sesuai dengan petunjuk buku servis. Hal ini penting guna menjaga kinerja busi tetap terjaga dengan baik.

Bukan Sembarangan, Begini Cara Benar Baca Kode Busi Mobil


Namun, sebelum mengganti busi yang baru ada kode khusus yang harus diperhatikan. Gak boleh salah ya Sahabat, kode ini wajib banget dicek saat ganti busi mobil kesayangan. Setiap pabrikan mobil memiliki rekomendasi busi yang digunakan untuk mesinnya. Tentu setiap mesin memiliki spesifikasi busi masing-masing.

Nah, untuk memastikan mesin dapat berjalan dengan baik, penting untuk memastikan jenis busi yang benar melalui kode yang tertera.

Selain kode, secara garis besar busi mobil dibagi menjadi 2 jenis yakni:

1. Busi Panas

Busi jenis pertama adalah busi panas atau juga sering disebut busi standar. Busi mobil jenis ini umumnya dipakai untuk mesin mobil yang masih standar buatan pabrik.

Busi standar ini biasanya digunakan untuk mesin mobil yang memiliki karakter hemat BBM, umumnya digunakan untuk mobil harian.

Selain itu, busi mobil ini digunakan pada mesin berkapasitas kecil hingga sedang, memiliki kompresi rendah, oktan BBM rendah, serta suhu temperatur mesin rendah.

2. Busi Dingin

Busi mobil jenis berikutnya adalah busi dingin atau juga sering disebut busi racing. Sesuai namanya, busi ini memiliki suhu yang cukup rendah.

Busi racing ini biasanya dipakai oleh mesin mobil yang digunakan khusus untuk kompetisi balap resmi. Busi ini cocok digunakan pada mesin berperforma tinggi, kapasitas mesin besar, kompresi mesin tinggi, oktan BBM tinggi, hingga suhu mesin tinggi.

Secara khusus busi mobil dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu :

1. Busi Mobil Standar

Tipe busi ini merupakan busi bawaan pabrikan resmi mobil baru. Bahan ujung elektroda busi dari bahan nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak pemakaian busi standar bisa mencapai 20.000 KM dan busi ini sangat cocok untuk pemakaian mobil harian standar.

2. Busi Mobil Platinum

Busi dengan bahan platinum bisa disebut juga busi semi racing, karena ujung electrode busi ini didesain sedikit lancip dibandingkan busi standar. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm. Banyak digunakan oleh penyuka Touring karena kemampuan performa mesinnya.

3. Busi Mobil Iridium

Busi ini termasuk jenis busi dingin (racing) ramai diaplikasi tuner untuk mesin non standar, ciri khas nya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center elektrodanya terbuat dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter elektroda 0,6 mm – 0,8 mm. Dan umur busi berkisar 50.000 KM hingga 70.000 KM.

4. Busi Mobil Racing

Busi yang didesain dan dipersiapkan dengan bahan yang tahan terhadap kompresi mesin tinggi dan temperature mesin tinggi. Dirancang untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle akselerasi. Busi racing tidak sama dengan busi iridium, diameter center elektroda nya kecil meruncing seperti jarum. Umur pakai busi ini relative pendek hingga 20.000 KM karena mesin sering digunakan di Rpm tinggi dan suhu temperature mesin tinggi.

5. Busi Mobil Resistor

Busi ini sering disalah persepsi banyak orang karena simbol huruf "R" latin dengan font miring banyak yang mengira artinya symbol racing. Dan arti huruf "R" itu adalah  Resistor. Busi ini sering dipakai oleh mobil berteknologi tinggi yang banyak system sensor dan elektrik,karena untuk melindungi system perangkat elektronik digital terhadap pengaruh gelombang radio dan sejenisnya.

Setiap busi tentunya memiliki kode khusus yang menjadi informasi. Nah cara membacanya sebagai berikut.

Sebagai contoh, kode busi mobil yang tertera pada busi NGK bertuliskan CPR 7HSP-9.

C merupakan kode yang menunjukkan diameter ulir busi. Untuk kode C berarti 10 mm. Ada dua kode lain yakni B: 14mm dan D: 12mm.

P adalah tipe rancangan busi. Arti dari kode ini hanya diketahui oleh pabrikan.

R artinya di dalam busi tersebut terdapat resistor. Busi ini kerap digunakan di mesin berteknologi digital.

7 menunjukkan tingkat panas pada busi tersebut, jika angkanya lebih kecil seperti 6,5,atau 4 artinya busi panas. Jika angka yang ditunjukkan lebih besar berarti busi dingin.

H merupakan kode panjang ulir busi berukuran 12,7 mm. Pada merek ini ada 2 kode huruf lain yakni E untuk 19 mm dan L ukuran 11,2 mm.

S berarti tipe elektrode tengah. Selain itu ada kode IX yang berarti bahan iridium, G untuk racing, dan P busi Platinum, serta S adalah busi standar.

9 menunjukkan celah inti elektroda busi. Angka 9 berarti busi itu memiliki celah 0,9 mm dan kalau 10 celah busi 1 mm.

Contoh Busi Mobil Denso dengan kode U24FSU9

U: Diameter ulir busi 10 mm.

24: Heating rate atau tingkat pelepasan panas busi, semakin kecil angkanya termasuk busi panas.

Busi panas 20, 19, dan seterusnya sedang busi dingin 24,26, dan seterusnya

F: Panjang ulir busi sekitar 12,7 mm.

S: Tipe rancangan busi.

U: Bentuk elektroda ground.

9: Gap atau celah antar elektroda , ini artinya celah busi 0,9 mm.

Jika diperhatikan, kode busi ini memang sulit untuk dihafalkan, namun setidaknya tahu kode yang menunjukkan diameter, panjang ulir, dan jenis busi. Setelah mengetahui kode busi ini, jadi tidak akan salah beli lagi deh.

Nah bila sudah paham tentang kode pada busi mobil, Sahabat juga perlu tau nih apa saja sih penyebab kerusakan yang bisa timbul pada busi mobil.

Masalah Pada Kendaraan Penyebab Kerusakan Busi Mobil

1. Kerak berlebihan di ujung busi 

  • Part pengapian ada yang rusak , diantara CDI, Koil dan Cap busi.

  • Terlalu lama mengendarai pada pada RPM rendah.

  • Kode busi terlalu dingin.

  • Bahan bakar dan udara campurannya terlalu gemuk.

2. Panas Berlebihan 

  • Kode busi terlalu panas

  • Setingan udara dan bahan bakar terlalu miskin

  • Penumpukan kerak karbon diruang bakar mulai banyak

  • Terlalu sering full gas atau RPM tinggi 

Ditulis oleh RIZKY YUNIHARTO
Terakhir diupdate: 23 Jun 2022 | 14:00 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

tipsotomotifbusikodebusi
Logo Garasi.id
Copyright © 2024 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family