Fitur Mobil
Fitur Mobil yang Mubazir

Makin Canggih, Ini Fitur Mobil Yang Banyak ‘Dikacangin’

05 Mar 2019 | 20:00 WIB
BAGIKAN

Mobil yang beredar saat ini sudah banyak dilengkapi fitur canggih. Bahkan, untuk kendaraan yang baru diluncurkan selalu mengalami kenaikan harga, dengan alasan adanya penambahan fitur atau teknologi canggih.

Namun, dari sekian banyaknya fitur yang tersemat di dalam mobil, ada beberapa yang memang tidak digunakan. Tidak hanya sering 'nganggur', banyak juga fitur yang bahkan tidak diketahui keberadaanya di dalam mobil, karena si pemilik kendaraan tidak pernah membaca buku manual.

Makin Canggih, Ini Fitur Mobil Yang Banyak ‘Dikacangin’

Baca juga: 8 Fitur Keselamatan 'Wajib' Yang Harus Ada di Setiap Mobil

Berikut daftar fitur mobil yang jarang digunakan:

1. Sun-Roof

Sunroof adalah jendela kaca di bagian atap mobil, biasanya bisa dibuka secara elektronik. Fitur ini biasanya ada pada mobil mewah, jadi lebih kepada styling dari pada fungsionalitasnya. Padahal peningkatan harga mobil karena keberadaan sunroof tidaklah sedikit.

Apalagi di Indonesia yang merupakan negara tropis, sunroof lebih sering tidak digunakan karena akan membuat ruang kabin menjadi lebih panas dan AC harus bekerja keras menurunkan temperatur. Belum lagi jika mengingat polusi udara perkotaan di Indonesia, maka pemilik mobil tentu akan menutup rapat sunroof mobilnya.

Bahkan beberapa pemilik mobil menganggap fitur tersebut tidak diperlukan jika melihat fungsinya untuk mobil di Indonesia. 

2. Seat Belt Kursi Belakang

Sabuk pengaman di kursi baris kedua dan belakang kebanyakan tidak digunakan. Namun bukan karena fitur tersebut tidak penting, tapi lebih karena kebanyakan orang tidak memahami urgensi seat-belt di kursi belakang. 

Mindset yang tidak tepat mengenai sabuk pengaman dan kurang ketatnya aturan mengenai fitur ini membuat sabuk pengaman di kursi baris belakang lebih banyak diabaikan.  

3. Isofix

Isofix adalah standar untuk keselamatan balita di dalam mobil. fiturnya berupa tempat untuk mengaitkan kursi bayi di kursi baris kedua atau di sandaran kursi baris pertama. Namun fitur ini lebih banyak tidak digunakan pemilik mobil, dengan alasan ribet.

Jadi bayi lebih banyak digendong dan balita duduk langsung di kursi. Belum lagi mengingat usia pakai kursi bayi yang singkat, sehingga kebanyakan orang enggan membeli kursi bayi di mobil yang harganya terkadang sudah bisa membeli sepeda motor.

4. Cruise-control

Cruise control termasuk fitur canggih pada mobil-mobil mewah, yaitu fitur untuk membuat mobil berjalan pada kecepatan konstan di jalan bebas hambatan dan pengemudi tidak perlu menekan pedal gas, cukup mengendalikan kemudi saja.

Namun banyak orang yang enggan menggunakan fitur ini dengan alasan khawatir jika pedal gas tidak dikendalikan sendiri, kondisi jalan yang tidak dapat dipastikan selalu bebas hambatan dan bahkan beberapa diantara pemilik mobil, ada yang tidak tahu atau tidak peduli jika mobilnya punya fitur secanggih itu.

5. Paddle-shift

Paddle shift juga merupakan fitur mobil mewah. Fitur ini digunakan pada mobil matic yang punya mode manual seperti triptronic. Paddle shift adalah tuas di sisi kiri dan kanan di belakang kemudi, sehingga pengguna bisa mengendarai mobil dengan mode sport dan mengganti posisi transmisi cukup dengan menggunakan jari-jari saja, layaknya pada mobil sport seperti Ferrari atau Lamborghini.

Namun fitur ini lebih banyak menganggur karena mode sport itu sendiri sangat jarang digunakan. Fitur seperti ini tentu cocok digunakan untuk kebut-kebutan, yang pada kenyataannya jalanan ibu kota jarang lowong.

6. Triptronic

Sama halnya dengan paddle-shift, fitur triptronic adalah untuk berkendara secara manual pada mobil matic, bedanya adalah perpindahan gigi dilakukan menggunakan tuas transmisi, dengan memaju-mundurkan tuas tersebut ke arah tanda plus atau minus.

7. Mode Mengemudi Sport

Mode mengemudi sport adalah fitur untuk membuat mobil lebih kencang saat dipacu dan konsekuensinya jadi lebih boros bahan bakar. Fitur ini ada pada mobil manual maupun matic, biasanya bisa diaktifkan melalui tombol tertentu. 

Kebanyakan orang akan memilih mode ekonomis atau eco-mode saat mengemudi, karena keiritan bbm akan lebih banyak diprioritaskan. Sedangkan mengemudi dengan mode sport sangat jarang dibutuhkan atau bahkan banyak pemilik mobil yang tidak mau menggunakan fitur tersebut.

Orang yang selalu menggunakan mode sport saat mengemudi perlu diperiksa mentalnya, karena tentu kebut-kebutan di setiap kondisi jalan adalah tindakan agresif yang berbahaya baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Mungkin fitur tersebut hanya cocok di lintasan balap.

8. Defogger/Defroster

Defogger adalah fitur pada kaca belakang mobil yang berguna untuk menghilangkan embun di kaca saat cuaca dingin. Mobil dengan fitur ini terlihat dari garis-garis horizontal pada seluruh body kaca.

Mungkin mobil terlihat keren dengan garis-garis tersebut, namun ternyata kebanyakan pemilik mobil tidak menggunakan fitur ini, karena keberadaan wiper belakang sudah mencukupi untuk visibilitas ke belakang saat hujan.

9. Kunci Pengaman Anak (Child-Lock)

Hampir semua mobil terkini punya tombol kunci tambahan untuk pengaman anak-anak, yang letak tombolnya pada pilar-B dibalik pintu baris kedua. Jika fitur ini diaktifkan, pintu tidak bisa dibuka dari dalam walau tuas kunci yang dekat handel pintu sudah dibuka. Sehingga lebih aman bagi anak-anak yang sudah mengerti cara membuka pintu saat dalam perjalanan.

Namun kebanyakan pengguna mobil tidak menggunakan fitur ini karena dinilai membuat ribet, atau bahkan cukup banyak orang yang tidak tahu bahwa fitur ini ada. karena letak tombolnya yang tersembunyi.

10. Manual Book

Manual book bukanlah fitur pada mobil, tapi merupakan buku panduan bagi pemilik mobil terkait perawatan, fitur dan cara menggunakan semua kelengkapan mobil. Hal ini di ambil untuk menjadi salah satu point, karena ini termasuk sumber penyebab mengapa banyak pemilik mobil yang tidak tahu apa saja fitur mobilnya.

Orang lebih suka bertanya langsung pada orang yang dianggap ahli, atau mencari informasi di internet mengenai masalah-masalah mobilnya. Mungkin karena karakter orang Indonesia yang kebanyakan malas membaca buku, apalagi penampakan manual book sangat tidak menarik dan menakutkan bagi orang yang langsung mengantuk ketika melihat buku tebal.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 05 Mar 2019 | 20:00 WIB
BAGIKAN