Mencuci Mobil
Mencuci Mobil Dengan Tekanan Air Tinggi

Mecuci Mobil Dengan Semprotan Air Tekanan Tinggi, Ini 3 Bagian Yang Rawan Rusak

27 Sep 2018 | 17:00 WIB
BAGIKAN

Salah satu cara merawat mobil adalah dengan mencucinya. Dengan mencuci, maka tampilan mobil dapat selalu kinclong.

Mencuci yang paling mudah dilakukan adalah dengan cara menyemprot menggunakan air bertekanan tinggi, alhasil kotoran yang menempel bahkan berada disela-sela tersembunyi dapat rontok seketika.

Mecuci Mobil Dengan Semprotan Air Tekanan Tinggi, Ini 3 Bagian Yang Rawan Rusak

Namun demikian, dilansir situs resmi Hyundai, bagi yang doyan menyemprotkan air bertekanan kencang pada mobil harap berhati-hati, sebab ada tiga bagian yang rawan bermasalah.

Baca Juga : Sering Cuci Mobil Bikin Cat Tipis, Kok Bisa?

Berikut bagian mobil yang berisiko terjadi masalah jika disemprot air bertekanan tinggi:

1. Sensor

Komponen ini erat kaitannya dengan kelistrikan. Di antaranya sensor parkir. Bagian  ini memang mudah sekali kotor tapi berisiko saat pencucian dengan air bertekanan. Walaupun sudah dilindungi sil karet, tidak dianjurkan menembak sensor parkir secara langsung.

Di bawah sil plastik ada sensor yang rawan terkena tekanan air. Selain sensor parkir, sensor kelistrikan pada lampu-lampu juga rawan dengan penggunaan tekanan air.

Ada kemungkinan tekanan air bisa mencapai sela-sela lampu dan masuk ke dalamnya, sehingga mengganggu kelistrikan lampu. Bahkan berakibat korslet. Yang terakhir adalah sensor ABS. Hati-hati menyemprotkan air tekanan pada bagian seputaran roda. 

2. Lapisan Anti Karat

Penyemprotan air bertekanan juga bisa mengikis lapisan anti karat yang ada di mobil. Seperti di bagian rumah roda. Bahkan selain air tekanannya seringkali tukang cuci juga menggunakan sikat untuk mengangkat kotoran yang masih bandel nempel.

Hal ini jelas akan makin memperparah rusaknya lapisan anti karat

3. Bodi Mobil

Air bertekanan bisa kemungkinan merusak bodi. Biasanya dialami pada bodi mobil yang mengalami repaint atau cat ulang dengan kualitas rendah.

Kerusakan biasanya diakibatkan karena ketidaktahuan teknik penyemprotan dengan air bertekanan. Selain menimbulkan goresan dari kotoran yang awalnya nempel, juga berpengaruh pada kepresisian bodi samping atau cat mobil itu sendiri.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 27 Sep 2018 | 17:00 WIB
BAGIKAN