Mengenal TWI
TWI Ban

Merawat Ban Mobil, Jadikan TWI Untuk Patokan

01 Mar 2019 | 16:45 WIB
BAGIKAN

Sebagai pemilik kendaraan, sudah seharusnya Sahabat melakukan pengecekan secara rutin kendaraan Sahabat. Salah satu hal yang harus selalu Sahabat cek adalah ban mobil, piranti penting pada kendaraan ini harus mendapatkan perhatian khusus karena fungsinya yang langsung bersentuhan dengan jalanan sehingga mengeceknya secara rutin merupakan prioritas utama.

Mengecek ban bisa dengan membuka buku manual mobil kita atau melihat stiker yang berisi informasi ban di bagian samping pintu pengendara soal tekanan ban. Setelah itu lihat kondisi ban apakah ada retakan atau tidak. Tidak hanya itu, pada ban banyak kode-kode yang sebenernya bisa membuat Sahabat mengenal karakter dari ban itu sendiri.

Merawat Ban Mobil, Jadikan TWI Untuk Patokan

Pada sebuah ban, baik ban motor atau ban mobil, terdapat satu tanda berupa segitiga kecil yang biasanya diletakkan di dinding ban dekat dengan tapak ban. Tanda segitiga itu adalah Tread Wear Indicator (TWI).

Apa itu TWI?

Tread sendiri berasal dari bahasa inggris yang berarti tapak, tread merupakan bagian dari ban yang langsung bersinggungan dengan permukaan jalan. Tread ini yang akan melindungi lapiasan carcass ban terhadap keausan dan kerusakan akibat kondisi permukaan jalan.

Apabila ban mengalami keausan maka bagian permukaan yang bersinggungan dengan jalan yang akan cepat habis yaitu pada bagian tread.

TWI merupakan tanda segitiga atau panah yang ada di dasar dinding ban (sidewall) dan umumnya terdapat enam (6) buah yang menunjukkan batas keausan ban. Menurut Asosiasi Perusahaan Ban, batas minimal ketinggian telapak ban adalah 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI. Jika sudah melewati batas tersebut, sebaiknya ban segera diganti.

Akibat Ban Aus Berlebih

Apabila ban telah aus maka bentuk alur ban juga akan menipis. Apabila alur pada permukaan ban ini hilang (habis) maka pada saat kendaraan melintasi jalanan yang tergenang air,  dapat mengakibatkan terjadi efek hydroplanning atau aquaplaning.

Hydroplanning atau aquaplaning artinya suatu kondisi dimana ban akan mengambang pada permukaan air sehingga gaya cengkram ban terhadap jalan semakin kecil.

Gaya cengkram ban terhadap jalan yang semakin kecil ini akan membuat kendaraan akan lebih sulit dikendalikan dan dapat membahayakan pengendara atau orang lain.

Ban yang telah mengalami keausan berlebihan juga akan memungkinkan bagian carcass ban menjadi rusak. Apabila tread telah aus maka bagian carcass akan sangat mudah rusak karena akan berkemungkinan carcass akan bersinggungan langsung terhadap jalan. Carcass yang rusak akan membuat ban dapat pecah ketika ban digunakan.

Ban pecah saat digunakan berjalan tentunya akan sangat membahayakan baik untuk pengendara atau orang lain.

Oleh sebab itu, untuk menghindari terjadinya resiko kecelakaan saat berkendara yang disebabkan oleh ban maka sebaiknya pada saat akan berkendara perhatikan kondisi ban Sahabat dari kemungkinan telah aus berlebihan dengan melihat indikator keausan ban atau TWI. Bila ban telah aus (permukaan ban sudah mencapai TWI) maka gantilah ban Sahabat dengan yang baru.

Hindari penggunaan Ban Vulkanisir atau ban bekas karena hal ini dapat membuat ban menjadi tidak seimbang (balance) dan dapat mengakibatkan ketika kendaraan digunakan pada kecepatan tinggi akan membuat setir bergetar.

Jadi bila Sahabat sudah menemui ban menyentuh TWI, siap-siap untuk ganti ban yang baru ya Sahabat. Buat cari ban baru, Sahabat bisa coba cek Toko Garasi.id. Selain ban, Sahabat juga bisa membeli kebutuhan otomotif lainnya tanpa ribet.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 01 Mar 2019 | 16:45 WIB
BAGIKAN