Derek Mobil
Derek Mobil Yang Benar

Mobil Mogok Dijalan? Jangan Asal Derek, Begini Aturannya

25 Mar 2019 | 20:00 WIB
BAGIKAN

Bagi pemilik mobil, hal yang paling merepotkan adalah kendaraannya mogok. Terlebih, jika terjadi di tengah malam.

Hal yang bisa dilakukan adalah, dengan menelepon penyedia derek kendaraan, dan jika tidak bisa meminta bantuan pengendara lain bisa menjadi alternatif.

Mobil Mogok Dijalan? Jangan Asal Derek, Begini Aturannya

Namun, saat hendak menderek mobil yang mogok, ada hal yang harus diperhatikan seperti dilansir Suzuki Indonesia:

Siapkan tali penarik

Untuk bisa menderek mobil, pakai tali penarik yang kuat. Bisa yang terbuat dari bahan baja atau tambang. Karena penting, ada baiknya jika Sahabat selalu menyediakan tali penarik di bagasi mobil sebagai langkah antisipasi.

Perhatikan berat mobil

Saat akan menderek mobil yang mogok, Sahabat harus pastikan dulu bobot mobil yang menderek lebih besar (lebih berat) dibandingkan mobil yang akan diderek. Jelas tujuannya untuk lebih memudahkan proses penderekan.

Pasang tali derek di tempat yang tepat

Memasangkan tali penarik yang akan dipakai untuk menderek itu memang gampang-gampang susah. Beberapa mobil memang punya pengait yang ada di bagian bumper depan atau belakang. Tetapi jika Sahabat kesulitan, coba cek buku manual kendaraan supaya lebih jelas.

Ingat, jangan sekali-kali mengikat tali derek pada bumper atau suspensi karena tidak kuat menahan bobot kendaraan yang akan diderek.

Perhatikan panjang tali derek

Tampak sepele memang, namun panjang tali berpengaruh pada keselamatan Sahabat. Panjang tali yang disarankan adalah sekitar 4 meter atau kurang lebih sepanjang bodi mobil yang akan diderek. Hal ini penting supaya mobil mudah dikendalikan ketika akan mengerem dan berbelok.

Jalan perlahan saja

Saat menderek mobil, pastikan tali tidak kendur. Hal ini penting untuk meminimalisir kemungkinan entakan risiko tali putus. Kemudian, mobil penderek sebaiknya memacu kendaraan secara perlahan untuk meminimalisir kemungkinan entakan dan tali putus. Supaya laju mobil yang diderek tetap stabil, batas kecepatan maksimal adalah 30 sampai 40 kilometer per jam.

Kenali rute

Sebelum melakukan penderekan, diskusi dulu kepada si penderek rute mana yang akan ditempuh. Hal ini penting supaya nantinya penderek dan mobil yang diderek bisa mengantisipasi rute-rute yang berlubang, tanjakan, turunan hingga persimpangan.

Nyalakan lampu

Saat mulai diderek, langsung nyalakan lampu utama. Hal ini penting supaya pengguna jalan bisa mengetahui kondisi mobil Sahabat.

Saat berhenti, Sahabat  juga disarankan untuk menyalakan lampu hazard dan ketika berbelok, gunakanlah lampu sein jauh sebelum memasuki tikungan. Kalau ada masalah pada mobil, beri tanda dengan klakson atau lampu jauh.

Bila sudah mengetahui cara menderek mobil mogok, Sahabat juga harus mengetahui 3 model derek mobil agar tidak salah dan berakibat fatal. 

Baca juga: Derek Mobil Jangan Asal, Cari Tau Roda Penggerak Dimana

Berikut 3 Model Derek Mobil

Menderek mobil mogok tidak bisa sembarangan, ada 3 cara menderek mobil yang benar. Yaitu derek mobil model gendong, derek mobil model tarik dengan alat, dan terakhir adalah derek mobil dengan tali. Dari ketiga model derek mobil mogok tersebut, terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing, berikut penjelasannya.

1. Derek Mobil Gendong (Paling Aman)

Mobil Mogok Dijalan? Jangan Asal Derek, Begini Aturannya

Cara pertama untuk derek mobil yang mogok ke bengkel terdekat adalah dengan derek model gendong. Disebut dengan derek mobil model gendong karena mobil yang mogok seluruhnya akan diletakkan dan diikat pada bagian belakang mobil derek yang memang khusus dibuat agar sebuah mobil bisa diletakan pada bagian tersebut.

Menarik mobil yang mogok dengan model gendong ini merupakan opsi dan pilihan derek mobil yang paling aman untuk digunakan dari seluruh jenis derek mobil yang ada. Pada derek model gendong ini, mobil diletakan pada bak belakang mobil derek yang sudah didesain khusus untuk membawa mobil mogok.

Pada posisi diatas, mobil akan diam sehingga tidak ada komponen mobil lainnya yang harus bekerja dan berputar dengan terpaksa. Hal ini kan sangat berbeda jika mobil diderek dengan menggunakan cara ditarik.

2. Derek Mobil Model Tarik Dengan Alat (Kurang Aman)

Mobil Mogok Dijalan? Jangan Asal Derek, Begini Aturannya

Cara derek mobil berikutnya adalah derek mobil model tarik dengan alat. Ada dua jenis alat pada model derek mobil seperti ini yaitu menggunakan wheel dolly (trolly beroda) atau menggunakan crane model gantung.

Derek mobil model tarik dengan alat ini memiliki keamanan yang bisa dibilang kurang aman terlebih pada model tarik yang hanya mengangkat sebagian ban. Terlebih lagi jika petugas yang menderek tidak memperhatikan jenis mobil dan model yang digunakan saat akan menderek mobil. 

Untuk menarik mobil berpengerak roda depan dengan derek model ini tentunya berbeda dengan cara menarik mobil berpenggerak belakang. Belum lagi jika jenis transmisi yang digunakan adalah transmisi otomatis.

Oleh karena itu, saat menderek mobil dengan derek model seperti ini, selalu perhatikan dengan benar posisi dan aturan-aturan yang tertera pada buku panduan pemilik kendaraan. 

3. Derek Mobil Model Tarik Dengan Tali (Tidak Dianjurkan)

Mobil Mogok Dijalan? Jangan Asal Derek, Begini Aturannya

Cara derek mobil model terakhir adalah derek mobil tarik dengan tali (Towing Rope). Derek mobil model ini adalah dengan mengikatkan mobil yang mogok pada sebuah tali untuk ditarik dengan mobil lain.

Model tarik seperti ini kerap digunakan ketika kondisi sangat terpaksa. Derek mobil model tarik dengan tali ini sangat tidak dianjurkan, terlebih jika dilakukan dengan orang yang kurang berpengalaman. 

Ya, pasalnya, derek mobil model ini memiliki banyak kekurangan yang bisa berakibat fatal bagi mobil yang diderek. Berikut adalah beberapa contoh kerugian yang bisa ditimbulkan akibat menderek mobil dengan derek tali.

  • Jika mobil yang diderek bertransmisi otomatis, transmisi otomatisnya bisa jebol karena mesin mati dan transmisi minim pelumasan.
  • Ada jarak tempuh maksimal dan kecepatan maksimal yang boleh dilakukan saat menarik mobil seperti ini, melebihi batasan bisa berakibat merusak komponen mobil lainnya.
  • Pengereman menjadi lebih berat dan keras sehingga bisa berbahaya karena booster rem tidak bekerja akibat mesin mobil mati.

Oleh karenanya, untuk menarik mobil mogok ke bengkel terdekat sangat dianjurkan untuk menggunakan derek mobil model gendong. Menarik mobil dengan tali bisa saja dilakukan jika memang kondisinya sangat terpaksa dan tidak ada alternatif lainnya.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 25 Mar 2019 | 20:00 WIB
BAGIKAN