Ban Mobil
Isi Angin Ban Mobil

Nitrogen dan Angin Biasa, Mana Lebih Baik ?

15 Jun 2019 | 20:06 WIB
BAGIKAN

Saat hendak mengisi angin untuk ban mobil baik di bengkel, spbu, atau tukang ban di pinggir jalan, Sahabat pasti akan dijumpai pilihan angin nitrogen dan angin biasa. Sebenarnya apa sih yang membedakan kedua jenis angin tersebut pada penggunaan ban mobil kamu ? Mana yang lebih baik ? 

Umumnya angin ban mobil kamu terbagi dua; angin nitrogen dan angin biasa. Nitrogen sendiri merupakan suatu unsur kimia yang kini banyak dimanfaatkan untuk mengisi ban kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Nitrogen itu sendiri merupakan gas udara murni yang sudah tersaring dan tidak memiliki kandungan air di dalamnya. Berbeda dengan angin biasa yang zat di dalamnya masih terkandung air. Hal tersebut menyebabkan ketika Sahabat mengisi ban mobil terasa lebih berat ketika terjadi proses pemuaian di dalam ban. Sementara kalau ban yang diisi oleh angin nitrogen ban akan terasa lebih ringan ketika proses pemuaian itu terjadi.

Nitrogen dan Angin Biasa, Mana Lebih Baik ?

Mungkin Sahabat sudah memahami fungsi, beda, dan keuntungan dari masing-masing kedua angin tersebut. Namun ada yang menjadi pembeda kedua angin tersebut dari cara kerja dan fungsi.

Peningkatan suhu nitrogen tak secepat angin biasa

Penggunaan angin nitrogen pada ban membuat tekanan angin ban cenderung lebih stabil ketimbang angin biasa. Hal ini disebabkan oleh partikel molekul nitrogen yang lebih besar daripada partikel molekul pada angin biasa sehingga angin nitrogen lebih sulit untuk keluar dari pori-pori ban

Lebih efisien

Karena nitrogen lebih bersifat dingin saat terjadi pemuaian ban, tekanan angin ban cenderung lebih stabil ketimbang angin biasa. Hal tersebut sangat mempengaruhi laju kendaraan dan dapat membuat konsumsi bahan bakar mobil kamu lebih hemat. Mengapa demikian ? Ketika ban mobil Sahabat kekurangan tekanan angin, ban bekerja dua kali lipat daripada biasanya dan menghambat laju kendaraan sehingga dibutuhkan tenaga yang besar dan konsumsi bahan bakar yang besar pula agar tetap bergerak.

Jika tekanan angin ban sesuai dengan seharusnya, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi irit sekitar 3,3 %.

Angin Nitrogen Tidak Mudah Berkurang

Kelebihan utama lainnya dari angin nitrogen adalah suhu nitrogen lebih rendah ketimbang dengan oksigen. Dengan suhu yang lebih rendah, udara di dalam ban akan lebih stabil tidak naik turun, sehingga ban terhindar dari resiko meletus akibat terlalu panas. Selain itu, bagi Sahabat yang jarang menggunakan mobilnya, udara nitrogen dalam ban dapat bertahan selama satu hingga tiga minggu lebih lama ketimbang angin biasa.

Usia Ban Lebih Lama

Oksidasi yang terjadi jika menggunakan angin biasa pada ban menyebabkan karet ban cepat uzur dan mengeras. Dengan penggunaan angin nitrogen mampu memperpanjang umur dari ban itu sendiri karena proses oksidasi yang terjadi lebih lama. Ban yang sudah uzur dan mengeras tidak mampu memberikan traksi optimal ketika Sahabat sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Akibatnya kecelakaan karena slip ban pun terjadi. 

Nah Sahabat, sepertinya sudah jelas bukan nitrogen memang unggul ketimbang angin biasa. Tapi untuk mengganti angin ban dari angin biasa menjadi angin nitrogen jangan lupa untuk menguras angin ban sebelumnya ya ! Karena percampuran angin biasa dengan nitrogen sangat tidak dianjurkan alias berbahaya. 

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 15 Jun 2019 | 20:06 WIB
BAGIKAN