Sejarah mobil LCGC
LCGC Indonesia

Cerita Mobil LCGC, Si Mungil Yang Banyak Dicari

30 Nov 2019 | 13:01 WIB

Segmen mobil low cost green car (LCGC) memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki kendaraan roda empat dengan harga terjangkau. Nyatanya tidak hanya ada di zaman modern, mobil murah atau yang sekarang kita kenal mobil LCGC juga pernah hadir di masa lalu pada era kolonial Belanda.

Cerita Mobil LCGC, Si Mungil Yang Banyak Dicari

Pada masanya, mobil LCGC tersebut memiliki bentuk terbuka, menggunakan tiga roda, mesin di depan, dan kursi pengemudi layaknya kusir delman. Hanya segelintir orang saja yang dapat menikmati duduk manis di kendaraan bermesin itu. Mobil masih menjadi barang langka yang digunakan oleh orang kaya Eropa ataupun para pedagang China. Sedangkan sisanya masih mengandalkan kereta kuda.

Seiring berjalannya waktu dominasi dokar, sado, delman, gerobak, cikar, dan kossong mulai pudar. Di saat bersamaan lonjakan jumlah mobil meningkat drastis. Tercatat banyak merek mobil Eropa yang mengaspal jalanan Surabaya saat itu.

Mobil dengan merek Ford, Chrysler, dan Dodge banyak berkeliaran. Tentu saja kendaran-kendaran ini adalah hasil impor atau completely built-up (CBU), yang bahkan tidak drakit di Hindia Belanda atau Indonesia saat itu.

Sampai pada akhirnya, kereta kuda yang masih melintas bersama dengan mobil yang mulai menjamur justru menimbulkan permasalahan baru. Kecelakaan mobil dengan kereta kuda kerap terjadi dan mengakibatkan kuda-kuda mati. Hal ini diperparah dengan bau semerbak kotoran hewan ini yang menyelimuti penjuru kota.

Dari situlah kemudian timbul wacana untuk membatasi ruang gerak kereta kuda dengan menghadirkan mobil murah atau mobil LCGC yang kita kenal sekarang.

Tanpa menunggu lama, wacana tersebut langsung dijawab oleh sebuah perusahaan NV Demmo di Surabaya.

Caranya, mereka menggandeng sejumlah produsen karoseri di Surabaya untuk merakit mobil dengan wujud dan harga yang paling terjangkau. Sedangkan mesinnya didatangkan langsung dari Amerika Serikat.

Kemudian lahirlah mobil roda tiga pertama yang diberi nama Demmo.

Setengah komponennya dari dalam negeri, dan setengahnya lagi dari luar negeri yang mencakup mesin 2-tak berpendingin.

Demmo kian menjamur di Malang karena didukung iklannya dengan jargon "waktu berjalan cepat, menggunakannya dengan baik". Bunyi tapak kuda pun juga semakin tereduksi oleh suara mesin 2-tak Demmo yang beradu pacu.

Kebisingan kota dengan populasi Demmo yang terus meningkat tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap memboyong mobil murah atau LCGC itu. Pabriknya terus menerima pesanan dari luar Jawa yang akhirnya tidak lagi menampung kapasitas produksi yang kian besar.

Popularitas Demmo di kota-kota besar pulau Jawa memantik perusahaan lain untuk membuat mobil serupa.

Adalah Borsumij, yang juga merakit mobil serupa Demmo yang dinamakan Atax. Mesinnya didatangkan langsung dari Inggris, sementara body-nya rakitan lokal.

Tahun 1935 populasi mobil roda tiga tersebut makin menjadi-jadi. Suara bising dari mesin Demmo dan Atax diprotes banyak warga. Hal ini memacu NV Demmo untuk menyudahi pasokan mesin dari Amerika Serikat dan mulai bekerja sama dengan pabrikan mesin Merkur asal Jerman.

Hasilnya protes menurun karena penggunaan mesin dari Jerman yang lebih tenang.

Namun sayang, era kejayaan mobil murah atau mobil LCGC tidak bertahan lama, pabrikan mulai sulit mendatangkan bahan baku atau komponen mobil serta suku cadang karena situasi politik dan ekonomi zaman kolonial Belanda terpecah saat itu.

Padahal Demmo semakin diminati dan menjadi mobil favorit.

Memasuki tahun 1940-an Demmo menjadi barang langka. Dua tahun berikutnya saat Belanda hengkang dan digantikan oleh Jepang, Demmo dan Atax hilang, pabriknya pun juga memutuskan untuk stop produksi alias tutup karena situasi peralihan penjajahan tersebut. 

Cikal bakal mobil murah atau mobil LCGC yang sudah ada sejak tahun 1935 memang sempat meredup, namun seiring kemajuan zaman dan teknologi yang kian mutakhir Mobil LCGC di zaman modern makin diminati. 

Orang Indonesia Senang Mobil LCGC Bekas Harga 200 Juta Ke Bawah

Mobil dengan harga terjangkau atau mobil LCGC masih menjadi incaran masyarakat Indonesia. Rata-rata mereka mengincar mobil dengan harga Rp 200 jutaan sesuai dengan daya belinya. 

"Daya beli masyarakat Indonesia sekarang di kendaraan bermotor dengan harga 200 juta ke bawah," ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Jongkie Sugiharto yang dilansir dari detikOto.

Cerita Mobil LCGC, Si Mungil Yang Banyak Dicari

Di Indonesia sendiri, mobil dengan harga di bawah Rp 200 juta bisa ditemukan pada model Low Cost Green Car atau biasa kita sebut mobil LCGC bukan mobil MPV. Mengambil contoh di listing Garasi.id, Harga mobil LCGC bekas seperti Toyota Calya yang dibanderol mulai Rp 130 juta, Mobil LCGC Daihatsu Sigra Rp 120 juta sementara mobil LCGC Agya dijual Rp 130 juta dan masih banyak mobil LCGC model lainnya dengan banderol harga di bawah Rp 200 jutaan. Kamu juga bisa baca Mau Beli Mobil Bekas Murah? Ini Pilihan Yang Pas Dikantong

Bicara soal jenis mobil, selera masyarakat Indonesia pun belum bergeser yakni berkapasitas 7 penumpang agar bisa memuat lebih banyak orang. 

Namun kata Jongkie, MPV tak sepenuhnya lagi diminati karena mulai tergantikan oleh mobil LCGC. Seperti diketahui, mobil LCGC juga ada yang berkapasitas 7 penumpang. 

"Saya rasa (tren mobil 7 penumpang) masih berlanjut, namun mungkin ada pergeseran sedikit ke mobil LCGC / KBH2, walaupun 5 penumpang," tutur Jongkie.

Untuk model mobil LCGC 7 penumpang yang ditawarkan di Indonesia sendiri ada dua yakni mobil LCGC Toyota Calya dan mobil LCGC Daihatsu Sigra. Keduanya pun cukup diminati. Misalnya saja mobil LCGC Calya yang satu bulan setelah diluncurkan pada Agustus 2016 menggeser posisi sang kakak Toyota Avanza

Selain murah, keunggulan lain untuk smobil segmen ini yaitu hemat bahan bakar dan sangat ramah lingkungan. Oleh karena itu, kendaraan ini juga dapat mengurangi polusi udara dari asap knalpot kendaraan. Nah untuk Sahabat Garasi yang tertarik untuk membeli mobil LCGC bekas murah, Sahabat bisa cek di Garasi.id.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 05:19 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobiljualbelibekasbarusejarahLCGCindonesiaBelandazamanindonesia